
Keesokan harinya, Ashley sengaja bangun pagi untuk mempersiapkan dirinya mengikuti serentetan acara hari ini. Meski pesta pernikahannya akan dihelat malam hari, pagi ini akan ada acara lamaran secara simbolik dan perkenalan antara dua keluarga.
Ashley tampak sangat anggun dan cantik mengenakan gaun yang dibelikan mami Rychelle semalam. Nicko sendiri akhirnya merelakan Ashley memakainya mengingat waktunya juga sangat mepet jika harus membeli gaun lagi.
Penampilan Nicko sendiri tidak kalah macho dari pengantin hari ini. Setelan jas berwana hitam yang senada dengan gaun Ashley membuatnya terlihat semakin tampan di mata Ashley.
Bahkan Ashley sampai salah tingkah melihat ketampanan Nicko hari ini.
Iringan mobil pengantin pria sudah siap di depan mess. Teman teman kepolisian juga sudah berbaris rapi di sekitar deretan mobil. Mami dan Papi ikut mobil yang paling depan, sedangkan Ashley, Nicko, dan Vanno untuk sementara naik di mobil pengantin.
Kini mereka sudah siap berangkat menuju ke kediaman mempelai wanita. Ashley yang kini duduk di samping abangnya diam-diam mencuri pandang ke arah Nicko lewat kaca spion. Begitu juga sebaliknya hingga kedua netra mereka bertemu.
Vanno sendiri yang melihat tingkah mereka berdua hanya tersenyum dan berdehem pelan.
“Ehm!”
“Kamu mau duduk di sini, Nick?” tanya Vanno.
__ADS_1
“Pinginnya sih gitu. Aku aja yang nikah hari ini sama Ashley!” balas Nicko yang sudah mulai berani terang-terangan.
“Diiih! Siapa juga yang mau nikah sama Bang Nicko!” tukas Ashley sambil uang mukanya ke luar jendela mobil.
“Yaaah dek. Jangan gituh dong! Abang patah hati nih!” celetuk Nicko dengan gaya yang dibuat-buat.
“Bodo amat daaagh!” balas Ashley yang cepat-cepat memasang earphone untuk menghindari perang mulut dengan Nicko.
Ashley memang memasang earphone, tapi ia tetap masih mendengarkan perbincangan antara Vanno dengan Nicko yang tentunya tengah memperbincangkan dirinya.
“Jangan diledekin terus Nick! Ntar anaknya malah lari loh!” tutur Vanno.
“Kalo dia gak mau gimana?” tanya Vanno.
“Bantuin dong rayu dia buat aku. Aku beneran bisa gila kalo Ashley nolak cinta aku!” balas Nicko membuat Ashley kali ini harus menahan tawanya di dalam hati.
‘Ya Ampun Bang Nicko ternyata segitunya banget ya bucin sama aku!’ gumam Ashley dalam hati.
“Kalo minta bantuan aku, berarti satu tahun lagi dong selepas aku pulang tugas dari sini!”
“Itu mah lama banget, Nick. Yang ada aku jamuran nanti nunggu kamu!” celetuk Nicko sambil mencuri pandang ke arah Ashley. “Aku mau lamar dia selepas dia wisuda nanti!”
__ADS_1
Kali ini Ashley menelan ludahnya kasar. Skripsinya sudah tinggal satu langkah lagi. Kemungkinan ia akan wisuda 4 bulan lagi selepas magang di kantor Nicko.
“Apa gak kecepetan tuh, Nick?!” tanya Vanno.
“Itu malah kelamaan menurut aku, Van. Kalo boleh mah sebulan lagi aku udah pingin nikahin adik kamu kalo bisa!”
“Baru seminggu tinggal sama dia aja aku rasanya udah dag dig dug gak karuan kok!”
“Asal kamu tahu aja yaa. Ternyata Ashley kelihatan cantik banget kalo lagi bangun tidur. Cuma ngeliat dia bangun tidur aja celana k0l0r aku kerasa sesak banget!”
Uhuk! Uhuk!
Ashley yang sudah tidak kuat mendengarkan celotehan antara abang kandungnya dengan Nicko pun tiba-tiba langsung batuk-batuk seperti orang tersedak. Padahal kali ini ia tidak sedang makan atau minum apa-apa.
“Ya Ampun dek. Kamu kenapa?” tanya Nicko yang langsung menyodorkan botol air mineral dari tempat duduknya.
Ashley pun langsung menerima air mineral pemberian dari Nicko dan meneguknya. Sedangkan Vanno sendiri langsung mengecek ponsel Ashley.
‘Ck, anak ini ternyata gak ndengerin musik tapi malah ndengerin obrolan cowok! Pantes aja sampe keselek gituh!’ gumam Vanno dalam hati.
__ADS_1