My Enemy, My Secret Admirer

My Enemy, My Secret Admirer
Tidak Akan Terkecoh


__ADS_3


“Duduklah!” titah Nicko sambil menepuk sofa yang ada di sampingnya saat Ashley masuk ke dalam ruangannya.


“Tidak perlu Pak Nicko! Saya berdiri di sini saja dan siap untuk menjalankan titah dari anda!” tolak Ashley membuat Nicko membuang nafasnya kasar.


“Aku perintahkan kamu untuk duduk, Ashley!” ucap Nicko dengan geram.


“Baiklah jika bapak memang memaksa!” balas Ashley yang akhirnya memenuhi perintah Nicko untuk duduk di sampingnya.


“Ada hal yang ingin aku bicarakan mengenai pengagum rahasiamu, Ashley!”


Deg!


Ucapan Nicko kali ini membuat Ashley mulai berdebar tidak menentu. Ashley sama sekali belum siap jika Nicko menyatakan jika dia adalah pengagum rahasianya selama ini.


Alasannya sudah sangat jelas, selain Ashley sudah mengetahuinya dengan caranya sendiri, alasan selanjutnya adalah ia sama sekali belum puas untuk balas dendam terhadap Nicko. Ashley pun melirik ke arah jam di tangannya yang saat ini menunjukkan jam 2 siang.

__ADS_1


“Maaf Pak Nicko! Ini masih dalam jam kerja dan saya tidak ingin membicarakan hal ini di jam kerja. Jika anda memanggil saya untuk memberikan tugas tambahan, maka sayang akan langsung mengerjakannya.”


“Jika tidak, maka saya akan kembali ke ruangan saya untuk mengerjakan laporan magang hari ini karena pihak kampus juga sudah menunggu!” tutur Ashley.


“Kamu yakin gak mau dengar tentang pengagum rahasiamu, Ashley?” tanya Nicko yang mulai merasakan kejanggalan dari sikap Ashley.


“Bohong dong Pak Nicko, kalau saya tidak mau dengar mengenai pengagum rahasia saya! Terlebih rasa penasaran itu terus menghantui saya selama ENAM TAHUN LAMANYA!” tukas Ashley menekan kalimat terakhirnya.


“Hanya saja, saya benar-benar sudah bosan menunggu. Dan bagi saya, dia bukan lagi pengagum rahasia saya, melainkan penyiksa paling tega dalam hidup saya selama ini!”


“Jadi, sekarang saya ingin bekerja dengan baik agar bapak luluh dengan saya dan memperbolehkan saya menjalin hubungan dengan Wildan!”


Selepas Ashley undur diri dari hadapannya dan keluar dari ruangannya, Nicko pun langsung mondar mandir di ruangannya sambil memikirkan jalan keluarnya dari masalah ini.


Ashley yang dulu sangat penasaran dengan secret admirernya, kali ini justru tampak tidak peduli sama sekali. Tentunya hal ini membuat Nicko gusar dan kelabakan karena ia benar-benar takut untuk kehilangan Ashley.


Waktu pun terus berjalan dan kini tiba saatnya jam pulang kantor. Nicko langsung keluar dari ruangannya dan menuju ke ruang kerja Ashley, berdiri di samping meja kerjanya. Sedangkan Ashley tampak sedang mengemasi beberapa barangnya untuk dimasukkan ke dalam tas.

__ADS_1


“Ashley, kita jadi mau tidur di rumah kamu kan?” tawar Nicko dan Ashley langsung menggelengkan kepalanya.


“Enggak lah, aku mau tidur di Mansion Abang aja. Gak tau nih hari ini Ashley capek banget!” timpal Ashley yang tampak kuyu dari sebelumnya.


“Kamu sakit?” tanya Nicko yang tampak sangat khawatir.


Ashley pun menjawab dengan gelengan kepalanya.


“Gak sakit juga, Bang. Cuma sedikit ngantuk aja!” kilah Ashley yang sengaja menghindari pembicaraan mereka mengenai secret admirernya selama ini.


“Ya udah, kita langsung pulang aja biar kamu bisa istirahat!” ucap Nicko yang langsung menggandeng tangan Ashley menuju ke pintu lift.


‘Yes!’ sorak Ashley dalam hati. ‘Ternyata aku jago juga ya dalam berakting! Bahkan Bang Nicko percaya gituh aja kalo aku lagi ngantuk.’


‘Good job, Ashley!’ puji Ashley pada dirinya sendiri. ‘Kamu harus pertahankan pendirian kamu untuk tidak terkecoh dengan Bang Nicko yang mau menguak siapa pengagum rahasiamu selama ini!’


‘Untung aja aku udah tahu duluan, jadi bisa balas dendam sesuka hatiku. Coba kalau enggak. Aku pasti rugi banget deh!’  

__ADS_1


🍄🍄🍄


 


__ADS_2