
“Abang gak ambil first kiss Ashley kan?”
Ashley mengulangi lagi pertanyaannya yang menuntut jawaban dari Nicko.
“Kok kamu bisa tanya kayak gituh sih?” balas Nicko balik bertanya. “Kamu lagi pingin abang cium yaaa?”
Nicko kini mulai nakal dengan terus mengunci tubuh Ashley sampai terpojok ke pintu mobil. Sedangkan Ashley sendiri mulai bingung harus menjawab apa.
Melihat Ashley gelagapan, membuat Nicko semakin berani memegang dagunya dan mengikis jarak antara mereka.
“Abang juga belum pernah ciuman sebelumnya, gimana kalo kita coba?” tawar Nicko.
Ashley langsung menggelengkan kepalanya berkali-kali sambil mendorong tubuh Nicko agar menjauh darinya.
“Jangan ngaco deh Bang! Enak aja!” balas Ashley dengan wajahnya yang mulai merona.
Entah kenapa saat Ashley menolak tawaran Nicko, tubuhnya justru menginginkan untuk menerima tawaran Nicko. Perasaan gila ini membuat Ashley cepat-cepat membuang wajahnya yang mulai terasa panas ke luar jendela.
Sedangkan Nicko kini membuka bekal makannya dan menyuapkan sandwich ke mulut Ashley.
“Makan dulu ini, kamu belum sarapan kaan? Habis ini kita langsung apel pagi di kantor untuk melihat kinerja Office boy dan Office Girl baru!”
“Pak Puji dan teman-temennya maksud Abang?” balas Ashley sambil menerima suapan dari Nicko.
“Iya, kamu pasti penasaran kan gimanaa kerja mereka.”
Ashley pun mengangguk dan mengambil sandwich dari tangan Nicko. Keduanya pun kini sama-sama menikmati sarapan mereka. Tepat saat kotak sandwichnya habis, mereka tiba di depan lobby kantor.
Ashley pun buru-buru mengelap mulutnya dengan tisue dan keluar dari mobil lebih dulu. Kemudian Ashley membukakan pintu mobil untuk Nicko.
“Terima kasih Ashley! Good job!” ucap Nicko.
Ashley pun tersenyum dan kemudian mengikuti langkah Nicko sambil berkata lirih. “Ini biar kayak Bu Kim yang ada di film What’s Wrong With Secretary Kim, Pak Nicko!”
Nicko hanya manggut-manggut karena dia memang tidak pernah tahu film tersebut.
🍄🍄🍄
Hari ini Ashley benar-benar fokus dalam bekerja sampai ia melupakan beberapa hal. Yang pertama, ia melupakan hal tentang secret admirernya yang selama ini mengganggu di pikirannya. Dan yang kedua, ia melupakan Wildan yang saat ini tengah menunggu balasan surat cintanya.
Hingga saat jam pulang kerja tiba, Wildan sengaja menunggu Ashley pulang di lobby. Kebetulan hari ini Nicko masih harus menuju ke kantor cabang dengan manajer keuangan. Jadi Ashley diminta untuk pulang bersama sopir yang sudah menunggunya di parkiran.
Saat pintu lift terbuka, tampak Wildan langsung berdiri dan langsung jalan mendekati Ashley.
__ADS_1
“Hai Wildan, belum pulang yaa?” sapa Ashley.
“Belum ini, sengaja tunggu kamu juga!”
“Oh yaa? Ada apa?” tanya Ashley yang benar-benar tidak ingat jika Wildan memberikan surat cinta kemarin.
“Emmm, kamu pulang sama siapa? Aku anter pulang yuk! Kita cuci mata ke mall sambil makan ke food court,” tawar Wildan.
“Kamu mau traktir aku ini ceritanya?” tanya Ashley.
Wildan pun langsung menganggukkan kepalanya. Akhirnya Ashley pun setuju dan meminta Pak Ujang untuk langsung menjemput Nicko di kantor cabang.
Betapa bahagianya Wildan yang akhirnya bisa mengajak Ashley jalan ke mall. Mereka pun langsung menuju ke parkiran mobil dan menuju ke mall yang tidak jauh dengan kantornya.
Tidak ada perbincangan mereka di dalam mobil karena Ashley sibuk mengirimkan pesan kepada Papa, mama, dan juga Vanno jika ia tidak langsung pulang melainkan pergi ke Mall terlebih dahulu.
Ashley pun juga meminta izin kepada Mami Rychelle dan juga Nicko tentang kepergiannya bersama Wildan kali ini. Hanya saja dari kelima orang yang dimintai izin oleh Ashley, justru hanya Nicko yang memperbolehkannya.
💌 Papa Tey
[Jangan keluyuran sayang! pulang kerja itu lebih baik istirahat di rumah. Papa gak mau kamu kenapa-napa selama papa bertugas.]
