
Selepas mengganti pakaiannya, Ashley langsung keluar dan duduk di samping Nicko. Tanpa basa-basi lagi ia langsung menikmati makan siang yang dibawakan oleh Nicko. Sedangkan Nicko justru tidak langsung makan, melainkan memandangi Ashley yang sedang lahap menikmati makan siangnya.
“Kamu tuh doyan, apa laper?” tanya Nicko.
“Dua-duanya, Pak Nicko. Tugas yang bapak kasih tadi bikin aku kelaperan!” balas Ashley.
Nicko pun membuka makan siangnya dan menikmatinya bersama Ashley.
“Ashley!” panggil Nicko kemudian.
“Hemm!”
“Kamu serius mau ketemu secret admirer kamu?” tanya Nicko membuat Ashley seketika menghentikan makan siangnya dan memandangi Nicko secara intens.
“Kemarin sih iya,” jawab Ashley sambil kembali menghabiskan makan siangnya. “Tapi kalo sekarang udah enggak lagi!”
Ashley yang sudah selesai lebih dulu langsung mencuci tangannya ke wastafel yang ada di ruang kerja Nicko.
__ADS_1
“Loh, kenapa?” tanya Nicko yang terdengar sedikit panik.
“Yaah, Ashley hanya gak mau tenggelam dalam cinta semu, yang hanya ada di dunia halu.” Jelas Ashley.
“Jadi, dari pada nunggu yang gak pasti, mendingan Ashley terima aja tawaran dari Wildan buat jadi pacarnya!”
“Mana boleh seperti itu, Ashley?” sanggah Nicko tidak terima. “Emangnya kamu cinta sama Wildan?”
Pertanyaan Wildan kali ini membuat Ashley terdiam lama sambil mengeringkan tangannya yang basah dengan lap yang tergantung di samping wastafel.
“Kalo kamu gak cinta sama Wildan, mendingan gak usah pacaran sama dia!” lanjut Nicko lagi dengan tegas.
“Cinta? Bukannya kata orang, cinta itu akan datang karena terbiasa bersama. Yaah, siapa tahu Ashley akan jatuh cinta sama Wildan setelah biasa bersama dan memahami satu sama lain!”
Ucapan Ashley kali ini membuat Nicko kalang kabut tidak karuan. Ia benar-benar tidak terima jika Ashley menjalin hubungan dengan Wildan. Tetapi ia juga belum siap mengatakan semua kebenaran yang selama ini ia sembunyikan.
Nicko semakin takut Ashley marah dan kecewa. Tentu saja membuat jaraknya dengan Ashley semakin jauh. Sedangkan Ashley sendiri memang sengaja mengibarkan bendera balas dendamnya mulai sekarang.
“Kalau kamu sampai pacaran sama Wildan, Aku akan coret nama dia dari mahasiswa magang di kantor ini dan mengembalikannya ke kampus!” ancam Nicko yang sudah tidak tahu lagi harus berbuat apa.
__ADS_1
Ancaman Nicko kali ini membuat Ashley langsung menatap ke arahnya dengan kesal.
“Pak Nicko jahat banget sih! Kalo pun kita pacaran, gak mungkin kita pacarannya di kantor dan saat bekerja kan? Kita masih bisa sportif kok membedakan jam pacaran dan jam bekerja!”
“Gak bisa!” tegas Nicko. "Kalau kamu masih nekat juga, jangan menyesal jika besok Wildan sudah tidak ada di kantor ini!"
Ashley menelan ludahnya kasar. Tapi ia tidak mau menyerah begitu saja.
'Sial! Mentang mentang bos perusahaan, seenak jidat bikin peraturan!' gerutu Ashley dalam hati.
'Slow down, baby. Kamu gak boleh kalah dalam peperangan kali ini!'
Ashley dan Nicko kini saling menatap tajam mengobarkan bendera peperangan.
"Gimana? Masih mau pacaran sama Wildan?" tanya Nicko.
"Enggak! Aku mau pacaran sama Pak Nicko aja! Boleh?" balas Ashley balik bertanya dan Nicko jadi gelagapan dibuatnya.
'Ini serius, Ashley mau coba pacaran sama aku?' gumam Nicko dalam hati.
__ADS_1
Jika tadinya ia sempat naik pitam, kali ini Nicko justru merasa sangat berbunga-bunga. Tidak diragukan lagi jika Ashley sangat pandai membuat hati Nicko carut marut tidak menentu.
🍄🍄🍄