
Dengan langkah gontai, Ashley pun kembali ke ruang kerjanya dan mengambil kotak bekal yang ia rebut dari Carolin tadi pagi untuk ia berikan kepada Wildan.
Kemudian ia keluar lagi dari ruangannya dan menuju ke pintu lift. Sedangkan Nicko hanya memperhatikannya dari dalam.
Sesampainya di lantai 3, Ashley langsung berhadapan dengan Wildan saat pintu liftnya terbuka.
“Ashley!” “Wildan!”
Panggil keduanya bersamaan.
“Aku mau ke tempat kamu loh buat ngajakin makan siang bareng!” ucap Wildan sambil merekahkan senyumannya.
“Aku juga ini turun mau ketemu kamu!” balas Ashley sambil melangkahkan kakinya keluar pintu lift.
Wildan langsung salah tingkah saat mendengar Ashley sengaja menemuinya.
“Ini makan siangnya buat kamu aja!” Ashley menyodorkan bekal makanannya ke Wildan. “Siang ini kita gak bisa makan bareng karena aku diminta ikut sama Pak Nicko untuk meeting di kawasan Industri!” jelas Ashley.
“Oh, gak papa kok! Next time pasti banyak waktu.”
Wildan menerima bekal makanan yang disodorkan oleh Yuki. “Btw, thanks ya makan siangnya. Oh, iya. Tunggu sebentar di sini. Aku punya sesuatu buat kamu!”
Wildan pun berlari masuk ke dalam ruang kerjanya dan kemudian keluar dengan membawa sebuah goodie bag di tangannya.
“Ini buat kamu, Ashley. semoga kamu suka ya!”
Kali ini gantian Wildan yang menyodorkan goodie bag yang ia bawa ke Ashley.
“Waaah, apa ini?” tanya Ashley sambil menerima pemberian Wildan.
“Buka saja di ruangan kamu nanti. Jangan di sini! Aku malu!” ucap Wildan sambil mendorong Ashley ke arah pintu lift.
“Loh kok kamu malah jadi ngusir aku sih!” protes Ashley.
“Bukan ngusir! Biar kamu cepet tahu apa isinya!” balas Wildan memencet tombol pintu lift.
“Jangan lupa nanti balas surat dari aku ya!” lanjut Wildan lagi sambil mendorong Ashley masuk ke dalam lift pelan dan menutup pintunya.
__ADS_1
“Hah?! Suraat?!” pekik Ashley di dalam lift.
Perasaannya seketika langsung tidak karuan setelah mendengar Wildan meminta Ashley membalas suratnya. Gemuruh di dadanya mulai tidak menentu bahkan nafasnya juga mulai terasa sesak.
“Jadi, Wildan bener-bener orang yang sudah jadi pengagum rahasia aku selama ini?” tanya Ashley pada dirinya sendiri tepat saat pintu lift terbuka.
Nicko yang sengaja menunggu kedatangan Ashley di depan pintu lift, langsung terkejut dengan apa yang diucapkan Ashley.
“Apa?! Wildan itu pengagum rahasia kamu?” tanya Nicko dengan nada yang tidak terima.
Ashley membuang nafasnya kasar dan meninggalkan Nicko begitu saja.
‘Aku harus lihat apa yang Wildan kasih sama aku kali ini!’ gumam Ashley dalam hati sambil masuk ke dalam ruangannya.
Sedangkan Nicko pun langsung mengikuti langkah Ashley dan langsung menarik tangannya.
“Kita harus segera berangkat, Ashley! Waktunya tidak banyak!” ajak Nicko membuat Ashley gagal membuka goodie bag yang diberikan Wildan.
“Tapi Pak, saya mau buka ini dulu!” kilah Ashley sambil memperlihatkan goodie bag di tangannya.
“Bawa ajaa! Kamu bisa buka di mobil, nanti!” balas Nicko.
Akhirnya Ashley pun setuju dan langsung menyiapkan berkas milik Nicko yang akan digunakan untuk meeting. Tak lupa ia membawa goodie bag pemberian Wildan.
Kini Ashley sudah duduk berdampingan dengan Nicko di seat belakang dan sopir pribadi Nicko siap menjalankan mobilnya. Ashley yang sudah tidak sabar pun langsung membuka isi goodie bag pemberian Wildan.
“Jaket?” gumam Ashley sambil mengerutkan dahinya.
“Kenapa? Sepertinya itu jaket couple!” timpal Nicko yang melihat ada gambar couple yang terpotong dan terselip nama Ashley.
