My Enemy, My Secret Admirer

My Enemy, My Secret Admirer
Masalah Vanno


__ADS_3


“Jadi masalahnya kamu dijebak oleh Gebi yang tiba-tiba tidur sama kamu setelah kamu minum secangkir kopi yang Gebi buatkan untuk kamu?!” tanya Mami Rychelle.


“Siap, benar Komandan!” jawab Vanno dengan tegas.


“Dan saat ini Gebi sudah mengandung 5 bulan. Dia meminta saya untuk menikahinya agar papanya tidak marah besar. Jika saya tidak menikahinya, dia akan menyebarkan berita fitnah di kepolisian jika saya telah menghamilinya dan tidak bertanggung jawab dengan bayi yang sudah dikandungnya!”


Vanno langsung memperlihatkan foto beserta video yang sengaja Gebi buat untuk menjebak Vanno. Meski video yang diperlihatkan adalah video editan, tetap saja untuk menguak semuanya masih membutuhkan proses yang panjang.


“Saya akan menikahinya, dan selepas itu akan menguak satu persatu kebohongan yang Gebi buat. Hanya saja, yang saya pikirkan saat ini adalah nama baik saya jika nantinya mengajukan gugatan cerai. Terlebih, Gebi adalah anak pejabat tinggi di kota ini!”


Mami Rychelle membuang nafasnya kasar. Baru satu minggu ia mengutus Vanno untuk bertugas, sudah ada saja masalah yang terjadi.


“Begini Vanno, untuk menghindari berita yang tidak baik, memang kita harus mengikuti permainan yang direncanakan oleh Gebi. Selepas itu, kau harus bekerja lebih keras lagi untuk menguak berbagai kebohongan yang ada secara keseluruhan!”

__ADS_1


“Saya hanya ingin ini semua menjadi awal langkah yang baik untuk pencapaian yang baik juga nantinya. Saya percayakan semuanya padamu, Vanno!” ucap Mami Rychelle yang sebenarnya sangat sedih setelah mendengar masalah yang sedang Vanno hadapi saat ini.


Setelah melaporkan semua masalah yang ia hadapi, Vanno meminta Mami Rychelle untuk merahasiakan semua ini di depan Ashley. Ia tidak mau Ashley turut sedih saat mendengar masalah yang terjadi pada abangnya.


Sedangkan di sisi lain, Ashley yang tengah duduk di samping Gebi hanya diam seribu bahasa dan memilih untuk memejamkan matanya dari pada mengajak ngobrol calon kakak iparnya. Bahkan Ashley juga sengaja memasang headset di telinganya untuk menghindari pertanyaan dari Gebi.


Namun kali ini Ashley tidak benar-benar tidur. Sesekali ia menyipitkan matanya untuk melihat keadaan di sampingnya. Ada sesuatu yang mengganjal di pikiran Ashley saat melihat Gebi tengah menscroll ponselnya dan melihat aplikasi kehamilan.


‘Aplikasi kehamilan?’ gumam Ashley dalam hati yang mulai kepo dengan apa yang dilihat oleh Gebi di layar ponselnya.


‘Perkembangan janin di usia 21 minggu?’ batin Ashley yang tiba-tiba saja dadanya langsung merasa begitu sesak.


Ashley pun sedikit mengulet dan meregangkan otot ototnya. Kemudian ia berbalik menghadap ke arah Gebi dan sengaja memeluknya. Kali ini Ashley mencoba untuk meletakkan tangannya tepat di atas perut Gebi.


“Ehh!” pekik Gebi terkejut membuat Ashley langsung cepat-cepat membuka matanya.

__ADS_1


“Ma-maaf Kak! Aku kebiasaan tidur meluk guling soalnya. Aku gak inget kalo di samping aku itu ada kakak!” tukas Ashley sambil menangkupkan kedua tangannya.


“Oh, gak papa Ashley sayang. kakak juga tadi refleks aja karena kaget!” balas Gebi yang langsung menyembunyikan ponselnya dan menutupi perutnya yang sempat dipegang oleh Ashley dengan tas yang ia bawa.


‘Perutnya sedikit membuncit. Aku yakin jika perempuan ini pasti sedang mengandung.’


‘Tapi Bang Vanno gak mungkin menghamili anak gadis orang sebelum menikah!’ batin Ashley yang terus berkecamuk mengumpulkan puzzle masalah yang berserakan di depannya.


“Kamu pasti ngerasa capek banget ya?” tanya Gebi sambil mengusap bahu Ashley.


Ashley pun mengangguk dan kemudian melepas headset yang ada di telinganya. Jika awalnya ia sangat malas untuk mengbrol dengan calon kakak iparnya, kali ini Ashley justru penasaran tentang kakak iparnya itu.


“Apa aku boleh bertanya beberapa hal dengan kakak?” tanya Ashley sambil membenarkan posisi duduknya.


“Tentu saja! Tanyakan banyak hal yang ingin kau ketahui calon adik iparku!”

__ADS_1


“Sejak kapan kakak bertemu dengan abangku?”


Gebi langsung tersenyum mendengar pertanyaan Ashley. “Sekitar lima bulan yang lalu!” jawab Gebi membuat Ashely menelan ludahnya kasar.


__ADS_2