
Sedangkan di kamar Nicko, Ashley sedikit salah tingkah karena sudah salah kira. Ia pun langsung membuka macbooknya untuk menghilangkan rasa kikuknya di depan Nicko.
“Parfum kamu apa sih dek?” tanya Nicko yang mulai merapatkan posisi duduknya lebih dekat. “Harum banget nih!”
“Udah deh bang, gak usah ngomongin parfum. Bantuin Ashley dulu biar besok bisa bimbingan!”
“Emang mana sih yang perlu abang bantuin?” tanya Nicko sambil merentangkan tangannya dan memegang mouse yang tengah dipegang oleh Ashley. Kini Nicko terlihat seperti memeluk Ashley dari belakang.
Hembusan nafas Nicko yang menyapu tengkuk leher Ashley membuat bulu kuduk Ashley meremang. Kali ini Ashley kembali merutuki dirinya sendiri yang salah membuat rencana untuk balas dendam.
“Jangan kayak gini dong bang!” Ashley sedikit menggeliatkan tubuhnya untuk mengurai pelukan Nicko.
“Memangnya kenapa kalo kayak gini dek?” tanya Nicko dengan nada yang sedikit menggoda.,
“Iiiih abang! Ashley kan jadi ...” Ashley menoleh ke arah Nicko dan seketika suaranya tercekat.
Jaraknya dengan Nicko yang sangat dekat membuat nafas Ashley terasa begitu sesak. Terlebih saat Nicko semakin mengeratkan dekapannya terhadap Ashley.
“Abang jadi gak sabar pingin Ashley cepet-cepet jadi istri abang.”
“Ck, abang nih ... “ Ashley mencoba mendorong tubuh Nicko untuk menjauh darinya. Sayangnya Nicko sama sekali tidak bergerak sedikit pun.
“Ashley kira-kira udah siap belum untuk jadi istri abang?” tanya Nicko dan Ashley langsung menggelengkan kepalanya.
“Tapi abang udah pingin banget jadi suaminya Ashley!” ucap Nicko sambil mengabsen wajah Ashley dengan jari telunjuknya.
“Tunggu Ashley lulus ya bang!” ucap Ashley yang melukiskan senyum di wajah Nicko.
“Okey, abang akan sabar nunggu Ashley lulus kuliah. Tapi abang gak sabar untuk yang satu ini!”
Nicko mengusap bibir Ashley dengan sangat lembut dengan ibu jarinya dan kemudian langsung mendaratkan bibirnya. Perlahan Nicko mulai mengabsen bibir Ashley perlahan. Lama-lama Ashley mulai membalas p49utan Nicko dan membuat Nicko menarik tengkuk leher Ashley dan memperdalam ciumannya.
“Ashley!” panggil Nicko sambil mengusap bibir Ashley dengan lembut.
__ADS_1
“Hemm!”
“Sepertinya aku tidak sanggup jika harus menunggu kau sampai lulus kuliah!”
“Kenapa?”
Nicko hanya tersenyum tidak menjawab pertanyaan dari Ashley. ‘Karena baru berciuman saja milikku sudah terasa sesak di bawah sana, Ashley!’ jawab Nicko dalam hati.
🍄🍄🍄
Tiga bulan kemudian,
Ashley sudah menyelesaikan magangnya di Bank One Point dan minggu depan akan di wisuda. Selepas itu Ashley bisa langsung kembali ke kantor untuk bekerja sebagai asisten pribadi Nicko. Sedangkan Wildan masih berhubungan baik dengan Ashley meski cintanya tertolak.
Hari ini Ashley sudah siap di bandara untuk menjemput kedatangan mama dan juga papanya yang pulang bertugas dari Australia. Wajahnya tampak sangat bahagia menantikan kedua orang tuanya akhirnya pulang ke rumah.
Ashley yang sudah tidak sabar berjumpa dengan kedua orang tuanya berulang kali mondar mandir di depan pintu kedatangan. Sampai akhirnya keduanya pun terlihat keluar dari pintu kedatangan dan melambaikan tangannya ke arah Ashley.
“Papaaaaa! Mamaaaa!” teriak Ashley yang langsung berlari menyambut kedatangan mereka berdua.
Nicko yang kali ini mengantar Ashley hanya memandangi mereka yang tengah berpelukan meluahkan kerinduan. Ada perasaan haru dan bahagia melihat Ashley sangat bahagia akan kepulangan papa mamanya.
