My Enemy, My Secret Admirer

My Enemy, My Secret Admirer
Di Kamar Ashley


__ADS_3


Di kamar Ashley,


“Aku gak mau mandi di sini Ashley!” ucap Nicko yang berusaha untuk keluar dari kamar Ashley.


Sayangnya Nicko tidak bisa keluar dari kamar Ashley karena pintunya sudah terkunci dan kuncinya kini ada di tangan Ashley.


“Karena abang terlalu cerewet, jadi bukan hanya sewa kamar mandi, tetapi sewa kamar juga. Dan sekarang, abang udah 30 detik menginjakkan kaki abang di kamar Ashley!” tukas Ashley sambil duduk di sofa kamarnya dan melipat kedua tangannya di depan dada bak bos yang sedang memerintahkan bawahannya.


Akhirnya dengan kesal Nicko masuk ke dalam kamar mandi untuk menuruti keinginan Ashley. Aroma kamar mandi Ashley sangat harum karena Ashley memang menaruh pengharum ruangan di setipa sudutnya.


Namun saat hendak menutup pintu kamar mandi, mata Nicko langsung membeliak sempurna saat melihat br4 dan c3l4n4 d4l4m milik Ashley.


“Oh My God! Ujian apa lagi ini?” gerutu Nicko sambil menepuk dahinya.


Nicko pun kembali membuka pintu kamar mandi dan melongokkan kepalanya ke luar. Dilihatnya Ashley sedang memainkan ponselnya sambil bersenandung kecil.


“Ashley!” panggil Nicko dan Ashley pun langsung mendongakkan kepalanya.


“Ini cel4n4 d4l4m sama br4 kamu bikin aku sakit mata tauk!” ucap Nicko.


“Hah?!” Ashley langsung meletakkan ponselnya dan lari menuju ke kamar mandi. Cepat-cepat Ashley mengambil baju dalam miliknya dan menyembunyikannya di belakang punggungnya.


Awalnya Nicko pikir Ashley akan malu dan menampakkan rona merah di pipinya. Tapi ternyata tidak sama sekali. Kegarangan Ashley justru meningkat beberapa kali lipat.


“Abang mah kalo ada yang saru begini jangan dilihat dong! Makanya, besok lagi kalo masuk ke kamar mandi cewek matanya jangan jelalatan!” hardik Ashley.


“Abang gak takut ya kalo tiba-tiba keluar dari kamar mandi terus mata abang bintitan?!”


Gertakan Ashley kali ini membuat Nicko sangat terkejut dan memiliki ide untuk balas menjahilinya.


“Kamu nih ya bukannya malu malah marah-marah gak jelas gini!” balas Nicko.


“Emang kamu gak takut kalo abang foto itu kamu trus abang laporin ke tante Imel sama Om Teysar?”


“Trus nanti papa sama mama kamu malu dan akhirnya nekat jodohin kita berdua hanya karena aku udah liat pembungkus itunya kamu!” balas Nicko membuat Ashley menelan ludahnya kasar.

__ADS_1


Kini ia baru sadar jika dirinya terlampau berani membawa laki-laki yang bukan muhrimnya masuk ke dalam kamarnya dan bahkan ia paksa untuk mandi di kamar mandi pribadinya.


Akhirnya Ashley pun menarik tangan Nicko keluar dari kamar mandi setelah ia memasukkan ********** ke tempat pakaian kotor.


“Oke, sekarang abang kasih aku uang ganti rugi dengan apa yang abang liat barusan di dalam kamar mandi dan setelah itu abang bisa langsung pulang ke Mansion. Abang mandi di sana aja deh!”


“Ashley gak mau kalo nanti papa sama mama tiba-tiba jodohin kita berdua!”


Ucapan Ashley barusan membuat hati Nicko tercubit. Ia makin takut jika nantinya Ashley semakin membencinya saat mengetahui jika ia adalah pengagum rahasianya selama ini.


“Berapa yang kamu butuhkan!” ucap Nicko sambil mengeluarkan dompet dalam sakunya.


“Sebesar Bang Nicko potong gaji aku besok saat aku libur kerja. Abang tahu kan aku mau antar papa, mama, sama Bang Vanno ke bandara!” jawab Ashley.


Nicko pun mengeluarkan 5 lembar uang seratus ribuan dan diberikannya kepada Ashley.


“Haaah?! Jadi gaji aku dipotong sebanyak ini, bang?” tanya Ashley terkejut.


