My Enemy, My Secret Admirer

My Enemy, My Secret Admirer
Sebenarnya kikuk


__ADS_3


“Abang nanya Ashley tau dari mana?” tanya Ashley yang langsung diangguki oleh Nicko.


“Yang jelas bukan dari siapa pun!” lanjut Ashley sambil melipat kedua tangannya di depan dada.


“Okey, abang salah besar selama ini sudah menguntit Ashley ...”


“Every day selama 6 tahun lamanya!” tegas Ashley memotong ucapan Nicko.


“Abang minta maaf Ashley. Abang bener-bener gak bermaksud buat kamu gak nyaman. Abang Cuma gak tahu gimana caranya kasih perhatian sama kamu, perempuan yang sangat abang cintai!”


“Terus maksud abang apa? Udah puas abang ngeliat Ashley kayak orang gila hampir tiap hari Cuma buat cari siapa secret admirer Ashley selama ini?”


“Apa ini yang abang bilang cinta?”


Nicko mengusap wajahnya kasar. Yang ia takutkan akhirnya terjadi dimana Ashley marah besar setelah mengetahui jika ia lah yang selama ini menjadi pengagum rahasianya.

__ADS_1


“Abang memang sudah melakukan kesalahan besar dalam hidup abang. Setahun pertama abang menjadi pengagum rahasia kamu, abang sudah ingin membuka identitas diri abang!”


“Tapi ...”


“Keadaan kita yang tidak pernah akur membuat abang mengurungkan niat abang untuk membuka identitas abang selama ini!” lagi-lagi Ashley memotong ucapan Nicko.


Ucapan Ashley kali ini membuat Nicko tersadar dari mana Ashley mengetahui rahasianya yang sudah ia simpan rapat-rapat selama enam tahun ini.


“Jadi kamu mengetahui semuanya dari file yang ada di komputer abang?” tanya Nicko.


Kali ini Ashley memilih diam dan tidak menjawab pertanyaan Nicko. Diamnya Ashley kali ini Nicko anggap sebagai jawaban. Nicko pun langsung bersimpuh di kaki Ashley untuk meminta maaf.


“Apa seperti ini seorang calon suami dari Ashley Addara?” tanya Ashley membuat Nicko membeliakkan matanya antara senang dengan pengakuan Ashley dan juga bingung apa yang harus ia lakukan saat ini.


“Ck, Ashley ragu jika kita menikah nanti, orang orang di sekitar abang akan menganggap abang sebagai personil suami-suami takut istri jika seperti ini.”


“Okey, Ashley. Katakan apa yang harus abang lakukan untuk mendapatkan maaf darimu!”

__ADS_1


Ashley yang belum menyiapkan hukuman untuk Nicko pun hanya mengedikkan bahunya. “Entahlah Bang, Ashley juga tidak tahu! Jalani saja seperti biasanya!” ucap Ashley berbalik dan hendak meninggalkan roof top.


“Mau kemana Ashley?” tanya Nicko yang langsung menghadang langkah Ashley. “Abang mohon jangan pergi! Pembicaraan kita belum selesai.”


“Udah selesai bang! Semuanya udah jelas dan Ashley udah tau semuanya. Toh abang juga udah minta maaf!” balas Ashley yang sebenarnya sedari tadi hatinya berdebar tidak karuan.


Jika Nicko sudah mengakui semuanya di depan Ashley, tentunya perhatiannya kepada Ashley sebagai calon suami akan lebih besar dan ini justru membuat Ashley grogi dan salah tingkah nantinya.


Nicko memandangi Ashley secara intens dan Ashley perlahan mengalihkan pandangannya menghindari tatapan maut Nicko. Kini Nicko baru tersadar jika pipi Ashley merona dan tampak malu-malu menghindari tatapannya.


Nicko pun langsung melingkarkan tangannya di pinggang Ashley dan memeluknya erat. Kemudian ia memegang dagu Ashley dan menghadapkan wajah Ashley ke arahnya. Kedua netra mereka pun bertemu membuat keduanya sama sama menelan ludahnya kasar.


“Be My Wife, please, My Addara!” pinta Nicko membuat nafas Ashley tiba-tiba tercekat di tenggorokan dan membuatnya sedikit susah bernafas.


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2