My Enemy, My Secret Admirer

My Enemy, My Secret Admirer
Gencatan Senjata


__ADS_3


Sesampainya di teras, tampak Nicko sudah siap membuka bagasi mobilnya untuk dimasuki barang bawaan Nicko.


“Loh Bang Nicko gak kerja?” tanya Ashley.


“Enggak!” jawab Nicko singkat.


Ashley yang sudah siap memulai peperangan langsung diingatkan oleh Vanno untuk mengunci mulutnya. Akhirnya Ashley pun mengangguk lemas sambil membuka pintu mobil yang di belakang.


“Good girl!” puji Vanno sambil mengusap kepala adiknya.


Selama perjalanan menuju bandara, Ashley pun sengaja memasang headset di telinganya untuk menghindari pertengkarannya dengan Nicko. Sedangkan Vanno pun bebas mengobrol dengan Nicko tanoa didengar oleh Ashley yang fokus menonton drama cinta di ponselnya.


“Titip Ashley ya Nick selama aku, papa, dan mama bertugas!” tukas Vanno.


“Siap bro! Ashley akan aman sama aku!”


“Ya kalo bisa sih jangan menyulut peperangan sama dia. Anaknya udah aku bilangin sih!”


Nicko diam diam melihat Ashley dari kaca spion dan kemudian kembali fokus mengemudi.


“Aku juga sebenernya gak pingin perang sama tuh anak. Tapi kamu tahu sendiri kan, aku deg degan banget kalo deket sama dia! Udah gitu kemarin pipi aku sampe merah banget gara-gara deket sama adik kamu!”


“Ck, aku percaya diri kalo lagi ribut aja sama dia. Kalo gak aku malah yang nervous bro!” jelas Nicko membuat Vanno terkekeh pelan.


“Jangan kelamaan nervous Nick! Anak itu udah dewasa sekarang dan udah waktunya menjalin hubungan. Jangan sampai nanti keduluan sama yang lain. Apalagi aku liat surat cinta di dalam laci kamarnya udah numpuk banyak banget.”


“Selama ini sih dia masih nunggu secret admirernya dan sengaja gak bales surat-surat itu. Tapi ketika yang dinantinya selama ini tidak muncul juga, dia bisa saja terima salah satu di antara laki-laki yang mengungkapkan perasaannya sama Ashley!”


Ucapan Vanno barusan juga merupakan momok besar untuk Nicko selama ini. Ia pun menakutkan hal tersebut. Kehilangan Ashley adalah hal terberat untuknya yang sejak dulu selalu menjaga Ashley dengan caranya sendiri.


Nicko menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan. “Aku akan berusaha untuk bersikap yang baik dengannya.”


“Oke, satu tahun lagi saat tugasku selesai, kau harus datang melamarnya!” tantang Vanno yang langsung diangguki oleh Nicko.


Sesampainya di bandara, teman-teman kepolisian sudah menunggu Vanno untuk melepasnya pergi bertugas. Kali ini Vanno tidak sendiri, melainkan pergi bersama 4 orang aipda lain yang terpilih.


Sebelum masuk ke pintu keberangkatan, Vanno kembali memeluk Ashley dengan sangat erat dan memberikan nasihat panjang pada adiknya. Ashley pun hanya menjawab satu kata ‘iya Bang’ dalam setiap nasihat yang dilontarkan Vanno.

__ADS_1


Siapa pun yang melihat mereka berdua berpelukan pasti akan sangat terharu. Namun semuanya terkejut saat Ashley tampak baiasa saja setelah melepaskan pelukannya terhadap Vanno.


Bahkan dengan santainya Ashley melambaikan tangannya ke arah abangnya.


“Bang! Jangan lupa nanti kalo pulang bawa calon istri ya!” tukas Ashley membuat teman-teman kepolisian Vanno menahan tawa mereka melihat tingkah adik Aipda yang satu ini.


Ashley kemudian duduk di salah satu kursi panjang di bandara sambil kembali memasang headsetnya untuk melanjutnya tontonannya di mobil tadi.


Sedangkan Nicko yang diam-diam memperhatikan Ashley pun paham jika wanita yang dicintainya itu sedang menahan dirinya agar tidak menangis dengan cara mengalihkan suasana sedihnya dengan menonton film di ponselnya.


Perlahan Nicko mendekati Ashley dan duduk di sampingnya sambil menyodorkan coklat matcha kesukaan Ashley yang hanya dimakan saat ia sedih.


“Mau coklat?” tawar Nicko membuat Ashley mendongakkan kepalanya dan menatap Nicko dengan seksama.


