
Ponsel Ashley berdering saat ia baru saja keluar dari butik bersama Nicko. Tampak panggilan dari nomor asing yang tidak tersimpan di ponselnya dan Ashley pun mengacuhkannya dan langsung mengikuti langkah Nicko yang berjalan menuju ke mobil.
“Siapa yang telfon dek?” tanya Nicko.
“Nomor gak dikenal, Bang! Biarin aja dulu deh!” jawab Ashley.
Nicko pun menjalankan mobilnya pulang ke mess sedangkan Ashley memilih untuk menyandarkan tubuhnya dan memejamkan matanya. Rasa lelah sudah mulai menyelimutinya saat ini.
Tak lama kemudian ponselnya kembali berdering. Kali ini tampak nomor ponsel Caca tengah menghubunginya.
“Oh My God!” Ashley menepuk dahinya sendiri.
“Aku lupa jika hari ini ada undangan nikah dari Kejora!” lanjutnya lagi sambil mengangkat panggilan dari Caca dan mengatakan jika dirinya saat ini tidak bisa hadir karena sedang berada di luar kota.
Setelah panggilannya terputus, Ashley kembali mendapat panggilan dari nomor yang sebelumnya menghubunginya. Akhirnya dengan malas pun Ashley langsung menjawab panggilan tersebut.
“Halo!” tukas Ashley saat panggilan mulai tersambung.
“Hai cantik!” sapa pria di ujung telefon. “Aku Geri. Kau masih mengingatku bukan?” tanya Geri.
“Heemmm! Ada apa Ger?”
“Emmm, itu ... Aku membutuhkan seorang bridesmaid untuk malam ini. Kebetulan wanitanya kurang satu. Apa kau mau membantuku?”
“Setidaknya untuk menjadi kenangan dalam acara pernikahan abangmu juga!” jelas Geri.
“Tapi aku ...”
“Tidak perlu datang terlalu cepat jika kau memang sibuk. Masih ada waktu sebelum acara dimulai untuk mempersiapkan diri, Ashley. Lagi pula kau sudah sangat cantik meski dengan make up yang tipis!” balas Geri.
“Bukan begitu ...”
__ADS_1
Setiap kalinat yang ingin Ashley lontarkan selalu saja dipotong oleh Geri.
“Aku menunggumu di hotel Xie jam 6 sore yaa. Sampai jumpa nanti sore!” ucap Geri yang langsung mematikan panggilannya secara sepihak.
Ashley pun tidak ingin memikirkan masalah ini dan langsung menyimpan ponselnya di dalam tas. Setelah itu ia kembali memejamkan matanya membuat Nicko mengurungkan niatnya untuk bertanya kepada Ashley, siapa yang tengah menelfonnya saat ini.
Sesampainya di mess, Ashley langsung terbangun dari tidurnya dan langsung keluar dari mobil. Kemudian ia masuk ke dalam kamar dan melanjutkan tidurnya.
Nicko yang melihat tingkah Ashley kali ini hanya bisa geleng-geleng kepala. “Masih mengantuk, tapi bisa juga keluar dari mobil dan masuk ke kamar untuk melanjutkan tidur!” gumam Nicko.
“Padahal aku ingin menggendongnya ala bridal style dan membawanya masuk ke dalam kamar!”
Nicko pun memilih duduk di samping Vanno sambil menyandarkan tubuhnya.
“Vanno, aku tahu hari-hari yang akan kau jalani pasti sangat berat. Tapi aku yakin dan percaya jika kau pasti akan menjalaninya dengan baik!” tutur Nicko sambil menepuk bahu sahabatnya.
“Thanks, Nicko! Mungkin ke depannya aku tidak bisa mengawasi Ashley dengan intens. Aku titipkan dia padamu! Tolong jaga adik kesayanganku dengan baik!”
Keduanya pun kini saling bertukar cerita sambil menunggu waktu sore. Namun saat sore tiba, keduanya justru sama-sama terlelap sambil bersandar di sofa.
Sedangkan Ashley yang baru saja bangun dari tidurnya, tiba-tiba tergagap saat melihat waktu kini telah menunjukkan jam 4 sore.
“Haaah! Sudah jam 4 sore! Kenapa tidak ada yang membangunkan aku?”
Ashley langsung menyibakkan selimutnya dan turun dari tempat tidur. Kemudian ia keluar dari kamarnya dan melihat kedua abangnya sama-sama tertidur di sofa.
“Bang!” panggil Ashley sambil menepuk lengan Vanno berkali-kali. “Ini udah jam 4, kita harus siap-siap kan buat acara nanti malam!” ucap Ashley pelan membangunkan abangnya.
Bukannya Vanno yang bangun, kini justru Nicko yang lebih dulu membuka matanya.
“Udah jam berapa dek?” tanya Nicko sambil mengerjapkan matanya.
“Jam 4, bang! Bang Vanno tolong bangunin ya. Ashley mau mandi dulu!” ucap Ashley yang langsung menuju ke kamar mandi.
__ADS_1
Tepat jam 5 sore, mereka semua sudah siap untuk menuju ke hotel untuk acara pernikahan Vanno dan juga Gebi.
“Ashley sayang, kali ini kamu ikut mobil mami yaa. Kata keluarga Gebi, kamu akan dirias sebagai bridesmaid malam ini!” tutur Mami Rychelle.
“Bridesmaid?” pekik Nicko dengan nada yang kurang setuju. “Kok mendadak banget mam!”
“Iya, Nick. Kebetulan bridesmaidnya kurang satu. Kalo groomsmen malah udah pas!” jelas Mami Rychelle.
“Ya udah, kali ini kamu yang akan dampingi Vanno yaa!” Mami Rychelle langsung menggandeng tangan Ashley untuk masuk ke dalam mobil.
Sedangkan Nicko kini langsung beralih memandang ke arah Vanno. “Kenapa aku ngerasa janggal ya?”
Vanno hanya mengedikkan bahunya sambil membuang nafasnya kasar.
“Entahlah! Mungkin karena Geri naksir berat sama Ashley, makanya dia mau jadiin Ashley buat pasangannya jadi groomsmen malem ini!” timpal Vanno dengan santai.
“Sial! Jadi kamu tahu kalo Geri itu naksir sama calon istri aku?” tanya Nicko yang langsung diangguki oleh Vanno.
“Hati-hati ya Nick, kalo kamu belum bisa mendapatkan hati Ashley, aku takut Ashley justru jatuh ke dalam pelukan cowok lain!” timpal Vanno yang sengaja memanas-manasi Nicko.
“Yah, jangan gitu dong sob! Aku udah nyatain perasaan aku sama Ashley loh!”
“Tapi dia belum balas kan?” balas Vanno lagi membuat Nicko menelan ludahnya kasar.
Apa yang diucapkan Vanno memang benar adanya. Ashley sama sekali menjawab perasaan yang diutarakan oleh Nicko semalam.
“Trus aku harus gimana dong?!” tanya Nicko gusar.
“Berjuang lebih gigih lagi dong ogeb. Gimana sih kamu nih!”
__ADS_1