My Enemy, My Secret Admirer

My Enemy, My Secret Admirer
Maju Mundur


__ADS_3


“Mami, aku mohon untuk tetap jaga rahasia! Jangan katakan pada Ashley jika aku adalah secret admirernya selama ini!” pinta Nicko.


“Mau sampai kapan Nicko?” tanya papi Arick. “Kamu gak kasihan sama Ashley yang hidup dengan rasa penasaran selama enam tahun ini?”


“Benar kata papi! Kamu juga mau sampai kapan seperti ini?” timpal Mami Rychelle.


Nicko menghela nafasnya panjang. Ini bukan pertama kalinya ia berdebat dengan papi dan maminya mengenai masalah ini. Hampir setiap tahun mereka meminta Nicko untuk segera mengatakan pada Ashley jika ia adalah pengagum rahasianya.


Sayangnya Nicko terus saja bersikeras agar rahasia ini ditutup serapat mungkin. Hal ini pun disetujui oleh pihak keluarga Ashley yang memang melihat keduanyamasih sering bertengkar. Terlebih Ashley saat itu masih disibukkan padatnya jam kuliah.


“Oke oke, beri aku waktu satu minggu lagi! Aku akan mengatakan kepada Ashley semuanya!”


“Kamu janji?” tanya Mami Rychelle dan Nicko langsung menganggukkan kepalanya.


“Satu minggu terhitung mulai hari ini. Jika kau masih tetap menyembunyikannya, maka papi dan mami yang akan bergerak!” ancam Papi Arick.


Nicko pun langsung menyanggupi hal tersebut meski dengan berat hati. Ia pun kemudian keluar dari kamar dan mulai memikirkan cara bagaimana dia akan mengungkapkan semuanya.


Sedangkan Papi Arick dan Mami Rychelle masih membicarakan mengenai putranya itu.


“Aku tidak habis pikir, kenapa anak itu susah sekali menyatakan perasaannya kepada Ashley?” gumam Papi Arick.


“Entahlah Pa, aku juga tidak tahu. Tapi aku akan tetap membantu Ashley untuk menemukan pengagum rahasianya selama ini dengan sendirinya.”


“Aku benar-benar tidak sabar jika harus menunggu Nicko yang mengungkapkannya sendiri!”


💞💞💞


Tiga hari berlalu,


Secret admirer Ashley kembali mengiriminya sesuatu dengan tetap mengirimkan notes kecil di dalamnya seperti biasa. Hal ini membuat Ashley dan Nicko semakin dekat untuk menguak dan mendapatkan orang tersebut.


Namun, Mami Rychelle justru menganggap jika Nicko bukan membantu Ashley untuk mendapatkannya, melainkan justru semakin menutupi rahasianya sendiri. Tentunya hal ini membuat Papi dan Mami Nicko semakin geram dengan tingkah laku putranya.


Sedangkan Wildan masih belum mendapatkan jawaban dari Ashley karena Ashley memang meminta waktu dalam satu minggu ke depan.

__ADS_1


“Bang, Masa’ abang gak liat sih siapa yang kirim ini!” protes Ashley saat mendapatkan kiriman ikat rambut di dalam kotak tersebut.


“Bukannya gak lihat Ashley, tapi waktu abang mau kejar tadi orangnya udah ngacir naik motor!” jawab Nicko berbohong.


“Tapi kenapa Ashley gak denger ada suara motor ya dari pagi? Bahkan Ashley juga duduk di balkon kamar gak liat ada orang datang!” balas Ashley.


“Yaah, siapa tahu orangnya datang waktu kamu mandi! Mana mungkin kamu lihat atau denger suara motornya kan?”


Kali ini Ashley pun menganggukkan kepalanya mengiyakan penjelasan Nicko. Ia bisa bilang apa lagi mengingat di Mansion ini tidak terpasang CCTV seperti di rumahnya.


“Ashley sayang, Mami sama Papi kemarin diam-diam sudah memasang CCTV di beberapa titik di depan Mansion. Jadi kamu bisa mengeceknya langsung lewat CCTV!” Tukas Mami Rychelle.


Ucapan Mami Rychelle barusan membuat Nicko sangat terkejut karena hal ini benar-benar tanpa sepengetahuannya. “Sejak kapan mami pasang? Kok Nicko gak tahu sih?”


“Yaaah, sejak mami setuju untuk membantu Ashley menangkap pengagum rahasianya selama ini!” balas Mami Rychelle. “Tenang saja Ashley, nanti sepulang dari kantor, kita lihat bersama-sama siapa dia sebenarnya!”


Ashley pun bangkit dari tempat duduknya dan langsung memeluk Mami Rychelle dengan sangat erat. “Thanks a lot, Mamiiiii! I love you so much!” Ashley berkali-kali mencium pipi Mami Rychelle.


