My Enemy, My Secret Admirer

My Enemy, My Secret Admirer
Mati Gaya


__ADS_3


“Pegangan Ashley!” titah Nicko di tengah perjalanan karena sedari tadi Ashley tidak berpegangan sama sekali.


“Iya!” Ashley langsung memegang ujung kaos Nicko dengan kedua tangannya.


“Ck, bukan gituh pegangannya! Yang kenceng dong biar gak jatuh!” titah Nicko lagi sambil melirik ke kaca spionnya.


Grab!


Ashley langsung memeluk Nicko sangat erat sambil menyandarkan kepalanya di punggung Nicko. Jangan ditanya bagaimana perasaan Nicko saat ini.


Jantungnya berdebar-debar tidak menentu, nafasnya mulai tercekat di leher dan m,embuatnya sedikit merasa sesak. Bulu kuduknya juga mulai meremang, terlebih saat ia benar-benar merasakan dada Ashley yang menempel penuh di punggungnya.


Bahkan keringatnya mulai berkucuran, padahal udaranya masih sangat dingin dan Nicko sama sekali belum melakukan olahraga sedikit pun.


Tidak hanya Nicko, Ashley pun merasakan hal yang sama. Ada getaran rasa nyaman yang membuatnya justru semakin mengeratkan pelukannya dengan Nicko.


Ashley sadar dan paham jika Nicko mulai kalang kabut karena ia memeluknya. Namun ia justru sengaja menggoda Nicko dengan mengusap dada Nicko pelan dengan tangannya.


“Bang, kok degub jantungnya kek orang habis maraton gini sih? Padahal kan abang belum mulai lari pagi!” celetuk Ashley membuat Nicko membuang nafasnya kasar.


“Yaaa, itu artinya jantung abang normal!” balas Nicko asal.


“Normal?” balas Ashley mengulangi ucapan Nicko.


“Ini malah kek sakit jantung loh Bang! Harusnya diperiksain ke dokter mata!” balas Ashley dengan nada sedikit meledek.


“Atau jangan-jangan abang grogi ya Ashley peluk?” tanya Ashley.

__ADS_1


Perlahan Ashley pun mengendurkan pelukannya sambil memandang wajah Nicko yang sedikit memerah dari kaca spion. Namun, cepat-cepat Nicko mengerem motornya mendadak dan membuat Ashley kembali memeluknya dengan erat.


“Udah deh, gak usah komplain! Pegangan yang bener! Bentar lagi udah mau sampe!” titah Nicko yang tidak mau kehilangan momen berharga ini.


Sesampainya di taman kota, Ashley pun langsung menjauh dari Nicko dan segera mencari keberadaan dua orang temannya. Sedangkan Nicko hanya memandanginya dari jauh.


‘Ashley.. Ashley.. Kamu bener-bener bikin aku mati gaya!’ gumam Nicko dalam hati. ‘Bisa-bisanya sih kamu sesantai itu ngeledekin aku!’


Perlahan Nicko mengatur nafasnya dan melakukan sedikit pemanasan sebelum berlari tanpa mengalihkan pandangannya dari Ashley.


Ashley pagi ini memang tampak sangat cantik dengan rambut yang diikat seperti ekor kuda ke atas dan memperlihatkan leher jenjangnya. Kecantikan Ashley pagi ini tentunya tidak luput dari pandangan laki-laki yang sedang berolahraga di taman kota pagi ini.


Nicko mulai merasa cemburu saat mendapati beberapa laki-laki yang ada di sekeliling Ashley memandangi perempuan pujaan hatinya dengan tatapan lapar. ‘Ck, aku benar-benar tidak rela kecantikan calon istriku dinikmati oleh banyak lelaki di sini!’ gerutu Nicko dalam hati.


Ia pun langsung mengetikkan pesan singkat kepada Ashley untuk memberi sedikit peringatan.


💌 Nicko Lawrence


💌 Ashley Addara


[Iya bawel! 😏 ]


Selepas membalas pesan dari Nicko, Ashley pun kembali menyimpan ponselnya ke dalam tas.


“Ashley, kamu udah denger kabar terbaru dari grup kampus belum?” tanya Caca yang sudah mulai mengawali perbincangan mereka pagi ini.


“Aduh, selama magang aku udah jarang buka grup chat kampus. Ada cerita apaan emang?” balas Ashley.


“Kamu tahu Pak Tristan gak? Dosen killer yang ganteng, tapi pelit kalo kasih nilai sama mahasiswanya!” timpal Qila.

__ADS_1


“Tau banget lah. Aku juga pernah dapet nilai C dari dia sampe harus ngulang mata kuliah lagi. Kenapa sama Pak Tristan?” tanya Ashley penasaran.


“Kabarnya dia mau nikah sama Kejora, pacarnya Abim!” balas Caca membuat Ashley membulatkan matanya dengan sempurna.


“Seriusss?” tanya Ashley sedikit tidak percaya.


“Serius Ashley. Bahkan dia juga undang kita di grup untuk datang ke pesta pernikahannya!” timpal Qila dengan antusias.


“Kapan?”


“Besok malam!” jawab Caca dan Qila secara serempak.


“Kamu jangan lupa dateng ya. Acaranya ada di Resto Kemangi punya Kejora. Undangannya juga udah ada di grup. Kemarin aku lihat ada nama kamu juga kok yang diundang!” timpal Caca.


“Oooh, gitu yaa! Aku gak janji deh bisa dateng atau gak. Soalnya acaranya malem!” balas Ashley.


“Yaaaah, gak seru dong kalo gak ada kamu!” celetuk Qila.


“Gini aja deh! Gimana kalau besok kamu aku jemput sore? Aku yang minta izin sama mama papa kamu juga!” tawar Caca.


“Trus kalo gak boleh gimana?” tanya Ashley yang sedikit pesimis untuk mendapatkan izin kali ini.


“Yaah kamu usaha dong untuk minta izin mulai dari sekarang. Lagi pula kita janji kok gak akan pulang sampe larut malem. Iya kan Qila?”


“Tepat sekali. Jadi gimana? Kamu tetep ikutan kan ke pesta pernikahannya Kejora?” tanya Qila.


“Emm besok aku kabarin deh yaa!” balas Ashley yang langsung diangguki oleh kedua temannya.


Kali ini Ashley bukannya berolahraga atau pun lari pagi. Tetapi ia justru bercerita dengan kedua temannya sambil menikmati sarapan di salah satu kedai di taman kota. Setelah puas bertukar cerita, mereka bertiga pun berpisah dan pulang ke rumah masing-masing.

__ADS_1


 


 


__ADS_2