My Enemy, My Secret Admirer

My Enemy, My Secret Admirer
Muntah Pagi-pagi


__ADS_3


“Serius kamu gak mimpi apa gituuh semalem?” tanya Nicko.


“Sebenernya mimpi sesuatu sih bang, Cuma gak enak kalo harus diceritakan sama abang.”


Nicko semakin penasaran dan mulai merapatkan duduknya ke arah Ashley.


“Cerita dong, kamu mimpi apa semalem? Ngapain juga harus malu sama abang. Toh abang juga bakal jaga rahasia.”


Ashley langsung memandangi Nicko sambil mengerutkan dahinya. “Serius, abang pingin denger cerita aku?” tanya Ashley dan Nicko cepat-cepat menganggukkan kepalanya.


“Aku semalem mimpi abang nikah sama waria yang kulitnya sedikit gelap dan rambutnya panjang.” Nicko langsung terhenyak mendengar cerita Ashley.


“Udah gituuuh, waria itu masih berkumis dan ada sisa ingus di kumisnya. Jorok banget kaaan?” lanjut Ashley sambil menahan tawa saat melihat wajah Nicko yang terkejut bukan main.


Sedangkan sopir pribadi yang diam-diam mendengarkan cerita Ashley pun mulai terkekeh pelan. Pak Ujang yang usianya hampir sama dengan Papi Arick itu pun ikut menimpali.


“Terus ada sesi cium-ciumannya gak non?” timpal Pak Ujang sambil melirik ke arah kaca spion.


“Nah itu dia yang bikin Ashley hampir mau muntah, Pak Ujang! Bang Nicko cium bibir waria itu napzu banget pokoknya!”


Nicko langsung menepuk bahu Pak Ujang dan memberinya kode untuk menepikan mobilnya. Setelah mobilnya menepi, Nicko langsung keluar dari mobil dan memuntahkan isi perutnya.


Terlihat sandwich yang baru saja dia makan juga ikut keluar. Hingga Nicko juga memuntahkan susu hangat yang ia minum tadi pagi.


Melihat Nicko muntah-muntah, Ashley pun turun dari mobil dan memijat tengkuk leher Nicko sambil ngomel-ngomel.


“Makanya bang, lain kali kalo gak siap dengerin mah gak usah pakai sok-sokan mau dengerin!”


“Kek gini kan jadinya, malah muntah-muntah kayak orang hamil! Coba deh kalau abang Nicko gak paksa aku buat cerita. Pasti gak kayak gini jadinya!”


“Bandel sih jadi orang!”


Setelah Nicko memuntahkan semua isi perutnya, Ashley langsung mengambilkan minyak telon dan aroma therapy untuk Nicko agar rasa mualnya berkurang. Namun Nicko justru mengembalikan minyak telonnya kepada Ashley sambil kembali masuk ke dalam mobil.


“Usapkan minyaknya ke perut dan tubuhku, Ashley!” pinta Nicko sambil menyandarkan tubuhnya diheadrest.

__ADS_1


“Ta-tapi Bang!”


Belum selesai Ashley melayangkan kalimat protesnya, Nicko sudah menarik tangan Ashley untuk membantunya membuka kancing jas dan juga kemejanya.


Mau tidak mau Ashley pun menurut. Ia mulai melepaskan jas yang dikenakan oleh Nicko. Setelah itu tangan Ashley mulai membuka kancing kemeja Nicko satu persatu.


Jangan ditanya bagaimana gemetarnya Ashley saat tubuh atletis Nicko yang akhir-akhir ini menari-nari di pelupuk matanya mulai terpampang lagi. Namun Ashley tetap berusaha untuk menampakkan jika dirinya tengah baik-baik saja.


“Sekarang tolong balurkan minyak telonnya ke tubuhku, Ashley!” titah Nicko saat tubuh atletisnya mulai membuat Ashley salah tingkah.


Ashley pun langsung mengikuti permintaan Nicko. Ia menuangkan minyak ke tangannya dan mulai membalurkannya ke dada dan kemudian turun ke perut Nicko yang tampak seperti roti sobek. Ashley harus menelan ludahnya kasar saat ia harus terus mengusap tubuh Nicko yang kekar.


Namun tiba-tiba Ashley menepuk perut Nicko pelan dan memberikan minyak telon yang ia pegang kepada Nicko.


“Awh!” pekik Nicko saat menerima tepukan mesra tangan Ashley di perutnya. “Sakit, Ashley!”


“Ck, aku gak mau lanjutin kayak gini Bang!” protes Ashley.


