My Enemy, My Secret Admirer

My Enemy, My Secret Admirer
Panggil Mami & Papi


__ADS_3


Selepas mengantar orang tuanya ke bandara, kini Ashley pulang ke Mansion Nicko. Dengan membawa satu koper yang berisi dengan pakaiannya.


Sesampainya di Mansion, kedatangan Ashley langsung disambut dengan papi maminya Nicko yang memang sengaja menunggu mereka pulang untuk makan malam bersama.


“Hai Ashley! Kami udah nunggu kalian pulang loh dari tadi!” sambut Rychelle.


Ashley pun mendekati ke mami dan papinya Nicko kemudian menyalaminya. “Om sama tante sehat kan?” tanya Ashley yang sudah tidak dirundung pilu karena ditinggal tugas oleh papa, mama, dan juga abangnya.


“Sehat cantik!” jawab Arick.


“Sehat dong sayang. Nah, selama 3 bulan ini kan kamu tinggal di sini. Mulai sekarang panggil aja papi sama mami. Anggap kami berdua ini juga kedua orang tua kamu!” tukas Rychelle sambil menyiapkan makan malam untuk mereka semua.


“Nanti kalo Bang Nicko cemburu gimana?” balas Ashley balik bertanya.


Papi Arick langsung memandang ke arah putranya, “Nicko, kamu gak cemburu kan?” tanya Arick kepada putranya.


“Ngapain juga cemburu pi, Nicko malah seneng kali!” jawab Nicko sedikit salah tingkah.


Tentu saja Nicko senang bukan main jika Ashley menganggap papi maminya sebagai orang tuanya juga. Toh jika mereka jadi dijodohkan, Ashley akan terbiasa dengan itu semua.


Makan malam kali ini berlangsung sangat hangat dan membuat Ashley langsung betah tinggal di Mansion Nicko. Terlebih Nicko sedari pagi hingga malam ini sama sekali tidak mmbuatnya kesal.


Bahkan Nicko jauh lebih perhatian dibanding Vanno. Segala sesuatu tentang Ashley ia paham semua sampai Ashley merasa begitu dimanjakan oleh Nicko.


Selepas makan malam, Nicko langsung mengantarkan kamar Ashley yang terletak di atas tepatnya di samping ruang kerja Nicko. Sedangkan kamar Nicko ada di sebelah ruang kerjanya.


“Met istirahat ya Ashley! Kalau mau mandi pakai air hangat jangan lama-lama biar kamu bisa tidur cepet!” ucap Nicko.


“Thanks ya Bang buat hari ini!” ucap Ashey.


Nicko pun menganggukkan kepalanya kemudian berbalik ke kamarnya, sedangkan Ashley langsung menutup pintunya dan mulai menyalakan lampu kamarnya.


Betapa terkejutnya Ashley saat mendapati kamar yang diperuntukkan untuknya didekorasi sedemikian rupa dan tentunya sangat sesuai dengan apa yang Ashley suka. Bahkan pengharum ruangannya juga sama persis dengan yang ada di kamarnya sendiri.


Senyum Ashley pun merekah sempurna. Ia yakin seratus persen jika kedua orang tuanya dan juga Vanno memberitahukan apa saja yang Ashley suka hingga semuanya disiapkan sesuai dengan selera Ashley.


Kerinduannya kepada orang tua dan juga abangnya menyeruak begitu saja. Ia pun terduduk di samping ranjang sambil melipat kedua kakinya menahan tangisnya yang hampir pecah.

__ADS_1


Untungnya Mami Rychelle masuk ke dalam kamarnya dan langsung mendekati Ashley yang tampak sangat sedih.


“Ashley sayang!” panggil mami Rychelle sambil memeluk anak sahabatnya itu.


“Kamu kenapa?”


“Ashley kangen mama!” jawab Ashley sambil membalas pelukan Rychelle.


“Mama, papa, sama Bang Vanno kan lagi tugas sayang! Kalau mereka udah sampai dan ada waktu luang, mereka pasti akan video call Ashley.”


“Lagi pula kan di sini ada Mami, papi, ada Bang Nicko juga!” tutur Mami Rychelle.


“Tatanan kamarnya bikin Ashley inget mereka, Mi!” balas Ashley.


“Oooh karena itu! Ini yang nata kamarnya Nicko loh. Malah dari dua hari yang lalu. Setiap pulang kerja, dia langsung nata kamar buat kamu!”


Ucapan Rychelle barusan membuat Ashley mengendurkan pelukannya.


“Bang Nicko?” tanya Ashley dengan raut wajah yang tidak percaya.


