My Enemy, My Secret Admirer

My Enemy, My Secret Admirer
Cinta Segitiga?


__ADS_3


Ashley dan Wildan kini sudah sampai di food court dan memesan beberapa makanan dan minuman. Setelah itu mereka berdua duduk di meja yang paling ujung.


Ashley langsung menikmati float avocado miliknya sedangkan Wildan terus saja memandangi wajah Ashley tanpa berkedip.


“Wildan!”


“Makanan sama minumannya kok dianggurin sih?” tanya Ashley.


“Kamu cantik banget, Ashley. Ngeliatin kamu aja sudah bikin perut aku kenyang!”


“Ck, bisa saja kamu niih. Uang aku lagi gak banyak buat bayar gombalan kamu!” balas Ashley.


“Oh iya, jawaban kamu kira-kira apa?” tanya Wildan membuat Ashley mengerutkan dahinya.


“Jawaban? Memang lagi ujian ya sampe kamu butuh jawaban dari aku?” balas Ashley balik bertanya.


Wildan pun terdiam sesaat.


‘Apa suratnya belum sempat dibaca Ashley yaa? Atau Ashley memang belum nemuin suratnya karena aku selipkan di lipatan goodie bag?’ gumam Wildan dalam hati.


“Kalo jaketnya kamu suka gak?”


Pertanyaan Wildan kali ini membuat Ashley hampir saja tersedak. Ia baru ingat jika Wildan kemarin lusa membelikan jaket dan mengirimkan sepucuk surat cinta untuknya.


Ashley pun langsung memutar otak untuk menjawab pertanyaan Wildan kali ini. Pantas saja Wildan mengajaknya makan malam ini. Ternyata ia hendak menanyakan jawaban dari surat yang ia kirimkan pada Ashley.


“Oooh, aku kemarin baru lihat sekilas. Terus aku taruh di kamar karena langsung bantuin papa sama mama berkemas untuk berangkat ke Ausie.”


“Pantesan kamu gak tahu harus jawab apa waktu aku tanya tadi!” timpal Wildan yang terdengar sedikit kecewa.


“Memangnya kamu kasih pertanyaan apa sama aku?”


Wildan menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan. Mungkin Ashley belum membaca surat yang ia tulis untuknya, tapi saat ini Wildan justru bisa menyatakan perasaan yang selama ini terpendam lama secara langsung.


“Ashley, sudah lama aku suka ...!”


Belum selesai Wildan menyatakan perasaannya, ponsel Ashley kembali berdering dan tentunya membuat Wildan memotong kalimatnya.


“Maaf ya Wildan, aku angkat telfon dulu!” Wildan pun mengangguk dan Ashley langsung menerima panggilan yang masuk dari Nicko.


“Ashley, abang sudah sampai ini. Kamu ada dimana?” tanya Nicko di ujung panggilan.

__ADS_1


“Food court atas yang paling ujung bang. Tapi Ashley baru makan. Kita gak buru-buru pulang kan?”


“Ya gak lah, Abang juga mau makan kok! Ya udaah, tunggu abang ya!”


Ashley pun mematikan panggilannya dan kembali fokus memperhatikan Wildan.


“Oh iya Wildan, kamu tadi bilang  apa?”


“Emm, tadi siapa sih yang telfon?” tanya Wildan balik.


“Pak Nicko, dia kan sahabatnya Bang Vanno. Jadi aku juga panggil dia ‘abang’. Dan karena papa, mama sama Bang Vanno lagi tugas di luar, jadi untuk sementara waktu aku tinggal di Mansionnya Bang Nicko!”


“Haaaah?! Jadi kamu tinggal di Mansion Pak Nicko?” tanya Wildan dan Ashley menganggukkan kepalanya.


“Kamu dijodohin ya sama Pak Nicko?”


“Enggaak, keluarga kita memang sudah kayak saudara. Memang kenapa?”


“Ooooh kirain kamu di jodohin sama Pak Nicko. Terus, waktu di mobil tadi siapa yang telfon kamu?”


“Siapa lagi kalau bukan Bang Nicko!” jawab Ashley sambil mulai menyendokkan makanannya ke dalam mulutnya.


Deg! Jawaban Ashley barusan membuat Wildan mengurungkan niatnya untuk menyatakan perasaannya kepada Ashley hari ini.


