My Enemy, My Secret Admirer

My Enemy, My Secret Admirer
Mau Dititipkan


__ADS_3


“Gimanaa magangnya hari ini sayang?” tanya Mama Imelda saat keluarga Ashley hendak memulai makan malam mereka.


“Emmm, lancar kok Ma. Bahkan Ashley sudah nemuin secret admirer Ashley selama ini loh!” jawab Ashley membuat semua anggota keluarganya sangat terkejut tanpa terkecuali.


“Serius?” tanya Vanno dengan nada tidak percaya.


Dengan mantap Ashley menganggukkan kepalanya.


“Siapa?” tanya mama, papa, dan abang Ashley serentak.


“Wildan, teman SMA dan kuliah Ashley.”


“Apaaa?!” lagi-lagi mama, papa, dan abang Ashley menimpali jawaban Ashley dengan serentak.


“Kamu yakin orang itu Wildan?” tanya Vanno yang tampak tidak setuju dengan penemuan Ashley.


“Kok kamu bisa beranggapan kalo secret admirer kamu itu Wildan?” tanya papa Teysar.


“Terus kamu ada bukti kalau secret admirer kamu ini bener-bener Wildan?” tanya Mama Imelda.


Ashley pun menceritakan tentang apa saja yang terjadi hari ini di Kantor. Dari masalah pembullyan, makan siang Ashley yang dibayarin oleh Wildan, sampai kiriman jagung bakar dan juga minuman boba di teras depan.


“Kalo menurut Abang sih belum tentu orang yang kamu cari selama ini Wildan. Yaah terlebih mengingat barang-barang yang dikirim untuk kamu kadang harganya sangat mahal.” Timpal Vanno setelah mendengar cerita Ashley.


“Mama juga setuju dengan apa yang dikatakan oleh Vanno.”


Ashley tampak begitu kecewa mendengar abang dan juga mama Imelda seperti tidak yakin dengan apa yang ia temukan kali ini. Namun ia tidak putus asa. Kali ini ia memandang ke arah Papa Teysar untuk meminta dukungan.


“Kalo papa gimanaa?” tanya Ashley sambil memperlihatkan puppy eyesnya.


“Emmm,”papa Teysar menggantung kalimatnya sambil memandang ke arah istri dan putra sulungnya secara bergantian.

__ADS_1


“Kalo saran papa sih kamu kumpulkan dulu beberapa bukti yang akurat dan setelah itu kamu bisa menyimpulkannya.”


Jawaban bijak papa Teysar membuat Ashley kali ini setuju sambil menganggukkan kepalanya. “Oke paa. Ashley akan mengumpulkan semua bukti-bukti yang ada.”


“Oh iya Ashley, ada yang ingin papa sampaikan sama kamu!”


Ashley terdiam menunggu apa yang ingin disampaikan oleh papanya kali ini.


“Papa dan Mama mendapat tugas ke Ausie untuk 3 bulan ke depan. Sedangkan Vanno juga akan dikirim untuk menjaga wilayah perairan di Manado.”


“Berapa lama abang di sana?” tanya Ashley kemudian.


“Mungkin sekitar satu tahun di sana!” jawab Vanno.


“Oooh, kalian jangan khawatir kalo begitu. Ashley bisa kok jaga diri baik-baik di rumah. Lagi pula di rumah kan ada bibik!”


“Mama sudah minta tolong sama Tante Rychelle, selama papa dan mama bertugas, kamu akan tinggal di Mansion tante Rychelle!”


“Di sana sudah pasti sangat aman dan kamu juga bisa berangkat magang bareng sama Nicko!” jelas Mama Imelda.


Ia tidak bisa membayangkan apa jadinya jika tinggal satu atap dengan musuh bebuyutannya selama ini. Padahal tanpa Ashley ketahui, kedua belah pihak dari keluarganya dan juga keluarga Nicko sudah setuju akan menjodohkan mereka berdua.


“Kami juga sedang tidak memberikan penawaran untukmu Ashley. Jadi terima atau tidak kau tetap akan tinggal di sana karena bibik juga akan pulang ke kampung halamannya karena suaminya sedang sakit keras!” jelas Vanno.


“Tapi abang tahu sendiri kan gimanaa aku sama bang Nicko yang sudah kayak anjing sama kucing kalo lagi ketemu!”


