My Enemy, My Secret Admirer

My Enemy, My Secret Admirer
Buntut Ashley


__ADS_3


Keesokan paginya, Ashley bangun lebih pagi dari biasanya dan langsung membersihkan tubuhnya. Hari ini tanggal merah dan Ashley sudah ada janji untuk lari pagi di taman kota dengan Caca dan Qila.


Praktek magangnya kali ini membuatnya jarang berkumpul dengan teman-teman kuliahnya dan berbagi cerita. Selepas mandi, Ashley langsung memilih kaos yang akan ia kenakan beserta celana trainingnya. Kemudian ia mengeringkan rambutnya dan mengikatnya tinggi ke atas.


Setelah siap semuanya Ashley langsung keluar dari kamarnya dan mengetuk pintu kamar Mami Rychelle.


“Mamii!” panggil Ashley sambil mengetuk pintu kamar.


Tak lama kemudian pintu kamar pun terbuka dan tampak MamI Rychelle yang baru mau mandi dengan handuk yang disampirkan di bahunya.


“Ashley mau kemana pagi ini?” tanya Mami Rychelle yang melihat penampilan Ashley dari atas sampai bawah. “Kok udah cantik banget sih sayang.”


“Ashley ada janji sama Caca buat lari di taman kota Mi. Udah lama gak ketemu soalnya. Nanti ada Qila juga!” jawab Ashley.


“Kamu gak pergi sama Nicko aja, sayang?” tanya Mami Rychelle yang tampak sedikit berat memberikan izin kepada Ashley untuk pergi.


“Ini kan acara perempuan, Mami. Masa’ Ashley harus ajak Bang Nicko sih. Nanti kalo ada apa-apa, Ashley akan langsung telfon Bang Nicko deh Mami!” balas Ashley membuat mami Rychelle menghela nafasnya panjang.


“Okey, Mami izinin kamu pergi. Tapi jangan lupa kirim share loc dan langsung kamu kirim ke ponsel Nicko ya. Mami gak mau terjadi apa-apa sama kamu!”

__ADS_1


“Siap mami. Makasih banyak yaaa!” Ashley langsung menyalami tangan mami Rychelle dan berbalik untuk segera pergi.


 Namun saat melewati depan kamar Nicko, langkah Ashley langsung dihadang oleh Nicko yang tampak baru saja selesai mandi jika dihirup dari aroma sabun mandi yang biasa digunakan Nicko.



Penampilan Nicko kali ini membuat Ashley berteriak dan menutup mukanya. “Ya Ampun bang! Ngagetin aja sih?”


Nicko langsung melepaskan tangan Ashley yang menutupi wajahnya. “Kamu mau kemana?” tanya Nicko sambil menatap Ashley dengan tajam.


“Mau lari pagi Bang di taman kota. Ashley udah izin kok sama Mami dan mami juga udah ngebolehin!” jawab Ashley.


“Tunggu di sini! Abang mau ganti baju dan akan temenin kamu lari pagi!” titah Nicko sambil mendudukkan Ashley di sofa kamarnya.


“Tapi bang, Ashley kan udah janji sama temen perempuan Ashley. Masa’ abang mau ikut juga sih! Kata mami yang penting nanti aku share location ke nomor ponsel abang!”


“Gak bisa Ashley! Vanno bakal marah kalo aku ngebiarin kamu pergi sendiri! Udah deh, mending kamu nurut dan gak banyak protes! Abang janji gak akan ganggu kamu sama temen-temen kamu!” tutur Nicko yang kini sudah mengenakan kaos dan juga trainingnya.


“Sini kunci motor kamu! Biar abang yang bawa motornya!” Nicko meminta kunci yang kini dipegang oleh Ashley dan kemudian menggandeng tangan Ashley sambil keluar dari kamar.


Kali ini Ashley hanya bisa pasrah sambil mengikuti langkah kaki Nicko menuruni anak tangga. Niat hati ingin refreshing dengan teman-temannya dengan bebas, kini ia justru harus pergi bersama Nicko yang tentunya akan mengawasi setiap gerak gerik Ashley.

__ADS_1


“Pokoknya nanti kalo sampai taman kota, kita harus langsung pisah ya Bang. Jangan deket-deket sama Ashley!”


“Iya!” jawab Nicko singkat.


“Terus kalau Ashley melakukan sesuatu yang salah atau kurang tepat di mata abang, jangan tegur Ashley di depan temen-temen! Itu bikin Ashley malu banget. Jadi abang bisa tahan dan nasehatin Ashley setelah sampai di rumah!”


Lagi-lagi Nicko hanya menimpali dengan singkat. “Iya!”


“Inget ya bang! Kalo abang mau lari pagi, arahnya juga jangan terlalu deket sama Ashley. Agak jauhan dikit biar temen Ashley gak tau kalo Ashley bawa buntut hari ini!”


Seketika Nicko menghentikan langkahnya dan membuat Ashley menabrak punggung kekarnya. “Aduh!” pekik Ashley sambil mengusap keningnya.


“Emang kamu kucing yang harus bawa buntut kalo pergi?” tanya Nicko dengan nada yang sedikit tidak terima.


“Yaah, buktinya buntut Ashley maunya ngikut aja nih!” balas Ashley sambil menunjuk ke arah Nicko.


“Ck, aku bukan buntut kamu! Enak aja kalo ngomong!” gerutu Nicko yang langsung menyalakan mesin motor Ashley.


“Buruan naik dan pegangan yang kenceng biar gak jatuh!” titah Nicko kemudian.


Ashley pun naik ke atas motor dan Nicko pun langsung menjalankan motor Ashley keluar dari Mansion.

__ADS_1


__ADS_2