“Iya, setelah Mami kasih tau kalau kamu nanti tinggal di sini, dia langsung sibuk natain kamar buat kamu!” jawab Mami Rychelle.


“Iya sayaaang!”


“Kalo gak percaya, nanti kamu tanya aja sama dia! Nah, sekarang Ashley mandi dulu gih!” titah Mami Rychelle


Ashley pun langsung mengambil handuk dan masuk ke dalam kamar mandi. Sedangkan Mami Rychelle pun keluar dari kamar Ashley dan langsung menuju kamar putranya.


“Nicko!” panggil Mami Rychelle sambil mengetuk pintu kamar putranya. “Mami masuk yaaa!”


“Iya Mami!” teriak Nicko dari dalam kamar. “Pintunya gak dikunci kok!”


Saat masuk ke dalam kamar Nicko, tampak putranya sedang bersiap untuk mandi.


“Kamu gunakan waktu 3 bulan ini dengan sebaik-baiknya Nicko! Jangan lagi menjadi pengagum rahasia! Katakan saja terus terang dengan Ashley tentang perasaanmu!” ucap Mami Rychelle.


“Ayolah Mami! Ini gak semudah yang mami kira. Nicko sama Ashley juga baru damai, mana mungkin langsung nyatain perasaan Nicko!” ggerutu Nicko melayangkan protesnya


“Yaaah Mami kasih saran aja! Sekarang papa mamanya lagi tugas. Abangnya juga sama, tugas ke luar pulau. Ashley pasti bebas kemana pun yang ia mau.”

__ADS_1


“Sedangkan papa dan mama tidak bisa mengekangnya, sama dengan yang dilakukan keluarga Ashley yang begitu protektif menjaganya.”


“Jika kamu terlambat menyatakan perasaan terhadapnya, jangan menyesal jika nanti Ashley diam-diam pergi berkencan.”


“Ck! Mami nih sukanya nakut-nakutin aja! Nanti aku yang akan bersikap protektif ke Ashley. Lagi pula mulai besok dia juga akan berangkat dan pulang sama Nicko!” balas Nicko yang langsung meraih handuknya dan masuk ke kamar mandi.


Melihat putranya yang kekeh tidak inging menyatakan perasaannya, membuat Rychelle menghela nafasnya panjang. “Mami cuma pingin kamu cepat bersanding dengan Ashley, Nicko. Gak lebih! Mami hanya ingin lihat kamu bahagia dengan rasa cinta yang kamu punya. Bukan malah mengagumi dengan diam-diam seperti ini!” gumam Mami Rychelle.


“Hemm, sepertinya aku punya cara jitu untuk membuat Ashley menyadari jika putraku teramat mencintai dan menyayanginya. Bahkan ia adalah pengagum rahasia Ashley selama ini!”


“Kali ini aku harus meminta bantuan dengan Mas Arick untuk membantu rencanaku!”


Mami Rychelle pun keluar dari kamar Arick dan kembali ke kamarnya sendiri.


Sedangkan Ashley sendiri yang sudah selesai mandi pun langsung mengeringkan rambutnya di depan meja rias.


“Oh iya, seharian penuh bareng Bang Nicko kenapa bikin aku tiba-tiba melupakan secret admirer aku ya?” gumam Ashley sambil menggerakkan hair dryer di tangan kanannya.


“Biasanya selalu kirim makanan, atau minuman, bahkan kadang kudapan kesukaan aku! Tapi kenapa hari ini gak ada kiriman sama sekali ya?”


“Apa mungkin dia tahu kalau aku gak di rumah?”


“Atau dia sedang sibuk?”


“Kalau misalnya dalam 3 hari ini dia gak kelihatan, gimana caranya aku sama Bang Nicko nemuin dia?”


Selepas mengeringkan rambutnya, Ashley ppun keluar dari kamarnya dan menuju ke kamar Nicko.


“Bang Nicko, aku oleh masuk gaaak?” tanya Ashley sambil mengetuk pintu kamar Nicko.


Sayangnya tidak ada jawaban sama sekali dari dalam dan Ashley pun mengetuk pintu untuk yang kedua kalinya.


“Abaaaang!” panggil Ashley lagi dan masih belum ada jawaban.


Akhirnya Ashley pun mengurungkan niatnya dan berbalik hendak menuju ke kamarnya.


Namun tiba-tiba pintu kamar Nicko terbuka dan seketika menghentikan langkah Ashley.


“Bang Nicko, ada yang mau aku ...”

__ADS_1


“Aaarrrggghhh!” Ashley berteriak sambil menutup wajahnya.


__ADS_2