My Enemy, My Secret Admirer

My Enemy, My Secret Admirer
Will You Marry Me?


__ADS_3


Nicko menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan.


“Selamat karena sudah memilih lelaki yang tepat untuk bersanding bersamamu, Ashley! Maaf jika selama enam tahun ini aku sudah menyiksamu dalam rasa penasaran dengan mencintaimu secara diam-diam dan menjadi pengagum rahasiamu!” tutur Nicko sambil memandang Ashley sendu.


“Bukannya abang sudah mengatakan hal itu denganku berkali-kali?” tanya Ashley. “Trus sekarang cincin lamarannya mana bang?”


Ashley menyodorkan tangannya ke arah Nicko membuat Nicko semakin diselimuti kebingungan.


“Mak-maksudnya?” tanya Nicko mengerutkan dahinya ke arah Ashley.


Plak! Papi Arick langsung menepuk bahu putranya dan memberikan kotak cincin kepada putranya.


“Gak usah bingung gituh dong Nick!”


“Nih cincinnya kamu pakein ke jari Ashley. Dia udah nerima lamaran kamu tadi!” tukas Papi Arick.


“Haaaah?! Ashley nerima lamaran aku?!” pekik Nicko yang langsung mengedarkan pandangannya ke sekeliling mencari keberadaan Kakek Aris.


“Keeek!” panggil Nicko memastikan kebenaran ucapan papinya.

__ADS_1


Sedangkan Ashley yang diacuhkan Nicko langsung memasang mode ngambek dan berbalik meninggalkan ruang tamu menuju ke taman.


“Ck, calon cucu menantu ini memang payah! Lamarannya sudah diterima, masih juga bertanya padaku bukan malah mengejar perempuannya!” celetuk Kakek Aris mengundang gelak tawa para kerabat yang hadir di sana.


Ucapan Kakek Aris barusan membuat Nicko tersadar jika ia sudah terkena jebakan prank mematikan kali ini. Ia pun mengusap wajahnya kasar dan meraih kotak cincin yang dipegang oleh Papi Arick. Kemudian ia mengejar Ashley ke taman.


“Mohon maaf ya semuanya karena kami sudah membuat acara mendadak seperti ini! Yuk, sekarang silakan dinikmati hidangan yang sudah tersedia. Kita biarkan dua anak itu meneyelesaikan masalah mereka!” ucap Mama Imelda.


Sedangkan di taman, tampak Ashley tengah berdiri sambil memandang ke arah bunga anggrek bulan kesukaannya. Nicko pun langsung berjalan mendekat ke arah Ashley dan kemudian bersimpuh di hadapannya.


“Will you marry me, Ashley?!” tanya Nicko sambil mengulurkan kotak cincin yang ia pegang.


“Ogah! Abang lama!” balas Ashley dengan cemberut.


“Trus abang ngiranya apa?”


“Abang kira Ashley sama cowok gagah yang berdiri di samping Ashley tadi!” balas Nicko membuat Ashley memutar bola matanya malas.


“Ya gak mungkin lah aku dilamar sama abang sepupu aku sendiri!”


“Trus, kalo dilamar sama abang mau gak?” tanya Nicko lagi.

__ADS_1


“Yes, I will!” balas Ashley membuat hati Nicko merasa sangat lega.


Baru kali ini belum ada satu hari, Nicko sudah merasakan berbagai perasaan yang sangat mendebarkan sepanjang hidupnya.


Mulai dari perasaan takut kehilangan yang akhirnya berganti perasaan yang benar-benar kehilangan Ashley karena penolakan kakek Aris akan dirinya yang tidak sesuai dalam kriteria Kakek untuk menjadi cucu menantunya.


Sekarang, ia merasa sangat bahagia ketika mendengar bahwa ia lah yang berhasil mempersunting Ashley untuk menjadi istrinya.


Nicko langsung memegang tangan Ashley dan memakaikan cincin di jarinya. Setelah itu Nicko mencium punggung tangan Ashley cukup lama sampai menitikkan air matanya.


“Terima kasih telah menjawab doaku, Tuhan. Sesungguhnya ini adalah karena kuasa dan kasih sayangMu , Tuhan!” gumam Nicko membuat hati Ashley tersentuh mendengarnya.


Ashley pun ikut berjongkok di samping Nicko dan membelai bahunya. “Memangnya apa yang abang minta dari Tuhan?” tanya Ashley.


Nicko langsung melepaskan tangannya dan memeluk Ashley dengan sangat erat. “Aku meminta izin pada Tuhan untuk bisa bersanding denganmu, Ashley. Karena kau adalah makhluk cantik yang Tuhan ciptakan!”


Ashley membalas pelukan Nicko dengan sangat erat. Ia tidak menyangka jika Nicko akan berdoa seperti itu untuknya.


Kini Ashley dan Nicko sama-sama merasakan sangat bahagia hari ini. Setelah meluahkan perasaan mereka berdua di taman, mereka pun masuk ke dalam dan bergabung dengan keluarga yang lain untuk membicarakan pernikahan mereka.


Setelah berunding panjang, akhirnya ditentukan jika pernikahan mereka berdua akan diadakan satu bulan yang akan datang.

__ADS_1


 


__ADS_2