My Enemy, My Secret Admirer

My Enemy, My Secret Admirer
Masih OTW


__ADS_3


Selepas pesta pernikahan, Ashley dan Nicko pulang ke rumah karena Ashley ingin momentum malam pertamanya di kamar kesayangannya agar berkesan. Akhirnya permintaan Ashley pun dikabulkan. Kamarnya di dekor seromantis mungkin sesuai dengan keinginan Ashley.


“Aduh bang! Bukanya pelan-pelan dong!” pinta Ashley.


“Ini udah pelan banget, sayang!” balas Nicko.


“Yaah kan Ashley takut kalo nanti sobek!”


“Tenang aja, kalo sobek nanti pasti akan abang ganti deh!”


“Tapi kan beda jadinya, gak kayak yang ori!”


Vanno yang tidak sengaja melewati kamar Ashley dan mendengar percakan mereka berdua hanya bisa menelan ludahnya kasar.


“Ck, Sial banget sih! Udah di duluin sama adek sendiri. Pake acara denger yang kayak begituan lagi!” gerutu Vanno.


“Naah, udah kebuka nih. Gimana? Sekarang lega kan?” tanya Nicko membuat Vanno kembali menajamkan pendengarannya.


“Lega banget bang!” balas Ashley. “Ck, Bang Nicko beneran top banget deh pokoknya!”


“Gila bener dah! Mereka sama-sama gak malu-malu gini mau malem pertama. Gak deg-degan atau gimana gituh? Ini malah santai banget ngomongnya!” gumam Vanno yang sama sekali tidak habis pikir dengan apa yang ia dengar.

__ADS_1


Tak lama kemudian, pintu kamar Ashley terbuka dan Vanno pura-pura lewat dan tidak melihat Nicko.


“Abang ipar!” panggil Nicko yang kemudian mengejar langkah Vanno dan menepuk bahunya.


Vanno pun berbalik dan melihat Nicko masih menggunakan kemeja yang dikenakan saat pesta tadi. Hanya saja Nicko sudah melepaskan jasnya.


“Gila lu! Cepet amat malam pertamanya!” tutur Vanno.


“Yee, siapa juga yang udah malam pertama. Baru mau persiapan malah.”


“Haaah?! Terus yang heboh dari tadi di kamar apaan sampe aku denger Ashley bilang lega banget?” tanya Vanno.


“Waaah, pelanggaran nih abang ipar aku! Kamu nguping ya?”


“Bukan nguping! Cuma gak sengaja denger aja!”


“Ya udah sana mandi!”


Nicko pun langsung mengambil handuknya dan menuju ke kamar Vanno. Sedangkan Vanno kini hanya bisa menghela nafasnya panjang.


“Huuuuh! Ternyata Cuma ngelepasin gaun. Gitu ajah udah berisik banget di kamar. Gimana kalo lagi bikin anak ya?” Vanno hanya bisa geleng-geleng kepala sambil turun ke bawah untuk ikut membantu membereskan rumah.


***

__ADS_1


“Bang Nicko udah mandi?” tanya Ashley sambil mengeringkan rambutnya.


“Udah dong. Tadi nebeng di kamar mandinya abang ipar!” jawab Nicko membuat Ashley sedikit terkekeh mendengarnya. Mereka benar-benar sahabat karib yang sulit untuk dipisahkan dan sekarang justru menjadi saudara ipar.


“Ceileeh, sekarang manggilnya udah abang ipar yaa?”


Nicko tersenyum mendengar ledekan Ashley barusan. Ia menjemur handuknya dan kemudian mendekati Ashley dan memeluknya dari belakang.


“Kalo yang ini, udah sah jadi istri aku dan sebentar lagi akan bikin program untuk naik pangkat jadi ibu dari anak-anak aku!” ucap Nicko sambil menghirup aroma tubuh Ashley dalam-dalam.


Blush! Pipi Ashley langsung merah merona mendengarnya. Perlahan ia mengusap rahang Nicko dan kemudian mengalihkan pandangannya ke arah Nicko hingga netra mereka saling bertemu.


“I love you, My Addara!” ucap Nicko yang langsung menggendong istrinya ala bridal style dan merebahkannya di atas tempat tidur.


Kemudian Nicko langsung ikut merebahkan tubuhnya di samping Ashley.


“Aku gak nyangka bisa jadi suami dari seorang gadis cantik jelita seperti kamu, Ashley! Aku kira dulu kita bakal berantem terus dan kamu akan anggap aku musuh kamu selamanya.”


Nicko mulai memainkan rambut Ashley dan menyingkirkan helai rambut Ashley yang menutupi wajahnya.


“Tapi akhirnya, kini aku justru menjadi teman dalam selimutmu yang sebentar lagi akan merasakan keindahan surga dunia!”


“Iiiih, abang nih kenapa harus diomongin sih?” gerutu Ashley yang semakin tampak malu.

__ADS_1


“Oh iya, harusnya kan langsung dipraktekin yaa!” balas Nicko yang langsung merapatkan tubuhnya dengan tubuh Ashley.


 


__ADS_2