
Tak lama kemudian Ashley pun keluar dari kamar mandi mengenakan seragam kantor. Ashley justru tampak sangat imut mengenakannya dan membuat Nicko semakin gemas.
“Duduklah Ashley, ada yang ingin aku tanyakan denganmu!” titah Nicko. “Dan kau Tari, tolong bawa pekerjaan Ashley dari lantai 3 ke ruangan yang ada di depan. Dia akan bekerja denganmu!”
“Jangan Pak! Saya masih mau kerja di lantai 3!” sergah Ashley.
“Kamu siapa berani atur-atur saya?!” hardik Nicko. “Cepat lakukan, Tari!”
“Baik Pak!” Tari pun bergegas keluar dari ruangan Nicko untuk menjalankan perintah.
Sedangkan kini tinggal Nicko dan Ashley yang duduk saling berhadapan dan saling menatap dengan sorot tajam.
“Aku gak mau Abang bersikap spesial denganku dan menempatkan aku di sini. Nanti aku semakin terkenal sebagai anak mama yang gak bisa apa-apa!” protes Ashley.
“Nothing Abang! Di sini posisi saya adalah bos kamu! Jadi yang mengatur semuanya bukan kamu, tapi saya!” bentak Nicko yang mulai kesal dengan Ashley yang terus saja mengeluarkan protesnya.
Niat Nicko ingin melindungi Ashley dari jeratan pegawai kawakan yang lebih lama darinya. Namun Ashley justru tidak paham dengan niat baiknya.
“Iya Pak Bos! Santai saja kali, ngomongnya juga gak usah pakai otot gituh!” jawab Ashley membuat Nicko mengatur nafasnya pelan.
“Oke, sekarang jelaskan apa yang terjadi di lantai 3!” pinta Nicko sambil melipat tangannya di depan dada.
Ashley pun menjawab sesuai dengan apa yang sudah diarahkan oleh Tari saat di kamar mandi tadi. Nicko yang mendengar jawaban Ashley pun langsung beranggapan jika Tari pasti sudah mengancamnya di kamar mandi.
“Kamu yakin dengan apa yang kamu ceritakan tadi?” tanya Nicko.
“Tentu saja! Lagi pula jika aku berbohong, sudah tentu ada alasannya!” jawab Ashley.
“Lalu apa alasanmu berbohong kali ini?”
Ashley langsung tersadar jika ia salah ucap kali ini. Ia pun mengedipkan matanya berkali-kali dan langsung menimpali ucapan Nicko.
“Memangnya bapak pikir saya sedang berbohong?” balas Ashley balik bertanya.
“Terus?”
“Kamu berani mempertanggung jawabkan kebohonganmu?” tanya Nicko membuat Ashley bingung kali ini.
‘Sebenarnya Abang Nicko tahu gak sih yang sebenarnya terjadi. Kok jadi bikin bingung kayak gini ya?’ gumam Ashley dalam hati.
“Emmm, berani pak!” jawab Ashley sedikit ragu.
__ADS_1
Nicko pun langsung berdiri dari tempat duduknya dan kemudian berjalan ke pintu untuk menguncinya. Tidak hanya itu, ia juga menutup korden di ruangannya dan membuat suasana dalam ruangannya terasa begitu mencekam seperti ruang polisi yang digunakan untuk menginterogasi narapidana.
Ashley yang kini mengedarkan pandangannya pun mulai bergidik ngeri. Perlahan ia beringsut turun dari tempat duduknya dan bersiap untuk melarikan diri. Sayangnya langkahnya langsung dihadang oleh Nicko.
“Mau kemana?”
“Emmm, itu pak.. Mau kerja!” jawab Ashley.
“Urusan kita belum selesai! Kalau sampai kamu tidak bicara jujur, maka hari ini juga saya akan buat kamu jadi istri simpanan saya!” ancam Nicko membuat Ashley justru terkekeh mendengarnya.
Sedangkan Nicko langsung mengernyitkan dahinya melihat Ashley bukannya takut dan malah justru terkekeh.
“Istri simpanan?” ledek Ashley.
“Kayak abang sudah punya istri saja mau jadiin aku istri simpanan.”
“Gak papa deh jadi istri simpanan, pasti dokunya tebel ini. Kalo sultan kayak Bang Nicko gini sebulan dikasih berapa yaaaa?”
Ucapan Ashley membuat Nicko tersadar jika adik dari sahabatnya ini memang sangat jitu meledeknya. Tak heran jika mereka selalu saja perang mulut.
“Kamu ini ya! Bisa gak sih serius dikit! Ini di kantor Ashley, bukan di pasar!” gertak Nicko.
“Iya deh iya! Gituh aja marah-marah. Jadi perjaka tua baru tahu rasa loh!” balas Ashley yang kemudian mendudukkan dirinya di sofa.