💌 Mama Imel
[Aduh sayang, kenapa harus pergi berdua saja sama Wildan? Mama Khawatir dia tidak bisa menjagamu dengan baik. Bagaimana jika nanti terjadi apa-apa sayang? Langsung pulang saja ya, kalo Ashley bosan di rumah nanti Mama akan minta tolong tante Rychelle atau Bang Nicko buat nemenin Ashley hang out.]
[Jangan bikin abang khawatir dengan kelayapan kayak gini dek! Nanti tunggu Nicko luang buat temenin kamu hang out. Abang belum percaya sama Wildan. Kalau dia mau ajak kamu pergi, suruh dia telfon abang lebih dulu buat minta izin!]
💌 Mami Ichel
[Siapa itu Wildan? Kenapa tadi gak minta diantar Pak Ujang Ashley sayang? Mami khawatir kamu pergi sama orang lain. Soalnya papa sama mama kamu sudah titipkan kamu sama mami. Jadi Ashley sekarang tanggung jawab mami. Mami minta, Ashley pulang saja yaa. Besok kalau libur mami ajak hang out deh.]
Ashley langsung menghela nafasnya panjang dan memandang ke arah Wildan yang masih mengemudi.
“Kenapa? Papa sama mama kamu gak ngebolehin kamu pergi ya?” tanya Wildan dan Ashley langsung menganggukkan kepalanya.
“Terus kita mau langsung pulang?” tawar Wildan.
Belum sempat Ashley memberi jawaban, ponsel Ashley berdering dan tampak ada panggilang dari Nicko. Dengan malas Ashley pun mengangkat panggilan tersebut.
“Halo Bang!”
“Ashley mau pergi ke Mall mana?” tanya Nicko di ujung panggilan.
“GreenPallace Bang! Boleh gak?”
__ADS_1
“Boleh boleh aja. Bentar lagi abang juga mau pulang dan langsung jemput kamu ke sana!”
“Beneran boleh bang?” tanya Ashley dengan mata berbinar.
“Beneran lah, masa iya abang bohong. Tapi inget, jaga diri baik-baik!”
“Siaaap abaaang. I love you full pokoknya!” balas Ashley yang tanpa sadar mengucapkan hal tersebut sambil menutup ponselnya.
“Gimanaa jadinya, pulang atau hang out?” tanya Wildan kemudian.
“Hang out dong. Pulangnya nanti mau dijemput sama abang!” balas Ashley membuat Wildan kini bisa bernafas lega.
Akhirnya setelah sekian lama ingin mengajak Ashley pergi, baru kali ini Wildan berhasil memenuhi keinginannya.
Sedangkan di sisi lain, Nicko kini merasa sangat shock saat mendengar kalimat Ashley di akhir panggilannya.
‘Ini serius Ashley ungkapin cinta ke aku?’ gumam Nicko dalam hati.
Ia langsung menepuk wajahnya berkali-kali karena terasa begitu panas.
“Duh, ini aku gak lagi mimpi kan?”
Papi Arick yang tengah berada di samping putranya pun langsung mengernyitkan dahinya saat melihat Nicko menepuk pipinya sendiri.
“Kenapa Nick?”
“Ashley barusan minta izin sama aku mau pergi ke mall sama teman cowoknya. Dan aku bolehin karena nanti aku bakal jemput dia selepas dari sini!”
“Terus yang bikin kamu salah tingkah itu apa?”
“Ashley bilang ‘I love you’ di akhir panggilannya papi. Gimanaa aku gak shock coba?” balas Nicko dengan perasaan yang berbunga-bunga.
“Tapi kalo menurut papi belum tentu apa yang kamu pikirkan sesuai dengan apa yang diucapkan Ashley tadi di akhir panggilan, Nicko!”
“Maksud papi?”
“Ashley kan selama ini selalu dalam penjagaan ketat orang tua dan abangnya. Ruang gerak dia juga terbatas dan selalu dilarang untuk ini dan itu. Papi yakin, Ashley gak Cuma izin sama kamu, tetapi dia juga izin sama orang tahu dan juga abangnya!”
“You know lah gimana sikap Vanno yang protektif banget ke Ashley. dia pasti melarang Ashley untuk pergi. Papi juga yakin mama dan papanya juga akan larang Ashley, apalagi saat ini mereka sedang bertugas jauh.”
“Tapi saat kamu memperbolehkan Ashley pergi, itu bagai embun yang menetes di padang pasir.”
“Jadi menurut papi, dia hanya refleks dan bisa jadi dia tidak sadar telah mengucapkan hal itu di akhir panggilannya.”
Nicko mengusap wajahnya dengan kasar. Apa yang diucapkan papinya memang benar adanya. Mungkin baru kali ini Ashley diizinkan untuk pergi.
__ADS_1
“Bener juga sih kata papi. Ya udah kalo gituh Nicko pulang duluan yaa. Mau nemenin Ashley juga. Bye pi!” pamit Nicko sambil menyalami papinya.