My Enemy, My Secret Admirer

My Enemy, My Secret Admirer
Kembali Pulang


__ADS_3


Keesokan harinya, Nicko, Ashley, Papi Arick, dan Mami Rychelle sudah siap di bandara untuk kembali pulang. Ashley memeluk abangnya cukup lama seolah merasa berat untuk meninggalkannya.


“Abang akan baik-baik saja di sini! Jangan risau, Ashley! Bagi abang saat ini yang terpenting adalah kebahagiaanmu yang sudah tidak dihantui dengan rasa penasaran yang besar!” ucap Vanno yang baru saja mengetahui jika Nicko berhasil mendapatkan hati Ashley tadi malam.


“Jaga diri baik-baik ya Bang! Ashley akan jenguk abang kalau libur lagi!” Ashley melepaskan pelukannya dan menyalami Gebi yang kali ini ikut dengan Vanno mengantarkan mereka ke bandara.


“Sehat-sehat ya kak Gebi! Kabarin aku jika kau melahirkan nanti. Aku kan datang menjenguk bayi kakak!” tutur Ashley sambil mengusap perut Gebi.


“Terima kasih Ashley, aku akan menunggumu datang kembali!” balas Gebi.


Ashley pun melambaikan tangannya ke arah Vanno dan Gebi sambil bergandengan dengan Nicko. Jika semalam yang menikah adalah abangnya, kali ini justru adik dan sahabatnya lah yang menuai kebahagiaan layaknya pengantin baru.


Papi dan Mami hanya melihat mereka berdua dengan senyum mereka yang merekah. Mereka pun turut bahagia saat melihat hubungan Nicko dengan Ashley semakin baik dan tampak serius menuju ke gerbang selanjutnya.


🍄🍄🍄


Setelah menempuh penerbangan, Ashley langsung berendam dengan air hangat sambil mengingat dinner romantisnya dengan Nicko tadi malam.

__ADS_1


Aku benar-benar tidak menyangka akan merasa sebahagia ini. Bang Nicko benar-benar mencurahkan segala perhatiannya dengan sangat luar biasa dan membuat aku terbang melayang. Aku bahkan tidak tahu bagaimana jadinya jika pengagum rahasiaku bukanlah dia.


Lucu memang! Dulu selalu saja perang mulut dan tidak pernah akur sama sekali. Tapi kini, aku justru enggan untuk jauh darinya. Apa seperti ini yang dinamakan budak cinta?


Apalagi semalam ciuman Bang Nicko! Oh My God! Kenapa senikmat ini ya? Dan aku ingin mengulanginya lagi!


Ups! Tunggu dulu! Kenapa lagi-lagi aku melupakan balas dendam itu yaa?


Ashley pun menyudahi berendamnya dan langsung mengeringkan tubuh dan juga rambutnya. Selepas itu Ashley sengaja memakai kaos tanpa lengan yang dipadukan dengan celana pendeknya.


Kemudian Ashley sengaja mengikat rambutnya tinggi ke atas untuk memperlihatkan leher jenjangnya, memoles wajahnya tipis, memakai lotion, dan yang terakhir, Ashley sedikit menyemprotkan parfum di leher dan juga tubuhnya.


Ashley langsung mengambil laptopnya dan keluar dari kamarnya. Kemudian ia mengetuk kamar Nicko dan meminta izin untuk masuk ke dalam. Nicko yang juga baru selesai mandi pun langsung membukakan pintu untuk Ashley.


Blush! Wajah Ashley langsung memerah melihat tubuh Nicko yang polos dengan handuk yang melingkar di pinggangnya.


‘Sial! Niat mau godain Bang Nicko ini kenapa malah senjata makan tuan gini sih!’ rutuk Ashley dalam hati.


Sedangkan Nicko justru langsung menarik tangan Ashley masuk ke dalam kamarnya. “Sini masuk, cantik!” ajak Nicko dimana Ashley justru kikuk dibuatnya.

__ADS_1


“Eh, iya Bang! Abang pake baju dulu gih! Abis itu Ashley mau minta tolong bantuin bikin analisis skripsi!” tutur Ashley sambil meletakkan macbooknya di meja dan duduk di sofa kamar Nicko.


“Emang kalo abang kayak gini aja kenapa?” tanya Nicko yang langsung duduk di samping Ashley.


“Ck! Bang Nicko nih ya!” gerutu Ashley sambil meninju lengan Nicko berkali-kali.


“Awh! Sakit dong cantik! Iya, iya, abang ganti baju!”


Ashley pun langsung menghentikan serangannya dan menyalakan macbooknya. Sedangkan Nicko bukannya langsung berganti baju, justru malah terpaku memandangi Ashley yang terlihat sangat cantik dan harum kali ini.


“Kamu cantik banget sih!” puji Nicko sambil mencolek dagu Ashley.


“Udah deh bang! Ganti baju dulu sana!” Ashley mendorong tubuh Nicko untuk menjauh darinya. Sayangnya tanpa Ashley sadari saat ia menarik tangannya, handuk Nicko justru tersangkut di jari Ashley dan membuat handuknya terbuka.


Mendapati handuk Nicko kini ada di tangannya, Ashley pun langsung berteriak sekencang-kencangnya.


“Aaaaarrrrgggghhhh!”


 

__ADS_1


__ADS_2