
Dahlia adalah anak sulung dari Bripda Weny, bawahan mami Rychelle yang terus saja mengejar-ngejar Nicko dan berambisi ingin menjadikan Nicko sebagai suaminya. Sayangnya Nicko sama sekali tidak menggapainya, bahkan satpam perusahaan Nicko langsung paham jika Dahlia datang, mereka langsung menariknya keluar.
“Pak, yang tadi itu serius calon istri Pak Nicko?” tanya Ashley saat mereka berdua di dalam lift.
“Tentu saja tidak!” balas Nicko singkat.
“Tapi tadi saya dengar dia bilang ...”
“Stop, Ashley! Kita sedang berada di kantor. Aku harap kita membahas pekerjaan saja dan bukan hal pribadi!” sanggah Nicko sambil memijit kepalanya yang terasa sangat pusing.
“Iya deh, Pak!”
Kali ini ia benar-benar terjebak dengan permainan yang ia buat sendiri. Tidak ada seorang wanita pun yang bisa ia kenalkan kepada Ashley sebagai wanita yang dijodohkan kepadanya. Tidak mungkin juga ia membawa Dahlia dan memperkenalkan Ashley sebagai calonnya.
Ia paham betul bagaimana saat Ashley melihat Dahlia dari ujung kaki sampai ujung kepala. Jika ia mengenalkan Dahlia sebagai perempuan itu, sudah pasti Ashley akan mencibirnya habis-habisan dan mengatakan jika ia hanya lelaki yang bodoh dan payah karena mau menerima perjodohan itu.
Sesampainya di ruang kerja, Ashley langsung membuatkan kopi untuk Nicko. Sedangkan Nicko mulai mengecek tumpukan berkas yang ada di mejanya.
“Kopinya saya letakkan di meja sebelah sini ya pak!” tukas Ashley meletakkan secangkir kopi di meja dekat sofa.
“Terima kasih, Ashley. Kamu bisa kesini sebentar?” panggil Nicko dan Ashley pun langsung datang memenuhi panggilan bosnya.
“Ada yang bisa saya bantu, pak?”
“Hari ini saya akan pergi meeting sendiri dan kamu saya minta untuk merekap beberapa data ke dalam komputer saya.”
“Siap Pak Nicko!”
Ashley pun langsung mengambil kursi dan membawanya ke samping Nicko. Ia pun langsung menyalakan komputer Nicko.
“File datanya sebelah mana ya pak?” tanya Ashley saat komputer Nicko sudah menyala.
Nicko pun berbalik dan langsung memegang kursor yang saat ini masih dipegang oleh Ashley. Posisi mereka berdua kini seperti Nicko tengah memeluk Ashley dari belakang.
“Saya sudah menyiapkan file barunya dan kamu tinggal input datanya masuk ke sini. Setelah itu kamu bisa langsung menyimpannya!” titah Nicko sambil terus mengklik beberapa file sampai terbuka.
Hembusan Nafas Nicko yang begitu terasa di tengkuk leher Ashley membuat bulu kuduk Ashley sedikit meremang. Ashley pun menoleh ke arah Nicko dan pandangan mereka kini langsung beradu.
“Kalau bapak deket-deket kayak gini, nanti dikira pegawai lain saya ada main loh sama bapak!” tutur Ashley membuat Nicko sedikit salah tingkah.
__ADS_1
Ia pun cepat-cepat melepaskan tangannya dan mendorong kursinya ke belakang menjauh dari Ashley.
“Oke, kamu sudah paham kan?” tanya Nicko dan Ashley langsung menganggukkan kepalanya.
“Kalau begitu lakukan dengan baik, Ashley dan kirim segera laporannya ke emailku!”
“Siap Boz!” balas Ashley yang langsung mengerjakan perintah dari Nicko. Sedangkan Nicko langsung menyiapkan berkas meetingnya dan meninggalkan ruangannya.
🍄🍄🍄
Kali ini Nicko meeting dengan perusahaan milik sepupunya, Malvin Oliver putra dari Rychand Oliver, abangnya Mami Rychelle. Usia Nicko dengan Malvin yang terpaut dua tahun membuat mereka seperti teman sebaya. Bedanya, Malvin sudah menikah dan memiliki seorang anak.
“Hai Nicko, bagaimana kabarmu?!” sapa Malvin yang sudah menunggunya lebih awal.
“Baik Bang. Keluarga sehat kan?” tanya Nicko.
“Yap, sehat semua dan mereka titip salam sama kamu. Sampe pada nanyain loh kapan kamu nikah!”
