
“Bang Nicko!” Sahut Ashley dan Geri bersamaan.
Nicko langsung menarik tangan Ashley dan mendekapnya erat.
“Maaf Geri, aku minta jangan menjadi toxic dalam keluarga kami!” pinta Nicko yang langsung mengajak Ashley pergi.
Kemudian Nicko memberi kode kepada Ashley untuk duduk di sampingnya dan menyaksikan acara sakral dalam pernikahan Vanno.
Selama cara berlangsung, Nicko terus saja menggenggam erat tangan Ashley dan pemandangan tersebut tidak luput dari perhatian Geri.
“Kenapa abang yang kedua ini lebih posesif terhadap Ashley dibandingkan dengan abang pertamanya ya?” gumam Geri yang sama sekali tidak mengalihkan pandangannya dari Ashley.
Selepas acara sakral selesai dan foto keluarga usai, Geri kembali mendekati Ashley yang berjalan ke arah depot ice cream. Ashley yang hendak menikmati ice cream di tangannya hanya melihat sekilas ke arah Geri dan kembali fokus dengan ice creamnya.
“Ashley, a-aku hanya ingin ...”
“Jika kamu hanya buang-buang waktu untuk membicarakan perjodohanku, lebih baik kamu pergi aja Geri. Karena itu akan sia-sia!”
Penjelasan Ashley barusan tanpa sengaja terdengar jelas oleh telinga Nicko yang berdiri tidak jauh dari Ashley dan tengah menyapa kolega bisnisnya yang tanpa sengaja bertemu di situ.
__ADS_1
“Kenapa?” tanya Geri pantang mundur.
“Karena aku sangat mencintai pria yang sudah dijodohkan denganku!” balas Ashley yang tentunya membuat senyum di bibir Nicko langsung merekah sempurna.
Nicko yang tengah berbincang dengan koleganya pun langsung ingin segera mengakhirinya dan mendekati Ashley untuk berterima kasih karena sudah menyetujui perjodohan mereka.
“Seriously, Ashley?” tanya Geri.
Ashley pun langsung menganggukkan kepalanya dengan mantap. “Ya Geri, aku benar-benar serius!”
"Aku pikir kau justru tertekan dengan perjodohan itu, Ashley."
“Baiklah kalau begitu, aku ternyata terlambat untuk bertemu denganmu. Andai saja aku dilahirkan dari keluarga yang terdekat dengan keluargamu, sudah pasti aku juga akan meminangmu sejak kecil!”
“Oh, tentu saja. Bukankah kita sekarang adalah saudara?” balas Ashley menerima uluran tangan Geri.
“Lalu bagaimana aku harus memanggilmu Ashley?”
“Tidak perlu berlebihan Geri, panggil seperti biasanya saja!” balas Ashley sambil menyunggingkan senyumannya dan melepas uluran tangan Geri.
Tiba saja terdengar suara deheman dari Nicko yang sudah berdiri di belakang Ashley. “Ehmm! Apa kalian sudah selesai mengobrol?” tanya Nicko.
__ADS_1
“Udah bang!” balas Geri yang sudah tidak mau mengganggu Ashley lagi setelah mendapatkan jawaban dari Ashley. Geri pun langsung berbalik dan bergabung dengan temannya yang lain.
Sedangkan Nicko langsung mengajak Ashley ke tempat yang sudah ia pesan sebelumnya kepada pegawai hotel.
“Kita jalan ke roof top yuk, dek!” ajak Nicko yang langsung ditolak mentah-mentah oleh Ashley.
“Gak deh bang, Ashley kan belum makan!”
“Di roof top juga ada makanan loh. Kan kamu tamu VIP! Bahkan pemandangannya indah banget!” balas Nicko.
“Oh yaa? Kalo gituh kita kesana deh!” Ashley langsung menarik tangan Nicko untuk meninggalkan ballroom hotel. Dia seperti tidak sabar untuk menikmati hidangan di atas atap sambil menikmati pemandangan malam.
Mereka pun menaiki lift yang akan mengantarkan mereka ke roof top.
“Tamu VIPnya keluarga dari pengantin ya bang?” tanya Ashley. “Berarti nanti Geri bisa ikut naik juga dong!”
“Gak bisa dong, dek! Ini tamu VIPnya Cuma keluarga dari mempelai lelaki aja!” balas Nicko.
“Keluarga mempelai lelaki aja?” tanya Ashley mengulangi kalimat Nicko sambil mengernyitkan dahinya.
Setahu Ashley, pernikahan dadakan Vanno kali ini tidak banyak yang tahu dari pihak keluarga besarnya. Terlebih papa dan juga mamanya masih ada tugas di Ausie yang tidak bisa ditinggalkan begitu saja.
__ADS_1
“Bukannya keluarga dari Bang Vanno gak ada yang dateng ya Bang?” tanya Ashley tepat saat pintu lift terbuka.