“Plis deh bang, kasih Ashley kepercayaan penuh untuk hidup mandiri!” pinta Ashley sambil menangkupkan kedua tangannya di depan dadanya.


Perdebatan kecil antar Ashley dan juga Vanno kali ini pun membuat papa Teysar mengambil keputusan jika ia akan memberi masa percobaan selama 3 hari untuk Ashley hidup mandiri. Jika selama 3 hari itu ia gagal, maka mau tidak mau ia harus tinggal di Mansion Nicko.


Keputusan Papa Teysar kali ini membuat Ashley merasa sangat lega.


“Ashley akan buktikan pada kalian semua kalau Ashley bisa hidup mandiri.”

__ADS_1


“Okey, papa, mama dan juga abang akan melihat bagaimana kau berusaha hidup mandiri, Ashley. Tiga hari kedepan kami akan pulang larut malam untuk menyiapkan keberangkatan. Sedangkan bibik juga mulai besok sudah mulai pulang ke kampung halaman.”


Ashley pun langsung setuju dengan tantangan yang diberikan papanya. Baginya lebih tenang hidup di rumah sendiri daripada harus tinggal bersama musuh bebuyutannya.


Sedangkan di sisi lain, Nicko yang sedang makan malam dengan keluarganya juga kini tengah membicarakan Ashley.


“Nicko, sampai kapan kamu terus menyembunyikan perasaan kamu sama Ashley?” tanya Mami Rychelle.


“Usia kamu sudah hampir kepala 3 loh, mami juga sudah pingin banget rumah ini ramai sama celotehan Ashley dan anak-anak kalian!”


“Mami tahu sendiri kan, Ashley selalu saja ribut setiap ketemu sama Nicko! Apa kata dia nanti kalo tahu selama ini diam-diam Nicko suka sama dia?” balas Nicko yang dia sendiri bingung harus bagaimana menyatakan perasaan yang sebenarnya kepada Ashley.


“Kalo kamu gak tahu caranya, biar mami bantu. Gimanaa? Mami sudah gak sabar loh lihat kalian berdua duduk di pelaminan!”


“Jangan begitu dong, Mami! Itu justru bikin Nicko tambah malu. Lagi pula Abangnya Ashley juga belum nikah kok!”  balas Nicko.


“Santai saja sayang, anak laki mah gak perlu buru-buru untuk menikah. Lagi pula Ashley juga akan dititipkan di sini bukan selama 3 bulan ke depan?” timpal Papi Arick.


“Apa? Ashley akan tinggal di sini?” tanya Nicko dengan matanya yang berbinar.


“Rencana sih begitu, papa mamanya ada tugas di Ausie. Vanno juga ditugaskan ke Manado setahun ke depan. Cuma permasalahannya, Mami sendiri gak yakin Ashley mau tinggal di sini!” jawab Mami Rychelle.


“Kenapa?”


“Masih belum sadar diri kamu ini yaa. Ashley kan selalu perang sama kamu dan menganggap kamu musuh bebuyutannya. Dia gak pernah tahu kalau kamu secret admirernya selama enam tahun belakangan ini!”


“Jadi, jangan berharap cinta kamu akan dibalas Ashley, selama dia masih menganggap kamu sebagai musuhnya sendiri!” jelas Mami Rychelle sambil menepuk bahu putranya.


“Ya udaah, mama sama papa ke kamar dulu yaa. Pikirkan baik-baik ucapan mami barusan!”


Nicko pun menganggukkan kepalanya sambil mengusap wajahnya kasar. Bukan keinginannya untuk terus menerus menjadi pengagum rahasia Ashley selama enam tahun belakangan ini.


Jika ia diminta untuk memilih, ia lebih suka mengatakan secara terang-terangan kepada Ashley jika ia sangat mencintainya. Bahkan sebelum ia memutuskan untuk menjadi pengagum rahasia Ashley selama ini.

__ADS_1


Namun rasa gengsinya jauh lebih besar, membuatnya tidak berani menyatakan perasaannya secara terang-terangan dan memilih untuk mencintai Ashley dalam diam.


‘Aku hanya tidak sanggup mendapatkan penolakan dari Ashley!’ gumam Nicko dalam hati.


__ADS_2