My Enemy, My Secret Admirer

My Enemy, My Secret Admirer
Cemburu


__ADS_3


Nicko kini mengemudikan mobil pengantin menuju ke Mansion Gebi untuk menjemput mempelai wanita. Setelah itu baru ia menjalankan mobilnya menuju ke hotel dimana acara pernikahan akan dihelat.


Sesampainya di pelataran lobby hotel, Nicko mencengkram setir mobilnya dengan geram saat melihat Ashley yang tampak sangat cantik berdiri menjadi bridesmaid dan berpasangan dengan Geri sebagai groomsmennya.


Jika saat ini ia tidak tengah mengantarkan pengantin, sudah pasti akan menarik Ashley dari deretan bridesmaid yang menyambut kedatangan pengantin.


“Argh! Sial! Sial! Sial!” umpat Nicko kesal.


“Seharusnya Ashley menolak untuk menjadi bridesmaid, apalagi kali ini ia berdampingan dengan Geri!” gerutu Nicko yang merasakan panas yang membara di dalam dadanya.


“Ck, apalagi gaun yang dikenakan Ashley terlalu terbuka dan membuat banyak orang melihatnya dengan tatapan lapar!”


“Huft! Gaun yang aku belikan justru tidak terpakai sama sekali!”


Nicko terus saja menggerutu di dalam mobil sambil memarkirkan mobil yang ia kemudi di tempat yang sudah disediakan. Selepas itu Nicko turun dari mobil dan mengikuti prosesi acara iringan pengantin yang tentunya membuatnya sulit untuk mendekat kepada Ashley.


Sedangkan di sisi lain, Ashley yang berdiri di samping Geri sama sekali tidak memperhatikan jika sedari tadi Geri terus memandang ke arahnya.


“Ehm!” Geri berdehem pelan. “Ashley!” panggil Geri dengan berbisik dan sengaja mendekatkan kepalanya di bahu Ashley sampai hembusan nafas Geri begitu terasa di tengkuk leher Ashley.

__ADS_1


Posisi mereka berdua saat ini tentunya tidak luput dari pandangan Nicko yang semakin mengepalkan tangannya dengan geram.


“Ada apa, Geri?” tanya Ashley sambil menoleh ke arah Geri dan membuat mereka hampir saja berciuman.


Nicko yang sudah semakin panas pun langsung melangkahkan kakinya untuk menemui Ashley dan menariknya jauh-jauh dari Geri. Sayangnya langkahnya langsung ditahan oleh Papi Arick yang berdiri tidak jauh darinya.


“Jangan gegabah Nicko! Tahan rasa cemburumu! Jangan membuat mau keluarga hanya karena kau cemburu melihat Ashley didekati oleh seorang pria lain!” tegur Papi Arick membuat Nicko membuang nafasnya kasar.


“Tapi papi ...”


“Sssttt! Menurutlah Nicko!” titah Papi Arick yang tentunya sudah tidak bisa ia sanggah lagi.


Akhirnya Nicko hanya bisa diam melihat Geri yang tampak sengaja mendekati wanita pujaan hatinya. Sedangkan Geri merasa sedikit bebas karena melihat kedua abang Ashley tidak bisa mendekati Ashley saat prosesi iringan pengantin kali ini.


“Ya!” jawab Ashley singkat.


“Apa kau juga mencintai pria yang dijodohkan denganmu?” tanya Geri lagi dengan harapan jika Ashley merasa tertekan dengan perjodohan ini.


“Tentu saja!” jawab Ashley membuat harapan Geri langsung pupus begitu saja.


“Ini bukan zaman siti nur baya, Ashley. Kenapa kau tidak meminta kebebasanmu dan memilih untuk melanjutkan perjodohan yang membuatmu sangat terkekang?”

__ADS_1


Pertanyaan Geri barusan membuat Ashley menatapnya dengan tajam. “Apa maksudmu berkata seperti itu?” tanya Ashley dengan nada tidak suka.


“Keluargaku menjodohkan aku tentunya untuk masa depan yang baik!” lanjut Ashley  membuat Geri sedikit tidak berkutik dibuatnya.


Namun Geri tidak mau menyerah begitu saja. Ia masih ingin tahu apakah Ashley benar-benar setuju dengan perjodohannya, atau pura-pura setuju padahal hatinya sangat tertekan.


“Oke, oke! Tapi bolehkah aku mendapat sedikit penilaianmu tentang penampilanku malam ini, Ashley?” tanya Geri.


Ashley pun mengamati Geri dari atas sampai bawah. “Menarik!” satu kata terlontar dari mulut Ashley membuat Geri merekahkan senyumannya.


“Apa aku tampan?”


Pertanyaan Geri dijawab Ashley dengan anggukan kepalanya. Geri semakin percaya diri untuk melakukan pendekatan lebih kepada Ashley. Mereka berdua pun mulai mengobrol ringan yang tentunya ditimpali Ashley dengan jawaban yang singkat, padat, dan jelas.


Meskipun begitu, keduanya terlihat tampak sangat akrab dan membuat kobaran api cemburu Nicko semakin besar.


“Ashley, bagaimana jika ada laki-laki lain yang mencintaimu?” tanya Geri.


“Maksudnya?” tanya Ashley sambil mengerutkan dahinya.


Karena sedari tadi mengobrol, Ashley sampai tidak sadar jika saat ini Nicko tengah berjalan ke arahnya.

__ADS_1


“Bagaimana jika aku jatuh cinta padamu bahkan sejak pandangan pertama ketika aku melihatmu turun dari mobil. Apa ada kemungkinan aku mendapatkan balasan dari cintamu, Ashley?” tanya Geri.


“Tentu saja tidak bisa!” jawab Nicko yang kini sudah berdiri di antara mereka berdua. 


__ADS_2