
“Yaelaaah abang, tadi Ashley refleks aja bilang begitu karena saking senengnya. I Love You itu kan hanya ungkapan betapa baiknya Abang Nicko yang ganteng ini karena sudah izinin dan temenin Ashley hang out!”
Ucapan Ashley barusan tidak membuat Nicko kecewa sedikit pun. Ia justru semakin berani membalas ucapan tersebut sebagai ungkapan hatinya.
“I love you too, Ashley. Kalo gituh, kamu boleh kapan saja minta hang out sama abang dan abang pasti akan temenin kamu!” ucap Nicko membuat Ashley diam kali ini.
Ashley’s Point of View
Oh My God,
Ini kenapa jadi aku kayak nembak bang Nicko duluan sih? Malu-maluin banget. Lagian ini mulut kenapa bisa kelepasan gini coba?
Aduuuuh,
Aku kan tadi sudah bilang kalau aku gak sungguh-sungguh bilang cinta. Ini malah bang Nicko balas ‘I love you too’ lagi. Yaah, aku tahu sih kalo dia Cuma main-main. Tapi kenapa kedengerannya kayak sungguh-sungguh.
Pakai acara bakal ngebolehin aku pergi kemana aku mau lagi. Udah kek beneran jadi pacar saja. Apa lagi papa, mama, Bang Vanno, sama mami Ichell selalu memperbolehkan aku pergi asal sama Bang Nicko.
Jangan-jangan ...
Jangan-jangan bener lagi apa yang dikatakan sama Wildan tadi kalau aku mau dijodohin sama Bang Nicko.
Ups!
Aku mikirin apaan sih?
Kepedean banget sih aku nihh. Bisa-bisanya sampe mikir kayak gini. Padahal mereka itu nitipin aku karena memang sudah sahabatan dari dulu. Bang Vanno juga sahabatan sama Bang Nicko.
Ashley, Ashley!
Pemikiranmu terlalu jauh! Daaan... memalukan!
Nicko’s Point of View
Kira-kira tanggapan Ashley apa ya saat aku bilang cinta?
Dia bakal berdebar-debar atau biasa ajaa?
Hemm, kenapa kalo aku liat dia malah kayak gak peduli gituh sih. Makan dengan lahap tanpa nimpali ucapan cinta aku barusan.
Duuuh, aku harus bilang apa lagi ya ini? Gak mungkin kan aku bilang kalau itu hanya bercanda. Soalnya aku bener-bener cinta sama dia. Masa’ iya aku harus bohong.
__ADS_1
🍄🍄🍄
“Bang, habis ini kita pulang ke rumah aku dulu yaa!” tukas Ashley membuyarkan lamunanku.
“Mau ambil apa lagi?”
“Enggak ada sih, aku Cuma mau mastiin secret admirer aku kirim sesuatu gak ke rumah. Soalnya sudah dua hari ini menghilang tanpa jejak.”
“Ya, mungkin dia sibuk dan gak sempat buat kirim surat lagi. Atau mungkin dia sudah nyerah dan menghilang begitu aja. Dia gak mau ketemu sama aku, atau mungkin dia sudah punya orang lain yang dia kagumi!”
“Kalau itu jelas gak mungkin, Ashley!” sanggahku dengan nada yang sedikit nyolot.
“Kok abang bisa beranggapan kayak gituh?”
“Yaaa, dia kan udah jadi pengagum rahasia kamu selama enam tahun. Masa dia mau mundur begitu aja. Buat apa usahanya selama ini kalau ujung-ujungnya mundur!”
Ashley menghela nafasnya panjang.
“Aku kangen ajaa sih sama surat kecil dari dia yang gak pernah absen tiap hari. Bahkan semuanya sampai aku kumpulin di dalam kotak. Mulai kotak tahun pertama, sampai tahun ke enam loh Bang.”
“Terus, kamu jatuh cinta sama pengagum rahasiamu itu?” tanyaku mulai mengulik-ngulik.
“Entahlah, Bang kalo nanti sudah ketemu sama orangnya. Cuma kalo sama semua surat yang dia kirim sih aku jatuh cinta. Makanya aku belum bisa memutuskan punya pacar sampai aku ketemu sama pengagum rahasia aku!”
Ashley terdiam dan menganggukkan kepalanya. “Iya juga sih. Bisa jadi seperti itu. Tapi nanti kita pulang ke rumah dulu ya Bang!”
“As you wish, Ashley Addara!”
🍄🍄🍄
Hadeeuuuh, andai saja dia tidak sedang memintaku untuk mencari pengagum rahasianya selama tiga hari, sudah pasti surat dariku tidak akan pernah absen. Maaf, Ashley. Aku masih belum siap untuk menguak siapa pengagum rahasiamu itu.