Hal ini membuat Nicko mulai kelabakan. Sebab selama ini dia memang membawa kotak hadiah tersebut dari kamarnya dan langsung diserahkan kepada Ashley tanpa meletakkannya di depan rumah.


“Ashley, kita berangkat sekarang yuk!” ajak Nicko yang mulai berdiri dan berpamitan kepada papinya.


“Mami, Ashley pamit dulu yaa! Kita ketemu lagi sepulang kerja!” ucap Ashley sambil menyalami tangan Mami Rychelle.


“Oke sayang! Kerja yang bagus yaa!” balas Mami sambil mengacak rambut Ashley pelan.


“Nicko pamit ya Mi!” Nicko berpamitan kepada maminya sambil mencium tangannya.


“Empat hari lagi ya Nicko!” balas Mami dengan nada pelan dan dijawab Nicko dengan deheman singkat.


Sekarang ia sudah tidak bisa terus menerus menutupi hal ini. Namun Nicko harus semakin berfikir keras untuk mengungkapkan semuanya.


‘Arrrrgggghhhh! Papi sama Mami bener-bener udah gak bisa diajak kompromi lagi!’ gumam Nicko dalam hati.


Selama perjalanan menuju ke kantor, Nicko terus saja diam sambil memikirkan caranya. Sedangkan Ashley justru sibuk melakukan panggilan video dengan papa, mama, dan juga abangnya untuk memberitahukan jika sebentar lagi ia akan menemukan secret admirernya selama ini.


“Waaah, Abang seneng banget loh denger kamu udah ketemu sama secret admirer kamu sebentar lagi!”

__ADS_1


“Papa juga seneng kalo putri kesayangan papa ini bahagia, iya kan Ma?”


“Tentu saja, oh iya Ashley. Bagaimana kira-kira perasaan kamu?” tanya Mama Imel.


“Sedikit berdebar-debar sih Maaa! Cuma debarannya gak kayak sebelumnya kalo nerima surat dari dia!”


“Kok bisa?!!” tanya papa, mama, dan juga Vanno secara serempak.


“Ashley lagi suka sama seseorang soalnya!” balas Ashley sambil tersipu malu. “Cuma orangnya kayaknya gak mungkin digapai sama Ashley!”


Kali ini Nicko gantian yang sangat terkejut mendengarnya. Ia pun langsung memandang Ashley dengan tatapan penuh pertanyaan. Dadanya seketika bergemuruh merasakan panasnya kobaran api cemburu.


“Siapa yang lagi kamu suka?!” tanya Nicko dengan nada tidak suka.


Ashley hanya memutar bola matanya malas dan memilih tidak menjawab pertanyaan Nicko.


Beberapa hari bekerja bersama Nicko membuatnya merasa sangat nyaman dan tersanjung karena Nicko terus saja memuji keberhasilan yang dicapai. Terlebih saat Ashley berhasil membuatkan kopi untuk Nicko, ia langsung diperbolehkan hang out bersama Caca dan Qila tanpa ditemani oleh Nicko.


Meskipun begitu, Nicko diam-diam tetap mengawasi Ashley dari jarak jauh dan Ashley mengetahui hal tersebut. Entah mulai dari kapan, Ashley merasakan ada getaran aneh dalam dirinya setiap bersama Nicko. Namun tetap saja ia masih bisa bersikap biasa terhadap Nicko.


“Ashley, siapa yang kamu suka?” tanya Vanno di ujung panggilan.


“Nanti Ashley kasih tau lewat chat aja yaa. Soalnya di sini ada bos kepo nih!” balas Ashley sengaja menyindir Nicko.


“Oke, Mama tunggu yaa. Selamat bekerja sayaaang!”


Panggilan video pun terputus, namun Nicko masih tetap memandangi Ashley dengan tajam.


“Tell me, who is he?” tanya Nicko dan Ashley hanya mengedikkan bahunya dengan cuek.


Ashley membuang wajahnya ke luar jendela dan mengacuhkan Nicko. Namun Nicko langsung menarik dagu Ashley untuk tetap bertatapan dengannya.


“Siapa cowok yang lagi kamu suka, Ashley?” tanya Nicko untuk yang ketiga kalinya. “Abang gak mau kamu salah dalam memilih cowok!”


“Aku yakin, cowok yang aku suka itu cowok yang baik-baik, Bang!” tegas Ashley.


“Oke, kalo begitu katakan siapa dia!”

__ADS_1


“Tunjukin dulu perempuan yang udah dijodohkan sama abang, baru aku akan menunjukkan siapa cowok yang aku suka!”


 


__ADS_2