
Ashley’s Point of View
Aku terjaga saat ada sentuhan lembut di wajahku yang entah mengapa membuatku berdesir tidak menentu. Dan kali ini aku mendengar dengan jelas jika Bang Nicko benar-benar menyatakan perasaannya terhadapku.
Jujur, aku benar-benar sangat bahagia mendengarnya. Aku merasa terbang melayang di udara saat mendapati dirinya yang sangat takut kehilangan diriku.
Tapi tunggu, ada apa dengan diriku sekarang? Aku merasa bulu kudukku semuanya berdiri saat Bang Nicko mengusap bibirku dengan sangat lembut. Jangan-jangan, Bang Nicko mau menciumku?
Oh My God, pikiranmu terlalu jauh Ashley! Mana mungkin Bang Nicko berani mengambil ciuman pertamamu!
“Ashley,” terdengar Bang Nicko memanggilku dengan suaranya yang sedikit tertahan.
“Aku ingin mengulanginya lagi, mencium bibirmu saat kau terlelap seperti ini!” ucapnya membuatku menelan ludahku kasar.
Apa? Mengulanginya lagi?
Berarti sebelumnya Bang Nicko sudah pernah mencium bibirku?
Jadi, yang kemarin itu bukan mimpi, tapi kenyataan yang masuk ke dalam mimpi. Ya Ampuun, ternyata ciuman itu benar-benar sangat nik ...
__ADS_1
Ups! Kenapa aku malah berpikiran bodoh seperti ini. Harusnya kan aku mendorong Bang Nicko untuk menjauh dariku.
Atau mungkin menamparnya sekuat tenaga demi harga diriku sendiri. Ini kenapa aku justru malah menginginkan ciuman itu sih?
“Nicko! Where are you?”
Kudengar suara Mami Ashley memanggil putranya. Tangan Bang Nicko pun tidak lagi menyentuhku dan lak lama kemudian aku mendengar suara pintu kamarku terbuka kemudian langsung tertutup lagi.
Aku pun membuang nafasku kasar dan membuka mataku. Ada perasaan lega dan kecewa yang bercampur aduk tidak menentu membuat aku benar-benar bingung dan tak mengenal diriku sendiri.
Seharusnya aku tidak perlu merasa kecewa bukan? Seharusnya aku bersyukur karena Bang Nicko tidak jadi mencium bibirku. Ayolah Ashley, jangan menjadi bodoh hanya karena cinta!
“Kamu ngapain di kamar Ashley?” suara Mami Rychelle yang bertanya dengan nada tinggi membuatku menajamkan pendengaranku kali ini.
“Kotak hadiah dari kamu, maksudnya? Terus kapan rencananya kamu mau bilang semuanya sama Ashley? Mami bener-bener udah gak sabar loh nunggu kamu ungkapin semuanya!” desak Mami Rychelle membuatku menahan tawa saat mendengarnya.
“Ya ini tadi Nicko mau ngomong Mami. Tapi Ashley malah ketiduran sambil nonton film di macbooknya. Padahal tadi dia ngakunya mau fokus ngerjain skripsi!”
Aku terhenyak dan mulai teringat jika aku menghindari Bang Nicko dengan alasan mengerjakan skripsi.
“Ya udah, sekarang kamu mending tidur. Jangan malah gangguin anak gadis yang lagi tidur!”
__ADS_1
“Oke Mami, Good Night and Have a nice dream!”
Aku rasa sekarang Mami Rychelle sudah masuk ke dalam kamarnya, begitu juga dengan Bang Nicko. Tapi kenapa pintu kamarku kayak ada yang mau buka lagi ya?
Aku pun cepat-cepat memejamkan mata saat pintu kamarku terbuka dan kembali tertutup.
“Maaf ya Ma, Nicko harus bohong kali ini. Habis cium Ashley, Nicko pasti akan langsung balik ke kamar dan tidur nyenyak!” ucap Bang Nicko lirih namun terdengar jelas di telingaku.
Apaaa?!! Jadi Bang Nicko beneran mau cium bibir aku?
Kali ini ritme detak jantungku sudah tidak beraturan. Bahkan aku merasa sesak dan sulit bernafas saat merasa Bang Nicko sudah duduk di tepi tempat tidurku.
Cup!
Kecupan sekilas dari Bang Nicko di bibirku membuat tubuhku seketika meremang.
“Have a nice dream calon istriku!” bisik Bang Nicko yang kemudian kembali menempelkan bibirnya di bibirku dan memagutnya sedikit l!4r.
Aku yang masih bingung hanya diam tidak membalas. Namun bodohnya aku, suara l3n9uhan justru terkeluar dari mulutku membuat Bang Nicko semakin dalam menciumku sampai aku hampir saja kehabisan nafas.
Setelah itu, dia mengusap bibirku pelan dan mengecup keningku dengan sangat mesra. Selepas dia keluar dari kamarku, aku benar-benar seperti orang gila dengan berguling-guling di tempat tidurku.
__ADS_1
Yah, kali ini aku nyatakan jika aku benar-benar sudah jatuh cinta.