“Ashley, jadi kamu suka sama Pak Nicko? Emmm, maksud aku kamu naksir atau cinta gituh sama atasan kita yang juga sahabat dari abang kamu?” tanya Wildan yang terdengar cukup jelas oleh Nicko yang berdiri tidak jauh dari mereka.


Mendengar hal tersebut, Nicko menghentikan langkahnya dan menunggu jawaban yang keluar dari mulut Ashley.


“Bang Nicko sih cakep memang kalau dilihat dari tampang dan postur tubuhnya! Yaaah, bisa dibilang sih tipe cowok impian banyak wanita.”


“Apalagi setelah tahu kalau dia cukup perhatian, baik, peduli, dan protektif juga kayak Bang Vanno. Ya siapa sih yang gak terpesona sama penampilan Bang Nicko.”


Nicko sekilas mengulum senyumannya saat mendengar penilaian Ashley terhadap dirinya. Jangan ditanya bagaimana berbunga-bunganya hati Nicko saat ini.


“Tapi, aku belum bisa untuk menyimpulkan naksir atau cinta sama Bang Nicko. Kalo suka sih, jelas aku suka banget. Cuma kalo yang lebih dari itu, aku sama sekali belum kepikiran!”


Jawaban Ashley kali ini tentunya cukup untuk membalas surat yang dikirimkan Wildan kemarin. Namun, Wildan tetap saja kurang puas sebelum ia menyatakan perasaannya sendiri.


“Seandainya aku cinta sama kamu dan ingin menjalin hubungan khusus denganmu, apa kamu juga masih belum bisa membalasnya Ashley?” tanya Wildan.


“Bukankah kita memang sudah ada hubungan khusus? Kau menganggap aku sahabat bukan?”


“Tapi aku ingin yang lebih dari sahabat Ashley. Aku mengagumimu sejak kita bertemu di gerbang SMA. Sejak saat itu aku selalu mencari cara untuk bisa dekat denganmu!”

__ADS_1


“Aku sangat mencintaimu, Ashley Addara. Dan aku ingin menjadi lelaki yang selalu ada buat kamu, yang bisa mengusap air matamu saat kau sedih, yang kau panggil dengan sebutan kekasih.”


“Apa kau mau menjadi kekasihku, Ashley?” tanya Wildan.


Nicko kini kembali melanjutkan langkahnya mendekat ke arah Ashley dan kemudian menarik kursi di sampingnya.


“Hai Ashley!”


“Hai Wildan!”


Sapa Nicko dan Wildan mulai kikuk di buatnya.


“Hai Pak Nicko! Maaf, seharusnya saya tadi meminta izin kepada Anda terlebih dahulu sebelum mengajak Ashley pergi!”


“Tidak masalah Wildan, asal tidak kau ulangi lagi. Sebab Ashley adalah tanggung jawabku mulai saat ini!” tegas Nicko.


“Oh, baik Pak. Lain kali tidak akan saya ulangi.”


Nicko yang sudah memesan box meal langsung menikmatinya bersama dengan Wildan dan juga Ashley. Kini mereka bertiga membicarakan tentang perkembangan yang ada di kantor.


Setelah makanan Wildan habis, ia pun langsung undur diri dari hadapan Nicko dan juga Ashley. Namun sebelumnya, Wildan mengetikkan pesan untuk Ashley.


💌 Wildan


[Ashley, aku tunggu jawabanmu ya. Aku benar-benar mencintaimu.]


Selepas Wildan tidak terlihat lagi, Nicko mulai menggoda Ashley yang baru saja ditembak oleh Wildan.


“Ciee yang baru ditembak sama cowok ganteng! Jadi kayak cinta segitiga ya?”


“Cinta segitiga? Kok bisa?” tanya Ashley sambil mengerutkan dahinya.


“Iya dong. Kamu tadi waktu di telfon kan bilang sama abang kalo kamu cinta sama abang. Nah, sekarang kamu malah ditembak sama Wildan.”


“Jadi namanya cinta segitiga kan?”


“Helloooo, memang kapan Ashley bilang kalo Ashley cinta sama abang?"


"Tadi kan di ujung telfon kamu bilang sama abang kayak gini..."


"I Love You full pokoknya!" Nicko sengaja mengikuti gaya bicara Ashley saat di telfon tadi.


"Apaaaaa?!" pekik Ashley yang baru sadar dengan apa yang ia ucapkan di ujung panggilan tadi.

__ADS_1


__ADS_2