“Hemm, iya sih. Cuma aku sebenarnya tidak begitu membutuhkan jaket mengingat tumpukan jaketku di lemari sudah banyak sekali.”
“Lagi pula aku juga kurang suka dengan warnanya!” gumam Ashley sambil melipat kembali jaket pemberian Wildan tersebut dan memasukkannya ke dalam goodie bag.
Perlahan Ashley menyandarkan tubuhnya sambil memijit kepalanya yang mulai terasa sedikit sakit. Semakin ia berusaha mencari tahu penggemar rahasianya, ia justru semakin merasa kesulitan untuk mendapatkannya.
Saat ia mulai beranggapan jika pengagum rahasianya adalah Wildan, sayangnya kali ini Wildan justru memberikan barang yang sebenarnya tidak ia butuhkan. Tidak hanya itu, warnanya juga tidak sesuai dengan seleranya,
Padahal selama ini, semua barang yang dikirimkan oleh pengagum rahasianya selalu pas dengan seleranya dan sesuai dengan apa yang ia butuhkan.
__ADS_1
“Namanya dikasih itu harus disyukuri, Ashley! Masa’ mentang-mentang kamu gak suka dibiarin gitu aja!” tukas Nicko menasehati.
“Bukannya gak suka Pak Nicko!” balas Ashley sambil memejamkan matanya.
Nicko langsung paham saat melihat Ashley tampak begitu terbebani dengan masalahnya yang sekarang.
“Panggil saja Abang, ini kan masuk jam istirahat kantor. Jadi kamu bebas dan kamu bisa luahkan masalah yang ada dalam fikiran kamu, Ashley!” tutur Nicko membuat Ashley membuka matanya dan melirik ke arah Nicko.
“Aku gak tahu harus dari mana cerita sama abang. Bahkan aku sendiri tidak tahu apa yang sedang aku rasakan. Bingung aku, Bang!”
“Ya kamu tinggal cerita saja apa yang bikin kamu bingung.”
Ashley memandang ke arah Nicko dan kemudian mengalihkan pandangannya ke luar jendela.
“Gak deh, Bang! Yang ada nanti abang malah ngeledekin aku!” balas Ashley kembali memejamkan matanya.
Kali ini ingin rasanya ia segera pulang ke rumah dan meluahkan segala keluh kesahnya dengan mama atau Abang Vanno nya yang selalu memberikan tips jitu untuk segala masalahnya. Sayangnya tips jitu mereka tetap saja belum berhasil untuk menemukan pengagum rahasia Ashley.
Tak lama kemudian mereka berdua tiba di sebuah rumah makan yang tentunya tidak jauh dari tempat meeting. Kali ini Ashley yang biasanya begitu semangat memesan makanan kesukaannya, kini justru hanya memesan segelas jus alpukat.
Meskipun begitu, Nicko tetap saja memesankan ayam bakar bumbu barbeque favorit Ashley. Sayangnya, Ashley juga sama sekali tidak menyentuh makanan tersebut dan meminta untuk dibungkus untuk dibawa pulang.
Hingga tiba waktunya meeting. Ashley masih saja bersikap datar dan menjawab setiap pertanyaan klien dengan jawaban singkat. Meskipun begitu, jawaban Ashley tepat dan bisa diterima oleh klien. Namun tidak bagi Nicko yang justru khawatir dengan keadaan Ashley kali ini.
“Are you okay, Ashley?” tanya Nicko saat mereka sudah selesai meeting.
Ashley hanya tersenyum simpul dan menganggukkan kepalanya.
“Mau langsung pulang saja, biar aku antar sekalian?” tawar Nicko dan lagi-lagi Ashley menjawabnya dengan menganggukkan kepalanya.
Sikap Ashley kali ini membuat Nicko mengusap wajahnya kasar.
“Kalau kamu ada masalah, cerita saja sama aku. Kali ini aku janji gak akan ngeledek kamu, Ashley. Jangan diem kayak gini! Aku gak mau mood kamu jadi berantakan hanya karena masalah yang sedang kamu hadapi sekarang!”
Ashley menghela nafasnya panjang. “Tawaran kakak buat dapetin pengagum rahasia aku itu masih berlaku gak?” tanya Ashley.
“Tentu saja!”
“Kira-kira dalam jangka waktu 3 hari, kakak bisa gak temuin aku sama pengagum rahasia aku?” tanya Ashley membuat Nicko tercekat.
__ADS_1
“Ti-tiga ha-hari?” tanya Nicko tergagap.
“Yaa, kalo gak bisa sih mending gak usah bantu aku!”