
Satu bulan kemudian,
“Bang Vanno beneran gak bisa pulang buat hadiri pernikahan Ashley?” tanya Ashley saat panggilannya sudah tersambung oleh Vanno.
Hari ini pesta pernikahan Ashley dan Nicko akan dihelat di sebuah hotel ternama. Sedangkan untuk acara akad nikahnya, akan diselenggarakan di rumah Ashley dan ini juga atas permintaan Ashley sendiri. Sekarang ia sedang dirias oleh MUA sambil menghubungi abangnya.
“Abang akan datang secara virtual, Ashley. Boleh kan?” tanya Vanno membuat Ashley hanya menghela nafasnya panjang.
“Yaelah bang, tega bener ama adek sendiri. Padahal waktu abang nikah, Ashley sendiri loh yang datang ke acara nikahan abang!”
“Jangan marah gitu dong, cantik! Kamu bilang deh sama abang minta hadiah apa. Nanti pasti akan abang kasih!”
“Gak usah deh, Ashley yakin abang gak bakal bisa penuhi keinginan Ashley!”
“Ya udah, bilang aja apa yang Ashley mau!”
“Ashley mau permen karet waktu akad nanti buat ngilangin rasa grogi Ashley!”
Permintaan Ashley kali ini membuat Vanno terdiam di ujung panggilan.
“Tuh, kan. Abang pasti gak bisa penuhin permintaan Ashley!”
Dengan kesal Ashley langsung mematikan panggilannya secara sepihak dan meletakkan ponselnya.
Sedangkan di sisi lain, Nicko dan seluruh keluarga besarnya sudah siap untuk menuju ke rumah Ashley. Sedari bangun dari tidurnya, Nicko terus saja mengulang ulang kalimat ijab kabul agar tidak salah nantinya. Dan ini membuat papi dan juga maminya hanya tersenyum geli melihat kegugupan putranya.
“Jangan terlalu gugup, Nicko. Nanti pas di depan papanya Ashley malah lupa semua loh!” tukas Papi Arick.
“Iya papi!” balas Nicko.
Tanpa menunggu lama, mereka pun langsung menuju ke kediaman Ashley. Jarak rumah mereka yang sangat dekat membuat rombongan Nicko langsung sampai di tempat tujuan. Kedatangan mereka pun langsung disambut hanyat oleh Vanno dan juga keluarga yang lainnya.
__ADS_1
“Vanno?” sapa Nicko yang langsung memeluk sahabatnya. “Kata Ashley kamu gak pulang?”
“Masa’ iya sih aku tega sama adik sendiri. Aku baru sampe subuh tadi waktu dia udah muali dirias sama MUA. Jadi kita belum ketemu deh!” jelas Vanno.
“Ya udah, kangen-kangenannya nanti lagi yaa. Pak penghulunya udah nunggu tuh!”
Nicko pun langsung masuk ke dalam rumah Ashley. Tampak papa Teysar sudah duduk di samping Pak Penghulu menantikan kedatangannya. Kedua orang tua Nicko juga langsung masuk ke dalam mengiringi putraya duduk di depan papa Teysar dan juga Pak Penghulu.
Acara akad nikah pun dimulai. MC kali ini tidak lain adalah sepupu Ashley sendiri.
“Nicko Lawrence Berwyn bin Alarick Berwyn!” panggil pak Penghulu.
“Saya, pak!”
“Berapa usia anda dan juga calon istri anda?”
“Usia saya 28 tahun pak, kalau usia istri saya 21 tahun!” jawab Nicko.
“Maksudnya calon istri saya pak! Saya belum pernah menikah sebelumnya dan ini baru mau yang pertama kalinya dan yang terakhir!” jelas Nicko yang langsung meralat jawabannya tadi.
“Oke, sekarang coba anda sebutkan nama calon istri anda!”
“Ashley Addara binti Teysar!”
Setelah serentetan pertanyaan dari pak penghulu berhasil dijawab oleh Nicko, akad nikah pun terlaksana dengan sakral dan hikmat. Setelah itu, Vanno diperintahkan untuk menjemput adik perempuannya di kamar pengantin.
“Selamat ya adik abang yang cantik, akhirnya sekarang udah jadi Nyonya Nicko!” ucap Vanno saat mendatangi adiknya di kamar.
“Bang Vanno!” pekik Ashley yang langsung memeluk abangnya.
“Abang bohongin Ashley yaa. Katanya gak bisa pulang!”
“Surprise dong sayang!” Nicko mengambil permen karet dari sakunya dan memberikan kepada Ashley.
__ADS_1
“Nih permen karet pesenan kamu!”
“Thanks a lot, bang!” Ashley langsung membuka bungkus permen karet dan langsung memakannya. Kemudian Ashley mengatur nafasnya dan mulai meraih tangan abangnya.
“Udah siap Nyonya Nicko?” tanya Vanno dan Ashley pun langsung menganggukkan kepalanya.
Keduanya pun keluar dari kamar Ashley dan menuruni anak tangga. Kecantikan Ashley hari ini membuat seluruh tamu undangan memuji kecantikan Ashley, begitu juga dengan Nicko yang tentunya tidak bisa memalingkan pandangannya sedikit pun dari Ashley.
Ashley pun kini sudah ada di depan pak Penghulu dan menandatangani surat nikah mereka berdua. Setelah itu keduanya langsung diarahkan untuk bersalaman dimana Ashley harus mencium tangan Nicko yang kini sudah menjadi suaminya.
Kemudian penyerahan mahar secara simbolik dan foto bersama keluarga dan kerabat terdekat yang hadir dalam acara akad nikah. Setelah serangkaian acara akad nikah selesai, kini para tamu undangan yang hadir pun menikmati hidangan yang ada, sedangkan Ashley dan Nicko tengah malu-malu kucing dengan status mereka yang baru.
“Hai istri cantikku!” panggil Nicko sambil mencolek dagu Ashley. “Aku sudah tidak sabar untuk membawamu ke kamar!”
Blush! Ucapan Nicko barusan membuat wajah Ashley merona.
“Abang nih gak usah bahas hal kayak begituan deh!” gerutu Ashley menutupi rasa malunya.
“Habisnya kamu bikin abang laper dan pingin cepet-cepet makan kamu!” bisik Nicko membuat Ashley melayangkan cubitannya di pinggang Nicko.
“Awh, sakit dong cantik!” pekik Nicko pelan.
“Makanya jangan bahas yang macem-macem gituh!”
“Iya deh cantik! Tapi nanti malem jangan takut ya. Abang bakal pelan-pelan kok!” balas Nicko yang masih saja membahas masalah di kamar.
“Iiiih, abang nih ya dibilang jangan bahas begitu!” gerutu Ashley kesal.
Kedekatan mereka berdua membuat siapapun yang melihatnya pasti akan iri. Begitu juga dengan Vanno yang kini tengah berdiri sendiri memandangi adiknya yang tampak sangat bahagia.
“Sabar ya Vanno, sebentar lagi setelah misimu selesai, kau juga akan tersenyum bahagia seperti mereka!” gumam Vanno.
__ADS_1