Jika selama perjalanan ke bandara tadi Ashley terus saja berbincang dengan Nicko, perjalanan pulang kali ini Ashley sama sekali tidak mengajak Nicko mengobrol karena ia terus saja bercerita dengan mama Imelda dan Nicko hanya bisa memandang Ashley yang tampak bahagia dari kaca spion mobilnya.
Tiba-tiba Papa Teysar menepuk bahu Nicko dan membuatnya sedikit terkejut. “Selamat ya udah bisa dapetin hatinya Ashley! Terima kasih banyak sudah menjaga Ashley dengan baik selama kami bertugas!”
“Sama-sama om. Harusnya saya yang berterima kasih sama Om Teysar karena sudah menitipkan Ashley kepada keluarga kami!” balas Nicko.
“Yaah, om sedikit banyaknya paham. Kamu pasti risau kan saat Ashley kembali pulang ke rumahnya sendiri dan tidak ada di Mansion kamu!” tebak Papa Teysar membuat Nicko menelan ludahnya kasar.
Jika biasanya ia tidak begitu canggung saat bertemu dengan papanya Ashley, kali ini ia justru merasa sangat kikuk. Terlebih tebakan papa Teysar kali ini memang benar adanya.
“Santai aja kali Nick! Toh bentar lagi Ashley kan juga akan tinggal sama kamu!” lanjut Papa Teysar.
“I-iya sih Om!” balas Nicko sedikit tergagap.
__ADS_1
“Kamu kenapa jadi gugup gini sih sama Om Teysar. Baru juga 3 bulan gak ketemu!”
“Yah gugup lah Om! Namanya juga lagi ngobrol sama calon papa mertua!” tukas Nicko sambil mencuri pandang ke arah Ashley.
Kebetulan Ashley juga tengah memandangi Nicko dari kaca spion dan tatapan mereka berdua pun kini saling bertaut.
“Diiih, gaya banget bang Nicko nih. Kayak baru kenal aja sama papa!” timpal Ashley.
“Yaelah dek! Orang lagi gugup gini malah diledekin sih!” gerutu Nicko membuat semua yang ada di mobil pun tertawa.
Tak lama kemudian, mobil mereka sampai di halaman rumah Ashley. Tampak kakek dan nenek Ashley sudah menunggu mereka di rumah. Papi dan juga Mami nya Nicko juga sudah ada di sana bersama dengan jajaran teman-teman kepolisian yang sengaja datang untuk menyambut kepulangan Papa Teysar dan juga Mama Imelda.
Ashley pun turun dari mobil dan langsung menyalami kakek dan juga neneknya. Begitu juga dengan Nicko.
“Ooooh, jadi ini yang namanya Nicko!” ucap Jenderal Aris, kakeknya Ashley.
“I-iya kakek, saya Nicko!”
“Ada yang ingin kakek bicarakan denganmu, Nicko. Tolong temui kakek di ruang kerja yang ada di samping tangga! Kamu pasti sudah tahu kan dimana letaknya!”
“Ba-baik kakek!”
Jenderal Aris pun langsung masuk ke dalam, sedangkan Nicko kini memandang Ashley dengan tatapan yang sedikit takut menghadapi kakeknya.
“Kamu takut sama kakek?” tanya Ashley membuat Nicko mengusap wajahnya kasar.
Dia memang CEO yang memiliki sikap tegas di perusahaan. Nicko juga tidak pernah takut menghadapi kolega bisnis dengan berbagai karakter yang tentunya berbeda-beda. Bahkan Nicko juga pantang menyerah untuk memperjuangkan sebuah tender besar di perusahaannya.
Namun nyalinya seketika bisa ciut ketika menghadapi Ashley dan kini ia juga harus menghadapi kakeknya Ashley yang memiliki pangkat tinggi di kepolisian.
“Bukan takut sih!” kilah Nicko yang tidak mau terlihat cemen di depan calon istrinya.
“Terus?”
“Kira-kira kakek mau ngomongin apa ya?” tanya Nicko sambil mengumpulkan keberaniannya.
__ADS_1
“Yah, mungkin kakek mau ngetes kamu. Kamu cocok atau enggak jadi cucu menantu!”
‘Duh, mati aku kali ini!’ rutuk Nicko dalam hati sambil melangkahkan kakinya untuk memenuhi panggilan kakeknya Ashley.