
Saat Ashley sudah bersama dengan Maminya, Geri pun mencoba untuk mendekatkan diri dengan Nicko.
“Bang, emm. Dari awal aku lihat adik abang turun dari mobil tuh aku gak bisa lepas memperhatikan dia. Adik abang tuh cantik dan menarik banget!” tutur Geri membuat Nicko kesal mendengarnya.
“Sayangnya dia justru udah dijodohin. Dan Ashley tidak diperbolehkan menjalin hubungan dengan lelaki mana pun!” tegas Nicko yang sengaja mematahkan keinginan Geri untuk mendekati Ashley.
“Serius, bang?!” tanya Geri terkejut sambil memandang ke arah Ashley yang tengah menikmati salad buah bersama Mami Rychelle.
“Hari gini masih ada perjodohan Bang?! Apa gak kasihan sama Ashley kalau dia tertekan dan gak cinta sama pria yang dijodohin sama dia?” timpal Geri yang tampak mulai gusar.
“Buktinya sampai sekarang dia masih oke oke aja tuh! Emangnya kenapa?”
Geri menghela nafasnya panjang. “Pandangan pertama membuat hatiku langsung jatuh cinta dengannya. Ashley benar-benar perempuan yang berbeda dengan perempuan yang biasa aku temui!”
“Tentu saja dia berbeda karena dia selalu kami jaga sepenuh hati.” Nicko pun langsung meninggalkan Geri begitu saja.
“Argh! Sial nih! Abangnya Ashley bener-bener posesif banget sama adiknya!” umpat Geri sambil mengusap wajahnya kasar.
Geri pun mengalihkan pandangannya ke arah Vanno. “Apa aku coba ngobrol sama Bang Vanno ya! Siapa tahu dia lebih memiliki pemikiran yang terbuka dari pada Bang Nicko!”
Geri pun langsung melangkahkan kakinya menuju ke Bang Vanno. Ia pun meminta izin kepada kakaknya untuk mengajak Vanno mengobrol. Gebi pun mengizinkan adiknya mengobrol dengan Vanno dan dia pun memilih untuk mendekati Ashley dan mencoba untuk mendekatkan dirinya dengan calon adik iparnya.
“Hai Ashley! Hai Mami!” sapa Gebi yang sudah berdiri di antara mereka.
“Hai kak!” balas Ashley datar.
“Hai Gebi! Kalian berdua ngobrol dulu ya, mami mau angkat telfon dulu!” Mami Rychelle langsung mengangkat telfon dan menjauh dari keramaian.
“Apa kak Gebi bahagia?” tanya Ashley.
“Tentu saja aku sangat bahagia Ashley.”
“Bahagia karena kakak berhasil menjebak abangku dalam rencana jahat kakak?” tanya Ashley membuat suara Gebi seketika tercekat.
“Mak-maksudnya apa, Ashley?” tanya Gebi terbata-bata.
“Kakak hamil dan itu bukan perbuatan abangku yang sudah menghamili kakak! Foto yang kakak kirimkan ke aku juga hasil editan. Bahkan aku memiliki foto aslinya!” Ashley langsung memperlihatkan foto asli Gebi dengan seorang pria bule yang berdiri berdampingan di bandara soekarno hatta.
__ADS_1
“Amm, emmm, itu .. emmm!”
“Aku yakin kakak tidak bisa menjawab tuduhanku kali ini!”
Gebi langsung menarik tangan Ashley dan mengajaknya untuk menjauh dari kerumunan.
“Ashley, kakak mohon jangan hancurkan pernikahan kakak malam ini! Kakak akui jika kali ini kakak memang menjebak abangmu untuk menikahi kakak.”
“Ini kakak lakukan untuk menutupi kesalahan besar yang kakak perbuat. Kakak gak mau buat orang tua kakak malu karena kesalahan kakak!”
“Tapi kenapa harus melibatkan Bang Vanno?” tanya Ashley kemudian.
“Maafkan kakak, Ashley. Kau boleh minta apapun asal jangan menghancurkan pernikahan kakak dan membuka aib kakak di depan banyak orang! Kakak mohon!” pinta Gebi sungguh-sungguh sampai berlutut di kaki Ashley.
“Aku pinta kakak jaga batasan kakak terhadap abangku. Jangan ambil keuntungan sedikit pun dari Bang Vanno!” tutur Ashley sambil menarik lengan Gebi untuk berdiri.
