
Ashley masih bungkam dan kembali mengalihkan pandangannya dari Nicko. Namun dengan lembut Nicko kembali menarik dagu Ashley untuk menatap ke arahnya.
“Jadilah istriku, Ashley Addara!” pinta Nicko untuk yang kedua kalinya.
Entah kenapa bibir Ashley terasa kelu tak mampu menjawab permintaan Nicko kali ini. “Emmm, ammm, ...”
Jika tadi Nicko yang kalang kabut karena kemarahan Ashley, kali ini gantian Ashley yang kalang kabut dengan permintaan Nicko.
“Baru kali ini aku melihatmu begitu gugup menghadapi aku, Ashley. Dan ini membuat aku semakin mantap jika kau juga memiliki perasaan yang sama denganku!” tutur Nicko yang perlahan semakin mengikis jarak di antara mereka berdua.
Ashley terdiam saat bibir Nicko mendarat di bibirnya. Diamnya Ashley kali ini membuat Nicko semakin dalam melakukan hal yang lebih. Ia menarik tengkuk leher Ashley dan mulai mengabsen bibir Ashley pelan.
Gemuruh di dada Ashley semakin menjadi jadi saat tangannya diarahkan oleh Nicko untuk melingkar di leher Nicko. Lama kelamaan Ashley pun mulai berani membalas pa9utan dan tentunya membuat hati Nicko bersorak penuh kemenangan.
Meskipun Ashley belum membalas pernyataan cintanya, bahasa tubuh Ashley sudah mengungkapkan jika cinta Nicko tidak bertepuk sebelah tangan.
__ADS_1
“I do love you, My Addara!” ucap Nicko sambil mengusap bibir Ashley yang sedikit membengkak karena ulah Nicko.
“Is it you first kiss?” tanya Nicko membuat Ashley seketika menepuk lengan Nicko sambil memanyunkan bibirnya.
“No!” jawab Ashley membuat senyum Nicko kembali merekah.
“Apa kau juga mengetahui jika ini adalah ciuman ketiga mu karena aku diam-diam sudah menciummu saat tidur?” tanya Nicko.
“Ck! Entahlah!” balas Ashley membuang mukanya dari hadapan Nicko dan menikmati pemandangan kota malam ini.
Hembusan angin malam ini membuat Nicko langsung melepaskan jasnya dan memakaikannya ke tubuh Ashley.
“Maafkan aku juga yang sudah mencuri ciuman pertama dan keduamu tanpa izin. Aku janji akan menggantinya ciuman yang sudah kucuri setiap hari!”
“Haaah?!” pekik Ashley terkejut. “Gak perlu bang!”
“Sangat perlu Ashley. Apalagi jika kita sudah menikah nanti!”
__ADS_1
Blush!
Wajah Ashley kembali terasa panas dan merona mendengar ucapan Nicko kali ini. Sedangkan Nicko dengan gemasnya mengusap wajah Ashley yang memerah.
“Aku semakin meyukaimu yang malu-malu seperti ini! Jika sedari dulu aku tahu indahnya jatuh cinta secara terang-terangan, maka aku tidak akan mencintaimu dengan diam-diam, Ashley!”
“Sekali lagi maafkan aku!”
Ashley kini menyandarkan kepalanya di dada Nicko dengan manja membuat Nicko semakin berbunga-bunga. “Aku sudah memafkan semuanya, bang! Terima kasih sudah mencintaiku dalam diam!” balas Ashley.
Geri yang berdiri tidak jauh dari mereka berdua, kini hanya bisa menghela nafasnya panjang. Keinginannya mengikuti Ashley dan Nicko saat meninggalkan ballrom menjawab semua pertanyaan dan rasa penasaran yang menyelimuti Geri.
“Ternyata mereka berdua bukan saudara kandung, bahkan mereka sudah dijodohkan sejak kecil dan saling mencintai. Pantas saja Bang Nicko tampak sangat posesif terhadap Ashley!”
“Baru kali ini aku harus jatuh cinta dan patah hati di hari yang sama.”
Geri pun tidak ingin mengganggu kemesraan mereka berdua. Setelah mendapat informasi yang ia inginkan, ia berbalik dan masuk ke dalam lift untuk kembali ke ballroom.
__ADS_1