Nicko sudah menduga sebelumnya tentang pertanyaan titipan ini yang tidak pernah berubah dari beberapa tahun yang lalu. Ia pun hanya tersenyum menimpali ucapan Abangnya.
“Lagi menyusun strategi Bang! Bantuin napa!”
“Toh, anaknya juga hampir lulus kuliah kan?” tanya Malvin yang paham betul jika selama ini Nicko memendam perasaan terhadap Ashley.
“Iya sih Bang. Aku masih takut kalo Ashley nolak aja!”
“Yaelaaaah bujang lapuk satu ini masih takut aja. Kalau dia nolak? Pepet terus sampe dia nyerah dan memilih kamu sebagai suaminya!”
“Kalo sampe gak nyerah gimana dong bang?” balas Nicko yang memang sangat takut kehilangan Ashley.
“Kalau sampe dia terus terusan nolak kamu dan gak nyerah, aku yang akan turun tangan. Tapi, kalo menurut aku sih dia mana mungkin menolak sepupu aku yang tampan tapi gak gentle ini!” goda Malvin sambil mencolek dagu Nicko.
“Ck, Ngaco aja kalo ngomong!”
“Oh iya, denger-denger Melva udah jadi dokter ya?” Nicko menanyakan adik Malvin yang baru saja mengambil sumpah dokter.
“Iya, udah gitu dia milih untuk ambil tugas di luar kota lagi!” timpal Malvin.
Keduanya kini saling bertukar cerita sambil membicarakan bisnis mereka berdua.
🍄🍄🍄
__ADS_1
Sedangkan di sisi lain, Ashley yang sudah selesai mengerjakan perintah dari Nicko pun iseng-iseng untuk membuka youtube di layar komputer Nicko. Setelah menyimpan semua data sesuai dengan perintah Nicko tadi, Ashley meminimizekan layar tugasnya.
Namun saat melihat desktop di komputer Nicko, ada satu file yang membuat Ashley penasaran dan sangat ingin membukanya.
“My Love Sweet Girl?” gumam Ashley pelan membaca file khusus yang berbentuk gembok.
“Itu pasti data-data tentang perempuan yang disukai sama Bang Nicko. Mungkin perempuan itu juga yang dijodohkan sama Bang Nicko!”
Ashley mengarahkan kursornya untuk mengklik dan membukanya. Tapi tiba-tiba ia mengurungkan niatnya.
“Tunggu-tunggu! Ini kan privasinya Bang Nicko. Mana boleh aku buka-buka!” gumam Ashley mengingatkan dirinya sendiri.
“Duuuh, tapi aku penasaran banget. Gimana yaaa?”
Ashley mengusap wajahnya kasar dan mulai menata nafasnya yang mulai tidak beraturan.
“Inhale!” Ashley menarik nafasnya dalam-dalam. “Exhale!” kemudian ia menghembuskan nafasnya perlahan.
“Maaf ya Bang, Ashley penasaran banget nih. Jadi mau gak mau Ashley harus buka privasi Bang Nicko kali ini.”
“Kalo abang memang gak pantas buat Ashley, maka Ashley akan mundur buat memiliki perasaan terlarang ini sama Bang Nicko.”
Dengan tekad membara, Ashley mulai membuka file yang bertuliskan My Love Sweet Girl tersebut. Sayangnya filenya terkunci dan harus mengetikkan password untuk membukanya.
“Yaaah, ternyata ada passwordnya!” gumam Ashley sambil menepuk pipinya berkali-kali.
“Tapi ini bukan masalah sulit bagiku. Aku akan mengeluarkan jurus hacker topi putih! Ciat ciat ciat!” Ashley menggerakkan tangannya ke kanan dan ke kiri seperti hendak berkelahi.
Kemudian ia mengetik kunci kode hacker untuk mengetahui password asli file yang ingin ia buka.
“MyAddara!” gumam Ashley yang sangat terkejut saat mengetahui kunci password yang digunakan adalah namanya sendiri.
Jantung Ashley kembali berdebar-debar tidak karuan saat mengetikkan password tersebut dan file tersebut pun langsung terbuka.
💌💌💌
Naaah, kira-kira apa ya isi file tersebut?
Naaah, yang penasaran jangan lupa tinggalkan jejak kalian untuk karya Author dengan like, komentar, subscribe, gift (bunga, kopi, iklan, koin, dll), dan rate bintang 5 yaaa. Terima kasih semuanya.
__ADS_1