My Enemy, My Secret Admirer

My Enemy, My Secret Admirer
Kecurigaan Ashley


__ADS_3


“Lima bulan yang lalu?” tanya Ashley sambil mengerutkan dahinya.


Seingatnya, lima bulan yang lalu abangnya selalu sibuk di kantor dan pulang saat maghrib tiba. Selepas itu Bang Vanno selalu menghabiskan waktunya di kamar untuk beristirahat, menonton film action, atau ngegym.


Bahkan sampai sebelum abangnya terbang ke Manado, rutinitas harian seperti ini tidak pernah terlewatkan oleh Ashley. “Dimana?” tanya Ashley lagi.


“Emm, tepatnya di sebuah hotel. Saat itu aku memang sedang mengunjungi kotamu, Ashley dan bertemu dengan Vanno untuk pertama kalinya!”


“Selepas itu kami berdua saling bertukar kabar lewat whatsapp!” jelas Gebi.


“Oh yaa?” Lagi-lagi Ashley menanggapi cerita Gebi dengan nada yang tidak percaya. Selama ini tidak ada privasi antara Vanno dengan Ashley.


Vanno bebas mengecek ponsel Ashley, dan begitu pula sebaliknya. Selama ini Ashley sama sekali tidak pernah menemukan pesan masuk dari wanita mana pun itu, kecuali mama Imel, Ashley, dan rekan kerja penting lainnya.


Jika Vanno berniat untuk menyembunyikan pesannya dari Gebi dan menghapusnya, sudah pasti Ashley menemukan bekas pesan yang terhapus dan akan dengan mudah mengembalikannya karena ia adalah hacker yang mulai handal di bawah pimpinan Mami Rychelle.

__ADS_1


“Tentu saja. Bahkan kami memiliki foto berdua saat Vanno mengantarkanku pulang di bandara!” timpal Gebi sambil memperlihatkan foto mereka berdua yang ada di ponselnya kepada Ashley.


Ashley pun mengamati gambar yang terpampang di layar ponsel Gebi. Lagi-lagi ia menemukan keganjalan dalam foto tersebut.


“Kak, apa kau boleh meminta foto ini dikirim ke ponselku?” pinta Ashley yang langsung dijawab dengan anggukan kepala oleh Gebi.


“Tentu saja, aku akan mengirimkannya ke nomor ponselmu!”


Foto antara Gebi dengan Vanno pun membuat Ashley semakin bertanya-tanya tentang keaslian gambar tersebut. Ia pun langsung mengamatinya dengan seksama.


‘Ini foto editan!’ gumam Ashley dalam hati.


“Aku curiga, Gebi sudah menjebak abangku untuk menikahinya!” tutur Ashley sambil memandang ke arah mobil yang ditumpangi Gebi beranjak pergi meninggalkan mereka bertiga.


“Papi pikir juga seperti itu. Terlebih sampai saat ini Mami masih belum mengikuti kita pulang ke Mess!” tutur papi Arick sambil memperlihatkan ponselnya yang sedang mendeteksi keberadaan istrinya.


“Apa saja yang membuatmu curiga, Ashley?” tanya Nicko kemudian.

__ADS_1


“Perut Gebi sedikit buncit seperti orang hamil. Aku memegangnya sendiri. Trus dia juga memiliki aplikasi kehamilan di ponselnya. Aku lihat tadi dia sedang melihat perkembangan bayi yang menginjak usia sekitar 20 minggu lebih.”


Penjelasan Ashley kali ini membuat Papi Arick dan juga Nicko terhenyak. Mereka pun langsung sependapat dengan Ashley kali ini.


“Lebih baik kita masuk dulu ke dalam dan mencari petunjuk tentang masalah ini. Selepas itu kita tanyakan kepada Mami dan juga Vanno saat mereka sudah tiba!” titah Papi Arick.


Nicko dan juga Ashley pun langsung mengangguk setuju. Mereka berdua langsung mengikuti langkah papi Arick untuk masuk ke dalam Mess yang kuncinya sudah dipegang Papi Arick.


Setelah masuk ke dalam, mereka bertiga langsung berkeliling untuk mengecek sesuatu yang mencurigakan. Ashley sendiri langsung masuk ke dalam kamar abangnya untuk mengecek barang pribadi milik abangnya.


Sayangnya satu jam berlalu mereka bertiga tidak menemukan bukti apa-apa sampai Vanno dan juga Mami Rychelle tiba di Mess.


“Ashley!” Panggil Nicko sambil berdiri di pintu kamar Vanno. “Mami sama Bang Vanno udah dateng tuh! Kita tanya langsung aja.”


Ashley pun langsung menganggukkan kepalanya dan mengikuti langkah Nicko ke ruang tamu.


Kini ia duduk melingkar di ruang tamu untuk mendengarkan penjelasan dari Vanno dan juga Mami Rychelle mengenai kabar pernikahan Vanno.

__ADS_1


 


__ADS_2