
Kini Ashley, Nicko dan kedua orang tua Nicko sudah berada di pesawat yang akan mengantarkan mereka ke Manado. Ashley memilih duduk di samping Mami Rychelle untuk menanyakan masalah apa yang telah terjadi pada abangnya.
“Mami, apa yang sebenarnya sudah terjadi?” tanya Ashley yang sudah dipenuhi pertanyaan besar di kepalanya.
“Mami rasa abangmu masuk dalam perangkap seorang wanita saat sedang bertugas malam. Dan untuk meredam masalah ini sampai di atasan dan ranah hukum, Vanno bersedia untuk menikahi perempuan tersebut!”
“Untuk lebih jelasnya bagaimana, mami belum tahu. Ini semua masih simpang siur di telinga mami. Terlebih Vanno juga hanya diam tidak menceritakan secara detailnya bagaimana!” jelas Mami Rychelle.
Ashley membuang nafasnya kasar. Informasi dari Mami Rychelle masih membuatnya sangat penasaran. Namun apa mau dikata jika Mami sendiri memang belum mengetahui secara persis.
Selama penerbangan, Ashley benar-benar tidak bisa tenang. Ia terus saja melihat ke arah jam tangannya dan berharap agar pesawat cepat tiba di Bandara Sam Ratulangi.
Saat ini orang tua Ashley juga sudah mengetahui kabar ini, hanya saja karena masih bertugas, mereka berdua tidak bisa datang ke Manado.
Sesampainya di Bandara, Ashley terus saja mengedarkan pandangannya menyapu sekelilingnya untuk mencari abangnya. Pandangan Ashley langsung terpaku di pintu kedatangan. Tampak abangnya tengah berdiri dengan seorang wanita dengan badan yang sedikit berisi dan bajunya yang tampak kebesaran di tubuhnya.
__ADS_1
“Kamu bisa langsung temui abang kamu, kopernya biar aku yang bawa!” tutur Nicko.
Ashley memandang ke arah Nicko sambil melebarkan senyumannya. “Makasih Bang!” balas Ashley yang langsung berlari menemui abangnya.
Satu minggu tidak bersua benar-benar membuatnya merasakan sangat rindu. Terlebih saat mengetahui abangnya memiliki masalah yang besar saat ini.
Vanno langsung menyambut kedatangan adik perempuannya sambil merentangkan tangannya untuk memeluk adiknya dengan hangat. Ashley pun memeluk abangnya dengan penuh kerinduan. Tak terasa air matanya mulai jatuh membasahi pipinya.
“Abaaang!” panggilnya dengan suara yang tercekat. “Abang ada masalah apa sebenernya?” tanya Ashley kemudian.
“Itu kan satu tahun lagi bang! Ini baru satu minggu dan terlalu cepat buat aku punya kakak ipar!” tutur Ashley yang langsung melayangkan protesnya terhadap Vanno.
“Loh, bukannya lebih cepat lebih baik yaa?” tanya Vanno sambil mengacak rambut Ashley.
“Nih, calon kakak ipar kamu!” Vanno langsung menunjuk ke arah wanita yang berdiri di sampingnya.
“Hai Ashley!” sapa perempuan tersebut sambil tersenyum.
__ADS_1
“Kenalin, aku Gebi. Calon istrinya Vanno, abang kamu!” ucap Gebi sambil mengulurkan tangannya hendak menyalami Ashley.
Dengan ragu Ashley menjabat tangan Gebi dan melemparkan senyum kepadanya. “Hai kak!” sapa Ashley singkat dan langsung melepaskan jabatan tangannya.
Jika dilihat sepintas, Gebi cukup ramah meski terlihat sedikit dipaksakan. Wajahnya juga cukup manis dan terlihat ayu dengan rambut yang sedikit bergelombang. Tubuhnya juga tidak begitu terekspos karena saat ini Gebi mengenakan baju yang sedikit kebesaran di tubuhnya.
“Kakak sudah membuatkan masakan khas manado untukmu. Ayo kita pulang!” ajak Gebi sambil menarik tangan Ashley.
Ashley langsung menatap ke arah Vanno untuk meminta persetujuan. Vanno pun langsung menganggukkan kepalanya dan mengizinkan Ashley untuk ikut dengan calon istrinya.
“Bang Vanno hutang banyak penjelasan ke Ashley!” ucap Ashley sebelum mengikuti langkah Gebi.
Vanno hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya. Nicko dan Papi Arick pun mengikuti langkah Ashley dan Gebi. Sedangkan Vanno dan Mami Rychelle berjalan terpisah dengan mereka karena harus menuju ke kantor terlebih dahulu untuk membuat laporan.
__ADS_1