My Enemy, My Secret Admirer

My Enemy, My Secret Admirer
Dirundung Penasaran


__ADS_3


“Abang maunya dapat hadiah apa dari Ashley?”


Pertanyaan Ashley barusan membuat Nicko memiliki kesempatan untuk membuat Ashley semakin dekat dengannya dan tidak bisa menjauh darinya sedikit pun. Sayangnya, belum sempat menjawab pertanyaan dari Ashley, tiba-tiba ponselnya berdering dan tampak panggilan masuk dari Vanno.


Akhirnya Nicko pun menangguhkan jawabannya dan mengangkat panggilan dari Vanno.


“Hai Vanno, apa kabar?” tanya Nicko saat panggilannya sudah tersambung.


“Aku baik dan kali ini aku sangat butuh bantuanmu, Nicko!” jawab Vanno di ujung panggilan dengan nada suara yang terdengar seperti sedang menghadapi masalah yang pelik.


“Apa yang bisa aku bantu kali ini, Vanno?”


Mendengar Nicko sedang berbicara yang serius dengan abangnya di telfon, membuat Ashley penasaran dengan apa yang saat ini mereka berdua bicarakan.


Ashley pun mendekat ke arah ponsel Nicko dan mulai menguping pembicaraan mereka berdua.


“Datanglah kemari bersama Ashley! Aku akan menikah besok siang!” jawab Vanno di ujung panggilan.

__ADS_1


Nicko dan Ashley sontak langsung terkejut mendengarnya. Apa yang sebenarnya sudah terjadi dengan Vanno sampai ia harus menikah secepat ini dan saat sedang menjalankan tugas di luar kota.


“Apaaaa?!! Menikah?!” pekik Ashley yang langsung merebut ponsel Nicko dan berbicara dengan abangnya sendiri.


“Apa yang udah terjadi sama abang?”


“Kenapa abang bisa menikah secepat ini?”


“Siapa yang akan abang nikahi kali ini?”


“Papa sama Mama tahu gak kalo abang menikah?” Serentetan pertanyaan dari Ashley pun langsung dilemparkan kepada abangnya.


“Datanglah dengan Nicko! Abang tidak bisa cerita saat ini!” balas Vanno dan tak lama kemudian panggilan pun terputus.


Ashley pun langsung mengembalikan ponsel Nicko dan langsung menarik tangannya untuk pergi.


“Bang, ayo bang kita siap-siap pergi!” ajak Ashley. “Bang Vanno butuh kita.”


Nicko pun langsung berdiri dan mengikuti langkah Ashley menuju ke tempat dimana motornya terparkir. Mendengar berita yang sangat mengejutkan barusan membuat Nicko gagal mengutarakan syarat konyolnya dan Ashley pun juga melupakan undangan pernikahan dari Kejora.

__ADS_1


“Bang, kira-kira Bang Vanno ada masalah apa ya sampai memutuskan untuk menikah secepat ini?” tanya Ashley saat keduanya sudah ada di atas motor.


“Aku juga tidak tahu, Ashley. Terlebih ini baru satu minggu dia bertugas di sana!” balas Nicko.


“Tapi mami pasti tahu kan?” balas Ashley yang benar-benar sangat mengkhawatirkan abangnya.


“Sekalipun mami mengetahui masalah yang dihadapi Vanno, belum tentu mami mau menceritakannya jika ini menyangkut dalam rahasia dewan kepolisian!” jelas Nicko.


“Meskipun dengan adik kandungnya sendiri?” tanya Ashley yang langsung diangguki oleh Nicko.


“Yaa, meskipun itu dengan adiknya sendiri. Oh iya, kenapa tidak kamu coba tanyakan saja dengan Jenderal Aris? Siapa tahu kakekmu mengetahui masalah ini!” balas Nicko.


“Aku akan mencoba bertanya kepada Mami Rychelle, setelah itu aku akan menelfon kakek mengenai masalah ini!” tutur Ashley.


Keduanya pun saling diam dengan pikiran yang berkecamuk dalam diri masing-masing. Sesampainya di Mansion, Ashley langsung berlari masuk untuk menemui Mami Rychelle. Ternyata di dalam Mami Rychelle dan Papi Arick juga tengah mengemasi koper mereka berdua.


“Mamiii!” panggil Ashley saat melihat dua koper sudah tertata di ruang tamu.


“Berkemaslah dengan cepat Ashley! Waktu kita tidak banyak. Satu jam ke depan kita harus sudah sampai di bandara! Mami dan papi juga sudah memesan tiket untuk kalian berdua!” jelas Mami Rychelle membuat Ashley tidak lagi bertanya dan langsung menaiki anak tangga menuju ke kamarnya. 

__ADS_1


__ADS_2