
Selepas makan, Ashley menyandarkan tubuhnya di sofa dan menyalakan televisi di ruang tengah. Mess yang ditempati Abangnya memang sangat minimalis. Hanya ada 2 kamar saja di dalamnya. Ruang tengahnya juga tidak luas, namun membuat Ashley nyaman.
“Abang kalo mau istirahat di kamar Bang Vanno aja gak papa. Ashley mau tiduran di sini sambil nonton TV!” ucap Ashley.
“Kalo abang temenin Ashley di sini boleh gak?” tanya Nicko.
Ashley pun berdehem pelan memperbolehkan Nicko duduk di sampingnya. Baru saja Nicko mendudukkan p4nt4tnya di samping Ashley, hati Ashley langsung berdebar tidak karuan. Terlebih saat Nicko mulai merapatkan jarak antara mereka berdua.
“Dek!” panggil Nicko membuat jantung Ashley semakin bertalu-talu.
“Abang panggil apa?”
“Dek!” jawab Nicko mengulangi panggilannya lagi.
“Yaa Ampun bang!” Ashley menepuk bahu Nicko sedikit kencang. “Kayak manggil apa aja deh abang ini!”
“Emang kayak manggil siapa?” tanya Nicko dengan nada sedikit menggoda dan Ashley hanya mengedikkan bahunya pelan.
“Kayak manggil istrinya yaa?” lanjut Nicko membuat Ashley menelan ludahnya kasar.
__ADS_1
Kali ini suaranya tercekat dan tidak bisa berkata apa-apa. Dadanya semakin bergemuruh dan membuat nafasnya sedikit terasa sesak.
Kesempatan ini tidak disia-siakan oleh Nicko. Ia langsung merangkul Ashley dengan begitu hangat.
“Ashley mau gak jadi istri abang?” tanya Nicko to the point.
Ashley yang belum siap mendengar permintaan Nicko barusan, cepat-cepat melepaskan tangan Nicko yang tengah merangkulnya.
“Jangan ngaco deh bang! Bercandanya gak lucu ih.” Ashley langsung bangkit dari duduknya dan memutuskan untuk pergi ke kamar Vanno.
Namun Nicko langsung sigap menarik tubuh ramping Ashley sampai terjatuh tepat di pangkuannya.
“Tapi abang gak bercanda kali ini!” lanjut Nicko membuat Ashley semakin salah tingkah dibuatnya. Namun bukan Ashley namanya jika ia tidak bisa berkelit dari situasi kali ini.
Selepas Ashley bisa membebaskan dirinya, ia langsung berlari masuk ke dalam kamar abangnya dan menutup pintunya rapat-rapat.
Kini Ashley bersandari di pintu kamar sambil mulai mengatur nafasnya. “Aduh, Bang Nicko udah mau ungkapin perasaannya secara terang-terangan. Sedangkan aku belum siap buat balas dendam sama dia!” gumam Ashley.
“Aku harus cari cara kali ini. Inget Ashley! Kamu gak boleh kalah dari pesona Nicko!” Ashley mulai menyemangati dirinya sendiri.
“Tapi tadi aku sendiri malah udah gak sabar pingin jadi pacarnya Bang Nicko!” Ashley menepuk kedua pipinya berulang kali.
__ADS_1
“Oh My God, Ashley! Kamu ini kenapa sih?”
Sedangkan Nicko yang masih duduk di depan televisi mulai berfikir cara meyakinkan Ashley jika ia sungguh-sungguh mencintainya.
“Duuh, Ashley ternyata menganggap aku hanya bercanda kali ini. Padahal perempuan yang dijodohkan sama aku itu dia sendiri.”
“Aku harus segera menyatakan semuanya meskipun nantinya Ashley akan kecewa setelah mendengar semuanya.”
Nicko kemudian mulai menyusun rencana untuk mengajak Ashley berkeliling kota selepas istirahat. Tak lama kemudian matanya pun terpejam karena ia sudah tidak bisa menahan rasa kantuknya.
***
Kini waktu telah menunjukkan jam 7 malam. Nicko baru saja terbangun dari tidurnya sedangkan saat ia melihat ke arah kamar Vanno, tampak pintunya masih tertutup.
“Anak itu belum bangun juga ya? Padahal udah jam segini!” gumam Nicko. Ia pun langsung bangun dan berjalan menuju ke pantry.
Ia membuka pintu kulkas untuk melihat persediaan makanan yang ada. Ada sosis, dan beberapa sayuran di sana. Akhirnya sayuran dan sosis tersebut lalu diolah Nicko menjadi capjay. Setelah itu Nicko menggoreng telur sebagai lauknya.
Tak berapa lama pintu kamar Vanno pun terbuka dan tampak Ashley keluar dari sana.
“Bang Nicko masak apa? Baunya harum banget loh sampe masuk dalam mimpi Ashley.”
__ADS_1
“Bikin menu makan malam aja dari bahan yang ada di kulkas. Kamu mau makan?” tanya Nicko membuat Ashley langsung menganggukkan kepalanya.
Nicko pun langsung mengambilkan makanan untuk Ashley dan kemudian untuk dirinya sendiri. Malam ini, mereka berdua pun makan bersama dengan menu sederhana yang dimasak oleh Nicko.