“Tenang saja untuk itu, Ashley. Aku dan Vanno memiliki perjanjian tersendiri yang memang harus kita tepati. Don’t worry about it! Setahun kemudian aku akan mengembalikan abangmu karena perjanjian kita sudah selesai.”
“Aku juga akan membesarkan anakku sendiri nantinya!” lanjut Gebi sambil berurai air mata.
“Aku akan pegang janji kakak kali ini!” ucap Ashley sambil meninggalkan Gebi begitu saja.
🍄🍄🍄
“Ashley! Kamu tuh dari mana aja sih?” tanya Nicko panik. Sedari tadi ia mencari keberadaan Ashley namun sama sekali tidak menemukannya. Saat bertanya dengan mami, Mami hanya mengatakan jika Ashley sedang bersama dengan Gebi.
“Baru ngobrol sama calon kakak ipar!” balas Ashley sambil berbisik.
“Bang, kita makan sate yang ada di sana yuk!” ajak Ashley kemudian dan Nicko pun langsung menuruti kemauan Ashley.
Sedangkan Geri yang sudah tidak bersama dengan Vanno hanya bisa melihat Ashley dari kejauhan.
“Sial! Kedua abangnya benar-benar sangat posesif dan menegaskan jika Ashley sudah dijodohkan!” gerutu Geri sambil mengepalkan tangannya.
“Jika abangnya seposesif ini, aku yakin papi dan juga maminya pasti juga begitu. Ck! Tapi aku benar-benar sangat tertarik dengan Ashley!” Geri mengusap wajahnya kasar.
“Kenapa Ger?” tanya Gebi yang tiba-tiba sudah berdiri di sampingnya.
Geri membuang nafasnya kasar dan menggelengkan kepalanya. “Gak papa kok kak!”
__ADS_1
Gebi kemudian mengurutkan kemana arah pandangan Geri tadi. “Oooh, kamu naksir sama Ashley?” tanya Gebi kemudian.
Sayangnya kali ini Geri memilih diam dan tidak menjawab.
“Kakak sih punya nomor ponselnya. Kamu mau?” tawar Gebi membuat mata Geri langsung berbinar.
“Mau dong kak!” jawab Geri antusias.
“Dasar pembual! Tadi ditanya diem aja!” balas Gebi langsung mengirimkan nomor ponsel Ashley kepada adiknya.
“Thanks ya kak!”
“Oh iya, kakak setuju gak kalau aku naksir sama adik ipar kakak?” tanya Geri.
“Kakak setuju kok!” jawab Gebi membuat wajah Geri langsung terlihat sangat gembira.
‘Siapa tahu jika Ashley juga menyukai Geri, dia bisa terus diam dan menjaga rahasia ini selamanya!’ gumam Gebi dalam hati.
‘Aku yakin, Ashley bukan perempuan sembarangan yang mudah ditipu. Buktinya dia justru bisa memperoleh foto asli yang sudah aku edit sebelumnya! Padahal Vanno sendiri pasti belum mengetahuinya!’ batin Gebi.
‘Oh My God! Aku benar-benar sudah menjebak orang yang salah dalam perangkapku!’
Setelah serangkaian acara lamaran selesai, kini keluarga Vanno kembali pulang ke Mess untuk mempersiapkan pernikahan nanti malam. Sedangkan Nicko bersikeras mengajak Ashley untuk kembali mencari gaun untuk nanti malam.
“Kalau mau beliin gaun jangan yang terlalu tertutup ya Bang!” pinta Ashley sambil memperlihatkan puppy eyesnya.
“Yang bagus itu yang tertutup Ashley. Yang terbaik lagi yang kayak ibu-ibu pengajian di komplek. Mewah dan syar’i!” tegas Nicko membuat Ashley membuang nafasnya kasar.
“ Boleh deh kalo abang mau beliin Ashley yang kayak begitu!” tutur Ashley membuat Nicko langsung membelalakkan matanya terkejut.
“Kamu serius?”
“Serius asalkan abang juga pakai yang sama persis kayak Ashley!”
Jawaban Ashley kali ini membuat Nicko hanya bisa menepuk dahinya.
“Ashley, Ashley!” gumam Nicko pelan.
__ADS_1