“Loh kenapa? Kamu harus tanggung jawab dong!” balas Nicko yang sudah mulai mengibarkan bendera perangnya.


“Kan kamu yang sudah bikin aku muntah-muntah tadi!”


“Pasti kamu sebelum tidur gak berdoa yaa?”


Jika tadi Ashley yang ngomel-ngomel, kini kebalikannya, Nicko lah yang ngomel-ngomel dengannya dengan memperlihatkan tubuhnya yang sangat macho.


“Kok abang jadi salahin Ashley? Kan tadi abang yang paksa Ashley buat cerita! Tahu begitu besok lagi gak usah kepo sama apa yang jadi mimpi Ashley!”


Dengan kesal Ashley langsung melipat tangannya di depan dada dan membuang wajahnya sambil membelakangi Nicko.


Sedangkan Nicko sendiri mulai kembali mengancingkan kemejanya dan menarik tubuh Ashley untuk menghadap ke arahnya. Seketika ia mengingat pesan Vanno sebelum meninggalkan bandara untuk tidak mengibarkan bendera perang dengan Ashley selama Vanno pergi bertugas.


“Oke, kali ini aku mengaku salah. Aku minta maaf Ashley!”


Permintaan maaf dari Nicko barusan membuat Ashley tercengang bukan main. Baru kali ini ia mendengar Nicko minta maaf dan terdengar begitu tulus.


“Haaah? Aku gak salah denger kan?” tanya Ashley.

__ADS_1


“Enggak laah! Lagi pula aku tadi hanya benar-benar penasaran. Awalnya aku pikir kamu bermimpi sedang dicium oleh pangeran tampan. Eh ternyata dugaanku salah!” Nicko terkekeh pelan sambil menghirup aroma therapynya.


“Ternyata kau justru memimpikan hal buruk seperti itu!” Nicko kembali memakai jasnya dan memerintahkan Pak Ujang untuk kembali menjalankan mobilnya.


Deg!


Ashley mulai mengatur nafasnya yang hampir sesak dan mengatur debaran jantungnya yang bertalu-talu tidak menentu. Ia kemudian memandang Nicko dengan seksama.


Jauh di dalam lubuk hatinya ia sangat ingin menanyakan apakah semalam yang menjadi mimpinya itu nyata. Sebab, Ashley benar-benar merasakan ciuman Nicko, bahkan saat ia terbangun ia melihat bibirnya juga sedikit bengkak.


“Ada apa Ashley?” tanya Nicko saat Ashley memandanginya secara intens.


“Semalem abang ke kamar aku kan dan menuliskan notes kecil di atas nakas?” tanya Ashley yang mulai menyelidiki.


“Yap, kamu sudah baca kan kita akan obrolin masalah itu pagi ini?”


Ashley pun menganggukkan kepalanya, hanya saja bukan itu yang sebenarnya ingin ia perbincangkan saat ini. Perlahan Ashley menarik nafasnya dalam dalam dan menghembuskannya perlahan.


“Emm, aku Cuma mau tanya satu hal sih Bang. Semalam abang ngapain aja di kamar Ashley selain menulis notes kecil itu?”


Pertanyaan Ashley barusan gantian membuat Nicko bingung harus menjawab apa. Tidak mungkin ia menjawab sejujurnya tentang apa saja yang ia lakukan pada Ashley semalam. Terlebih ia sangat yakin jika yang semalam adalah ciuman pertama Ashley juga.


“Abang!” panggil Ashley membuyarkan lamunan Nicko.


“Kok malah diem sih?”


“Emm, aku cumaaaa ...”


“Cuma apa Bang ...?”


“Itu, anu emmm cumaaa ...”


Nicko terus saja menggantung kalimatnya tanpa menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Ashley. Tentunya hal ini  membuat Ashley mulai sedikit merasa curiga dan mulai menebak-nebak apa yang sebenarnya dilakukan oleh Nicko saat di kamarnya.


“Anu apa sih Bang?” tanya Ashley yang sudah tidak sabar mendengar jawaban dari Nicko.


“Abang semalem gak sampe cium bibir Ashley kan?”

__ADS_1


Kali ini Ashley langsung to the point menanyakan hal ini terhadap Nicko. Bahkan pertanyaan Ashley yang terdengar jelas di telinga Pak Ujang membuatnya hampir kehilangan konsentrasinya saat mengemudi.


Begitu juga dengan Nicko yang semakin gelagapan karena tidak tahu harus menjawab apa.


__ADS_2