My Enemy, My Secret Admirer

My Enemy, My Secret Admirer
Kakek Ashley Gak Setuju?


__ADS_3


Nicko mengetuk pintu ruang kerja dan langsung di persilahkan masuk. Setelah di dalam, tampak Kakek Aris duduk di kursi sambil melipat kedua tangannya di depan dada.


Jika biasanya gaya itu yang Nicko gunakan saat berada di kantor dan tentunya sangat ditakuti oleh karyawan bawahannya, kali ini ia justru dihadapkan dengan situasi dimana ia seperti pegawai baru yang akan interview dan Kakek Aris adalah bosnya.


“Duduk, Nicko!” titah kakek Aris.


Nicko pun mengangguk dan langsung duduk di depan Kakek Aris. Kemudian terdengar kakek Aris membuang nafasnya kasar.


“Huh! Kakek pikir akan punya cucu menantu seorang polisi juga yang bisa bersikap tegas, gagah, dan bisa menjaga cucuku dengan baik. Tapi ternyata, kakek hanya mendapat cucu menantu payah sepertimu!” celetuk Kakek Aris membuat Nicko menelan ludahnya kasar.


Ketegasan Kakek Aris saat di kantor polisi kini terlihat jelas di hadapannya membuat Nicko sedikit gemetar. Namun mengingat Ashley yang harus ia dapatkan membuat semangatnya kembali berkobar.


‘Jangan menyerah Nicko, anggap saja kakek tua ini sebagai kerikil kecil!’ gumam Nicko dalam hati.

__ADS_1


“Meski Mami Rychelle adalah orang terpandang di kantor, tetap saja kau sama sekali tidak mewarisinya!”


“Katakan pada kakek, apa yang kau miliki untuk meminang cucuku!”


Nicko menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan.


“Saya memang hanya pria biasa yang mencintai cucu anda dengan tulus kek, bahkan sejak Ashley duduk di bangku SMA.”


“Karena cinta dan rasa sayang saya yang begitu dalam, saya tidak pernah ingin membuat cucu kakek menderita atau sakit hati karena saya!”


“Kau bahkan menyiksa cucuku dalam waktu yang lama, Nicko!” gertak Kakek Aris membuat kobaran api semangat Nicko berhamburan kemana-mana.


Kini Nicko hanya bisa menundukkan kepalanya tanpa berani memandang ke arah kakek Aris. Kakek Aris pun bangkit dari tempat duduknya dan menepuk bahu Nicko.


“Kakek hanya ingin cucu menantu yang tidak menyakiti cucu kakek sama sekali, Nicko. Jadi, maafkan kakek jika detik ini kakek tidak setuju jika kamu menikahi Ashley!”

__ADS_1


“Mungkin perbincangan kita cukup sampai di sini. Hari ini akan ada keluarga laki-laki yang baik dan tepat untuk datang melamar Ashley! Kamu, bisa keluar untuk menjadi saksi!”


Deg! Ucapan kakek Aris kali ini membuat Nicko lemas seketika. Ia tidak dapat berkata apa-apa lagi selain berdoa dalam hati jika semua kejadian yang ada di ruang kerja saat ini hanyalah mimpi.


Nicko tersungkur di ruang kerja sambil berdoa dalam hatinya untuk meminta pertolongan.


‘Yaa Tuhaan, saat ini tidak ada yang bisa aku mintai pertolongan selain Engkau. Aku memang lemah dan tidak berdaya untuk disandingkan dengan makhluk ciptaanMu yang sangat cantik dan mempesona. Dan kali ini aku hanya bisa memohon kepadaMu Yang Maha Kuat dan Perkasa untuk memberikan kekuatan kepadaku, agar aku bisa menghadapi kenyataan ini.’


‘Yaa Tuhaan, jika aku boleh jujur kali ini. Aku tidak sanggup jika harus merelakan makhluk cantikMu dipersunting oleh pria lain. Kali ini aku benar-benar memohon izin dariMu, jadikanlah aku satu-satunya pria yang pantas mempersunting Ashley menjadi seorang istri.’


Nicko benar-benar terpukul mendengar ucapan kakek Aris tadi. Penolakan kakek Aris membuatnya bagaikan keruntuhan gedung paling tertinggi. Namun setelah berdoa, hatinya mulai tenang.


Meski langkahnya terasa berat untuk keluar dari ruangan tersebut, namun ia harus tetap kuat menghadapi apa pun yang akan terjadi. Nicko menyeka air matanya dan membuka handel pintu.


Semua orang yang hadir dalam penyambutan kedatangan orang tua Ashley kini tertuju padanya tanpa terkecuali. Begitu juga dengan Ashley yang tersenyum begitu manisnya ke arah Nicko.

__ADS_1


Di samping Ashley, tampak seorang pria yang berdiri dengan gagahnya mengenakan seragam kepolisian. Jika dilihat dari bet yang ada pada seragamnya, pangkat pria itu cukup tinggi dan setara dengan abangnya Ashley.


__ADS_2