
“Cantik banget sayang!” puji mami Rychelle.
“Gaun kayak gitu bukannya tertalu terbuka ya Mi!” timpal Nicko yang langsung mendapat tatapan tajam dari Ashley.
“Apanya yang terbuka sih Bang. Ini tuh masih dalam kategori tertutup loh bang!” protes Ashley yang tidak terima dengan penilaian Nicko.
“Iya dek, tapi kamu terlalu cantik pakai gaun ini! Abang gak mau nanti di pesta pernikahan Vanno malah kamu yang jadi bahan perhatian para tamu undangan!” tegas Nicko membuat Vanno dan Mami Rychelle saling melemparkan pandang.
“Emmh, abang ke mess sebelah dulu yaa. Tadi abang titip sesuatu ke temen abang!” Vanno langsung mencoba melarikan diri dari messnya sendiri.
Namun Ashley langsung mencegahnya. “Tunggu dulu bang! Abang kasih penilaian dulu dong ke Ashley. Ashley cantik gak pakai gaun ini?”
“Jelek! Mending sekarang kamu ganti baju dan kita cari gaun malam ini!” jawab Nicko.
“Iiiiih! Aku kan gak minta penilaian Bang Nicko. Lagi pula mana ada butik yang masih buka jam segini!” balas Ashley.
__ADS_1
“Emmm, kamu cantik kok. Tante Rychelle juga pas banget beli gaunnya!” ujar Vanno sambil keluar dari messnya.
Tak lama kemudian Mami Rychelle juga masuk ke kamarnya untuk beristirahat. Kini tinggal Nicko dan Ashley yang masih ada di ruang tengah.
“Tuh kan, Cuma Bang Nicko yang matanya harus dipakein kaca mata kuda. Orang bagus dan pas kayak gini kok dibilang jelek!” gerutu Ashley sambil berbalik masuk ke dalam kamar.
Sedangkan Nicko pun langsung mengikuti langkah Ashley masuk ke dalam kamar.
“Abang Cuma gak mau kamu jadi bahan perhatian di pesta besok!” tegas Nicko.
“Kenapa?” tanya Ashley sambil berbalik dengan gaya menantang.
“Haaah?!” Ashley terkesiap mendengar jawaban dari Nicko. Ia terus saja berjalan mundur menjauhi Nicko dan Nicko dengan sigap meraih tubuh Ashley dan merapatkan ke tubuhnya.
“Kamu adalah satu-satunya yang abang cintai dan ingin abang persunting sebagai istri. Jadi, abang gak mau kecantikan calon istri abang dinikmati oleh para pria lain!” Nicko kembali mempertegas kalimatnya membuat Ashley diam seribu bahasa.
“Ta-tapi bang ...”
__ADS_1
“Kalo abang pernah bilang kalo abang dijodohin sama perempuan, perempuan itu kamu, dek! Perempuan yang sangat luar biasa dan sudah lama duduk di singgasana hati abang!” jelas Nicko membuat Ashley makin bingung harus menjawab apa.
‘Aaarrrggghhhh! Kenapa harus kayak gini sih?!’ rutuk Ashley dalam hati.
‘Aku bener-bener gak siap kalo Bang Nicko nyatain perasaannya secepat ini! Ayolah otak cerdasku! Berfikirkah dengan baik!’ batin Ashley.
Perlahan ia menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan. Kemudian Ashley memberanikan dirinya menatap ke arah Nicko.
“Bang, sayangnya aku gak ...”
“Sssttt! Abang gak mau denger apapun yang keluar dari mulut kamu!” tahan Nicko yang juga belum siap menerima penolakan dari Ashley.
“Abang saat ini Cuma pingin Ashley tahu kalo abang bener-bener cinta sama kamu!” tegas Nicko yang kemudian berbalik dan meninggalkan Ashley sendiri di kamar.
Sepeninggalan Nicko, Ashley mulai mengatur nafasnya yang sudah tidak karuan sambil melihat dirinya di depan kaca. Tampak pipinya yang memerah setelah mendengar ungkapan perasaan Nicko yang ia sampaikan berulang kali malam ini.
“Yaa Ampuuun. Aku tuh speechless banget malem ini. Meski Bang Nicko nyatain perasaannya gak romantis, tapi aku kek ngerasa lagi melayang di udara!” gumam Ashley sambil menepuk nepuk pipinya sendiri.
__ADS_1
“Jadi kamu udah ada rasa cinta sama musuh bebuyutan kamu selama ini?” tanya Vanno yang tiba-tiba masuk ke dalam kamar dan tidak sengaja mendengar gumaman kecil yang keluar dari mulut Ashley.
“Bang Vanno!” Ashley pun langsung berbalik dan menghadap ke arah abangnya.