Kali ini Ashley tidak mampu lagi membendung air matanya yang sedari tadi sudah mengantung di pelupuk matanya.


Ia pun langsung menghambur memeluk Nicko dengan sangat erat sambil meluahkan kesedihannya yang ditinggalkan Vanno dalam waktu yang cukup lama.


“Kenapa Bang Vanno harus jadi polisi kayak papa sama mama? Kenapa Bang Vanno juga terima surat tugas ke tempat yang sangat jauh dan sangat lama, Bang?”


“Kenapaaaa?”


“Kenapa semuanya gak ada yang peduli sama Ashley? Gak abang, gak papa, gak mama, semuanya memilih pergi tanpa ada yang tertinggal buat nemenin Ashley!”


“Kenapa semuanya jahat sama Ashley?”protes Ashley membuat hati Nicko ikut teriris mendengarnya.


“Kan masih ada abang Nicko, mami, sama papi nanti yang nanti nemenin kamu. Abang juga bisa kok jadi tempat curhat Ashley selama Vanno pergi bertugas. Abang janji akan jaga Ashley dengan baik!” ucap Nicko sambil mengusap kepala Ashley.


Sikap Nicko barusan benar-benar membuat Ashley merasa tenang. Ia pun semakin mengeratkan pelukannya terhadap Nicko dan tentunya membuat debaran di dada Nicko menjadi tidak menentu.


Perlahan Ashley mendongakkan kepalanya memandang Nicko sambil tetap menempelkan kepalanya di dada Nicko.


“Bang Nicko!” panggil Ashley.


“Hemm!” jawab Nicko singkat tanpa berani membalas tatapan Ashley.


“Selama papa mama bertugas, kita adakan genjatan senjata yaa! Damai dulu untuk sementara waktu.”


“Nanti kalo papa sama mama udah pulang, kita lanjutkan lagi perangnya!” ajak Ashley yang lagi-lagi dijawab Nicko dengan deheman singkatnya.

__ADS_1


“Hemm!”


“Bang Nicko!” panggil Ashley lagi dan kali ini suara Ashley terdengar begitu manja di telinga Nicko.


“Abang kok kayak habis lari dikejar anjing? Dag dig dug gituh!” lanjut Ashley sambil mengendurkan pelukannya dan mengusap dada Nicko.


Nicko pun menghela nafasnya panjang sambil memegang pergelangan tangan Ashley yang tengah mengusap dadanya dengan begitu lembut.


“Abang Cuma butuh minum, kita cari minum yuk, terus pulang. Setelah ini kita harus antar papa sama mama kamu lagi kan!” ajak Nicko sambil menggandeng tangan Ashley.


“Oke, Bang! By the way, makasih ya coklat green teanya. Tau aja kalo aku suka makan ini!” ucap Ashley sambil mengikuti langkah Nicko.


“Sama-sama!” balas Nicko sambil mengulum senyumnya sendiri. Jika ia boleh meminta, ia ingin seperti ini selamanya dengan Ashley.


Sangat dekat dan romantis. Saling berbagi dan mengerti. Saling membutuhkan dan melindungi. Dan hal penting yang sangat Nicko inginkan sejak lama, saling mencintai dan menyayangi.


Mencintai Ashley memang butuh proses yang sangat panjang. Akan tetapi, Nicko tetap sabar sampai waktunya nanti Tuhan perkenankan Ashley menjadi jodohnya.


“Bang Nicko itu kalo gak ngeselin tuh ganteng banget loh!” puji Ashley sambil menikmati coklat matchanya.


“Masa’?” balas Nicko yang langsung dijawab Ashley dengan anggukan kepalanya.


“Abang mau gak aku bantuin cari cewek buat abang setelah abang temuin secret admiren aku?” tanya Ashley dan Nicko langsung menggelengkan kepalanya.


“Gak mau!”


“Kenapa bang? Aku pasti cariin yang baik kok. Cantik, emmm 53k5!, pinter masak, truuuus perhatian sama Bang Nicko!” balas Ashley.


“Aku gak mau Ashley!” balas Nicko lagi.


“Ya tapi kenapa, Bang?”


“Karena papi sama mami udah jodohin aku!” balas Nicko membuat Ashley langsung menutup mulutnya rapat-rapat.


“Upss! Sorry Bang, Ashley gak tau soalnya!”


“Okey, oh iya kamu mau minuman green tea yang ini gak?” tawar Nicko mengalihkan pembicaraan.


Keduanya kini mulai membicarakan hal-hal yang ringan dan Ashley juga sudah tidak terlihat sedih lagi.

__ADS_1


 


__ADS_2