Kejujuran Ashley kali ini membuat Nicko merasa lega. Berbeda dengan Ashley yang justru tampak sangat sedih.
“Kenapa sedih?” tanya Nicko.
“Tenang saja, aku tidak akan menegur Tari sebelum buktinya terkumpul. Kau tahu sendiri bukan jika rekaman CCTVnya sudah hilang.”
“Ck, aku sedih bukan karena itu. Kalau Pak Nicko mau, aku bisa loh kembalikan rekaman CCTV yang hilang!”
“Pak Nicko lupa ya, aku kan anak buah Papa nomor satu dalam hacker topi putih!” ucap Ashley dengan bangganya.
“Oh yaaa? Lalu kenapa kau terlihat sedih?”
“Apa karena cerita keluarga Tari yang sedang terlilit hutang?” tanya Nicko yang langsung dijawab Ashley dengan gelengan kepalanya.
“Bukan itu juga!”
“Terus?”
“Pak Nicko tahu kan kalo selama ini aku punya pengagum rahasia?” tanya Ashley. Nicko pun berdehem dan menganggukkan kepalanya.
“Dia tadi kasih bekal makanan buat aku dan belum sempet aku makan. Terus sekarang perut aku laper ini!” lanjut Ashley sambil mengusap perutnya sendiri.
__ADS_1
“Yaelah, tinggal bilang laper saja susah banget sih. Pesen saja di kantin, mumpung masih jam istirahat kantor. Setelah itu kamu bisa balik kerja!” ucap Nicko sambil kembali berjalan ke kursi kebesarannya.
Ashley langsung menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil berdiri dan meninggalkan ruang kerja Nicko. Ia pikir Nicko akan membelikan atau setidaknya memesankan makan siang untuknya. Ternyata tidak!
Ia justru dibiarkan ke kantin dan makan siang dengan merogoh koceknya sendiri. “Dasar pelit! Kek gituu mau punya istri simpanan.”
“Kalo istri simpanan yang biasanya itu lebih kaya dari istri asli, yang ini pasti beda. Istri simpanan Bang Nicko pasti disuruh makan batu!”
“Dih, amit-amit deh. Jangan sampai jadi istri sultan pelit bin medit bin kuprit!”
Kantin siang ini sudah mulai sepi karena jam istirahat sudah mulai habis. Setelah memesan makanan dan minuman, Ashley pun langsung menikmatinya sendiri. Namun saat hendak membayar, pegawai kantin justru mengatakan jika pesanannya tidak perlu dibayar.
Ashley pun menanyakan siapa yang membayar makan siangnya. Sayangnya pegawai kantin tidak mau menjawabnya membuat Ashley semakin penasaran.
“Orangnya sudah lama belum kerja di sini?” tanya Ashley.
“Emm, belum Non!” jawab pegawai kantin.
Mata Ashley kini langsung berbinar. Biasanya setiap orang yang ia tanya pasti memberikan jawaban yang tidak ia inginkan dan selalu membuatnya gagal menemukan secret admirernya. Dan kali ini jawaban dari pegawai kantin ini berbeda.
‘Hemmm, sepertinya secret admirer sudah lelah bersembunyi!’ gumam Ashley dalam hati. ‘Cuma siapa ya kira-kira? Aku yakin dia pasti bekerja di kantor ini!’
Ashley pun mengeluarkan uang 50.000 dari sakunya dan memperlihatkan kepada pegawai kantin di depannya.
“Mau ini gak bu?” tanya Ashley sambil mengibarkan uang di tangannya. Pegawai kantin tersebut langsung menganggukkan kepalanya.
“Tapi ibu harus jawab dulu bagaimana ciri-ciri orangnya sama saya!” pinta Ashley.
Pegawai kantin pun langsung memberikan ciri-ciri pria yang sudah membayar makan siang Ashley. Dan dengan cekatan Ashley mencatat secara rinci ciri-ciri tersebut dalam ingatannya. Setelah itu Ashley pun siap-siap untuk meninggalkan kantin.
“Oh iya, Non. Satu lagi, hari ini dia pakai kemeja warna biru!” lanjut pegawai kantin membuat cita-cita Ashley untuk menemukan pengagum rahasianya pun hampir terwujud.
“Makasih banyak ya Bu!”
“Makasih juga tipnya ya neng!”
Ashley langsung melambaikan tangannya dan meninggalkan kantin. Namun langkahnya terhenti saat hendak masuk ke dalam lift.
“Pria macho dan tampan dengan model rambut cepak. Seperti tentara tapi kulitnya putih. Dan satu lagi pakai baju warna biru?”
“Seragam pegawai hari ini kan warna hitam seperti yang sedang aku kenakan. Jika ada yang menggunakan pakaian yang lain, sudah pasti dia bukan karyawan tetap di sini!”
“Jadi orang itu ...”
__ADS_1