“Berarti kemarin abang gak kasih aku tip dong, tapi itu emang bayaran aku dalam satu hari magang!” balas Ashley dengan wajahnya yang ditekuk.


Ashley pun langsung membuka pintu kamarnya dan mendorong Nicko untuk segera keluar dari kamarnya.


“Dasar bos pelit!” umpat Ashley yang diacuhkan oleh Nicko begitu saja sambil menuruni anak tangga.


Nicko kini mulai diselimuti rasa galau melihat sikap Ashley yang semakin lama semakin tinggi mengibarkan bendera perang terhadapnya. Kini ia dihadapkan dengan dilema yang luar biasa.


Jika ia tidak bisa membantu Ashley untuk menemukan secret admirernya, sudah pasti Ashley akan menjauh darinya.


Tapi jika Ashley mengetahui semuanya, Ashley juga akan melakukan hal yang sama. Menjauh dari seorang Nicko Lawrence.


🍄🍄🍄


Keesokan harinya, Ashley ikut membantu mengemasi barang-barang yang akan dibawa oleh Vanno.


Keberangkatan Vanno hari ini diajukan jam 10 pagi. Sembari mengemasi barang-barangnya, Vanno terus saja menasehati adik perempuannya.


“Besok, kalo tinggal di Mansion tante Rychelle harus yang sopan. Jangan kayak tinggal di hutan. Kerjaannya teriak-teriak aja!”

__ADS_1


“Abang malu loh ama komandan abang sendiri kalo adiknya urakan kayak kamu!” lanjut Vanno.


Sebagai polisi yang menduduki jabatan sebagai Aipda, Vanno berada di bawah pengawasan Bripka Rychelle Olyvia, Mami dari Nicko. Tentunya tidak hanya Vanno yang menjadi sorotan Bripka Rychelle, melainkan seluruh anggota keluarganya juga.


Apalagi kedua keluarga besar mereka sudah merencanakan perjodohan Ashley dengan Nicko saat mereka masih kecil. Meski kedua belah pihak keluarga mengetahui hal ini, mereka semua sepakat merahasiakan hal ini.


Alasannya adalah karena mereka tidak ingin mengganggu konsentrasi Ashley yang masih sekolah. Terlebih Ashley masih sering adu mulut dengan Nicko yang suka sekali mengganggunya.


“Ashley tuh sebenarnya gak suka teriak-teriak loh Bang. Cuma kalo ketemu sama Bang Nicko, bawaanya udah kek ketemu TOA. Makanya suaranya jadi kek tarzanwati!” balas Ashley.


“Sebenernya Nicko itu sayang dan perhatian loh sama kamu! Cuma kadang kamunya yang gak sadar!”


“Hadeuuuh! Bang Vanno aja yang gak tahu gimana kalo Bang Nicko udah mulai bikin ulah. Seketika taring Ashley keluar. Itu masih untung loh, Ashley gak sampe gigit Bang Nicko!”


“Yaah, tapi kan nantinya kamu tinggal di Mansion orang. Jadi harus tahan diri biar taringnya gak keluar. Abang juga akan bilang kok sama Nicko untuk gak gangguin kamu selama tinggal di Mansionnya.”


“Oke deh, Ashley nurut dan akan berusaha jadi anak baik selama di sana!”


Vanno tersenyum mendengar adiknya yang mulai mau mengalah kali ini. Ia pun langsung memeluk Ashley dengan penuh kasih sayang.


“Abang bakal kangen nih sama kamu! Nanti kita video call ya selama abang di sana!” tutur Vanno.


“Iya bang! Ashley juga akan nunggu abang telfon dan kasih kabar! Jangan lupa untuk cari kakak ipar ya buat Ashley. Aku kan sepi gak ada temen cewek di rumah selain mama!”


Kali ini Vanno terdiam sesaat dan tidak langsung menjawab permintaan adiknya.


“Bang, kok diem sih. Abang bukan penyuka sesama ...”


“Hush! Ngawur aja kamu kalo ngomong!” sanggah Vanno yang langsung memotong ucapan adik perempuannya.


“Abang Cuma belum nemu yang pas di hati aja!”


“Ashley doain deh, biar Abang cepet ketemu jodoh yang pas di hati abang!”


Vanno pun tersenyum dan berterima kasih kepada Ashley. Tak lama kemudian Ashley pun bersiap-siap menuju ke bandara untuk mengantar Vanno terlebih dahulu.


Sedangkan papa dan mama masih berkemas dan menyiapkan beberapa berkas yang tentunya lebih banyak daripada yang dibawa oleh Vanno.

__ADS_1


__ADS_2