Aku masih ingin membuatmu nyaman berada di dekatku dan setelah itu aku akan mengatakan semuanya. Dan sebenarnya saat kau tinggal di Mansionku, seharusnya aku tidak perlu mengirim berbagai macam barang atau surat kecil.
Karena aku justru bisa memberikan perhatian kepadamu secara langsung.
🍄🍄🍄
Selepas makan, Ashley mengajak Nicko pulang ke rumahnya. Sepanjang perjalanan keduanya saling bertukar cerita. Kali ini Nicko menanyakan apa saja yang diobrolkan Ashley dengan Wildan.
“Wildan nanyain tentang surat cinta yang dia kasihkan ke kamu kemarin?” tanya Nicko yang langsung diangguki Ashley.
“Dan aku benar-benar melupakan surat itu Bang. Aku awalnya pura-pura tidak tahu jika di dalamnya ada surat. Jadi aku tidak terbebani untuk menjawab pertanyaannya.”
__ADS_1
“Tapi ternyata dia tidak menungguku membacanya dulu dan langsung menyatakan perasaannya. Untung saja Bang Nicko tadi langsung datang. Jadi aku tidak perlu menjawab pertanyaannya.”
“Dan sekarang dia masih tunggu jawaban aku, Bang!”
Ashley tampak kuyu saat menceritakan masalah Wildan yang menyatakan cintanya. Hal ini tentunya membuat Nicko langsung paham jika Ashley tentunya tidak memiliki perasaan yang sama dengan Wildan.
“Kamu kalau memang gak suka, bilang saja gak suka. Gak perlu bikin Wildan tunggu lama!” timpal Nicko.
“Bukan itu masalahnya Bang.”
“Terus masalahnya apa?”
“Yaaah, aku sih pingin coba pacaran sama Wildan. Cuma aku takut nanti tiba-tiba aku putusin Wildan hanya karena aku sudah tahu siapa secret admirer aku!”
“Hah, jadi kamu suka sama Wildan?” tanya Nicko.
“Suka banget sih enggak Bang. Cuma aku pingin coba pacaran saja. Usia aku udah dua puluh satu tahun dan aku belum pernah pacaran sama sekali.”
“Tapi itu bukan solusi yang baik buat pacaran Ashley!” gertak Nicko yang sama sekali tidak setuju dengan keinginan Ashley.
“Aku juga sudah hampir kepala tiga, belum pernah pacaran juga. Gak masalah tuuh. Karena aku gak mau coba-coba.”
“Aku hanya mau menjalin hubungan dengan istri aku nantinya. Cinta aku bakal penuh buat dia tanpa berkurang sedikit pun!” jelas Nicko memberikan gambaran kepada Ashley.
Ashley memandangi Nicko yang tengah mengemudi dengan rasa kagum dalam hatinya. Ia tidak mengira jika alasan Nicko selama ini tidak pacaran ternyata hanya ingin memberikan citanya untuk istrinya kelak.
“Seneng banget dong nanti perempuan yang dijodohkan sama Bang Nicko!” celetuk Ashley menimpali ucapan Nicko.
“Tapi Bang, gimanaa kalau nantinya perempuan yang dijodohkan sama abang itu ternyata punya mantan pacar?”
“Atau bahkan masih punya pacar dan mereka berdua masih sama-sama mencintai?”
“Abang masih mau nerusin perjodohan itu?”
Nicko tersenyum mendengar pertanyaan Ashley.
“Abang kenal betul perempuan yang dijodohkan sama abang! Dia perempuan yang sangat baik, penurut, dan terjaga dari hal-hal yang seperti kamu tanyain Ashley. Makanya, sekarang abang juga lagi berjuang buang pantaskan diri abang bersanding dengannya.”
Penjelasan Nicko barusan sedikit mencubit hati Ashley. ada perasaan tidak rela dalam relung hatinya saat mendengar penjelasan tersebut.
‘Andai saja aku bisa jadi perempuan yang dijodohin sama Bang Nicko, pasti aku akan jadi perempuan paling bahagia di dunia!’ gumam Ashley dalam hati.
Namun, Ashley cepat-cepat membuang jauh-jauh pikiran gilanya barusan.
__ADS_1
‘Ayolah Ashley! Jangan berpikiran yang tidak-tidak! Mana mungkin kamu dijodohin? Bang Vanno saja sampai sekarang masih belum nikah. Masa’ iya malah kamu duluan yang nikah! Aneh!’ gerutu Ashley merutuki dirinya sendiri.