
Sesampainya di kantor, Ashley dan Vanno jalan berdampingan dan tentunya membuat hampir seluruh pegawai perempuan terpana melihat ketampanan Vanno yang terlihat sangat gagah mengenakan seragam kepolisian.
Hampir semuanya mencoba menarik perhatian Vanno, sayangnya Vanno sama sekali tidak bergeming bahkan hanya untuk sekedar melirik mereka.
“Pagi Ashley, sudah sarapan belum?” sapa Carolin sambil menenteng kotak bekal di tangannya.
“Hai Kak, kebetulan banget ini aku belum sarapan. Kakak pasti mau tawarin aku bekal yang kakak bawa kan?” balas Ashley yang langsung merebut kotak bekal yang ada di tangan Carolin.
“Makasih banyak yaa kaaak!” lanjut Ashley.
“Ayo bang!” ajak Ashley yang langsung menarik abangnya untuk segera masuk ke dalam lift dan cepat-cepat untuk menutupnya.
Carolin yang tadinya hendak masuk ke dalam lift pun kalah cepat dengan gerakan Ashley kali ini. Dengan kesal ia menghentakkan kakinya sambil menggerutu.
“Sial, ternyata anak magang itu memiliki abang yang sangat tampan! Kalau aku tahu begini, kemarin aku tidak akan mengganggunya sedikit pun dan memilih untuk melakukan pendekatan dengannya.”
Tak lama kemudian Jandini pun datang mendekat sambil menepuk bahu Carolin sampai ia terloncat karena kaget.
“Ya Ampun Jandini, kamu ngapain sih pakai acara ngagetin aku!” hardik Carolin sambil mengusap dadanya.
“Aku dengar kantor kita kedatangan polisi tampan ya?”
__ADS_1
Pertanyaan Jandini kali ini langsung dijawab dengan anggukan kepala oleh Carolin.
“Yaa, bahkan ketampanannya sangat sempurna dan jauh di atas rata-rata!” balas Carolin.
“Dan sialnya, polisi tampan itu adalah abangnya Ashley, anak magang yang sempat kita bully kemarin!”
Penjelasan Carolin barusan membuat mata Jandini membeliak sempurna.
“Kamu serius?” tanya Jandini yang mulai sedikit ketakutan.
“Tentu saja, lagi pula untuk apa aku berbohong?”
“Mati kita kali ini! Ashley pasti sudah melaporkan apa yang sudah terjadi dengan dirinya di awal kerja kemarin!” gumam Jandini.
“Apa yang membuatmu sangat yakin Carolin?”
“Bukankah rekaman CCTVnya sudah kita hapus dengan baik tanpa meninggalkan jejak sedikit pun?” tanya Carolin membuat Jandini menepuk dahinya pelan.
“Oh My God, aku justru melupakan hal itu. Baiklah, berarti kita masih dalam level aman sekarang!”
Mereka berdua pun langsung masuk ke dalam lift yang akan mengantarkan mereka ke lantai tiga.
Sedangkan di sisi lain, Ashley yang sudah kembali ke ruangannya pun kini mulai belajar dengan Tari untuk menjadi asisten yang baik untuk Nicko.
__ADS_1
Tak lama kemudian, terdengar suara Nicko yang meminta para pegawainya untuk meeting di ruang yang khusus digunakan untuk meeting menggunakan pengeras suara. Tanpa menduga-duga apa yang terjadi, Ashley dan juga Tari langsung bersiap untuk memenuhi panggilan tersebut.
Sesampainya di ruang meeting, tampak Vanno dan juga Nicko duduk bersebelahan dan saling mengobrol. Sedangkan Ashley memilih kursi yang terletak sedikit jauh dari mereka. Tak lama kemudian, Wildan pun datang dan memilih untuk duduk di samping Ashley.
“Hai Ashley, siang ini kita makan bareng yuk di kantin. Aku yang traktir deh!” tawar Wildan.
“Tapi aku ada bekal kok kak,” jawab Ashley.
“Yaah, padalah aku udah pingin banget makan siang bareng kamu!”
“Yaudah, nanti akan aku temani di kantin sambil menikmati kotak bekal ku ya, gimana?” tanya Ashley yang langsung diangguki kepala oleh Wildan.
Setelah semua pegawainya terkumpul, meeting pun dimulai. Nicko langsung menjelaskan duduk masalah yang sedang dihadapi oleh perusahaan. Mulai dari pengadaan barang kantor yang sama sekali tidak sesuai dengan laporannya sampai mengenai pembullyan Ashley di lantai tiga.
Mendengar wakil CEO mulai membahas masalah yang terjadi di lantai tiga Kepala Ruangan pun langsung menyanggah ucapan atasannya dan sedikit tidak terima.
“Interupsi Pak Nicko!” ucap Pak Puji yang sengaja memotong kalimatnya. “Masalah yang terjadi di lantai tiga adalah akibat dari Ashley yang kurang hati-hati sampai membuatnya tersiram dengan air mineral yang ia bawa sendiri,” lanjutnya lagi.
Pak Puji selaku kepala ruangan pun langsung memberikan penjelasan secara gamblang apa yang terjadi pada Ashley. Sayangnya, tepat saat Pak Puji selesai menjelaskan cerita karangannya Nicko langsung mempertontonkan rekaman CCTV yang kemarin sudah sempat terhapus di depan semua pegawai yang ada di ruang meeting pagi ini.
Wajah Kepala Ruangan itu langsung pucat seketika. Suaranya tercekat dan tidak bisa berkata apa-apa saat rekaman kejadian kemarin masih diputar.
Tidak hanya kepala ruangan, Carolin dan juga Jandini pun terkejut bukan main saat rekaman tersebut masih ada. Padahal kemarin Carolin dan Pak Puji sudah berhasil menghapusnya tanpa meninggalkan jejak sedikit pun.
__ADS_1
“Apa ini yang dinamakan menyiram air ke tubuh sendiri Pak Puji?” tanya Nicko dengan tatapannya yang terlihat begitu tajam.