My Enemy, My Secret Admirer

My Enemy, My Secret Admirer
Matre atau Perhitungan?


__ADS_3


Mendengar ucapan Ashley barusan, membuat Nicko semakin berani menghadapkan Ashley ke arahnya dan melingkarkan tangannya di pinggang Ashley hingga mereka berdua terlihat seperti orang yang tengah berpelukan.


“Kalo begitu berarti istri abang nantinya kamu dong! Kan Cuma kamu cewek yang cerewet, gak pinter masak, dan hobi bikin onar!”


“Ogah banget! Diiiiih, jangan sampe deh jadi istrinya Bang Nicko.” Ashley langsung mendorong Nicko untuk menjauh darinya.


“Aku masih terlalu cantik buat abang!” lanjut Ashley sambil menyibakkan rambutnya yang tergerai.


“Cantiiik? Apanya yang dibilang cantik, orang kayak itik begini!”


“Apaaa? Itiiik? Iiiih, mulai ngeselin lagi ini Abang Nicko!”


Jika awalnya Nicko berjanji tidak akan ramai dengan Ashley, ternyata tak mudah juga untuk ditepati karena mereka sudah mulai perang mulut lagi sampai Papa, Mama, dan Vanno pulang kerja.


Nicko langsung diam dan cepat-cepat untuk berpamitan pulang.


“Kenapa langsung pulang?” tanya Ashley sambil berkacak pinggang. “Abang takut ya kena omel sama papa mama!”


“Gak takut, Ashley! Abang sudah 93rah mau mandi. Memang abang boleh mandi di kamar mandi Ashley?”


“Boleeeh saja kalo abang mau!”

__ADS_1


“Seriussss?!” tanya Nicko, Vanno, dan Mama Imelda yang terkejut dengan ucapan Ashley.


“Waaah, kompak banget sih kalian! Serius dong. Tapi bayar per menitnya seratus ribu.”


“Yaelah dek, getol amat bikin ribut sama Nicko!” balas Vanno. “Oh iya, mulai besok kamu akan tinggal di Mansion Vanno karena papa, mama, dan abang mulai berangkat besok siang!”


“Berarti Ashley boleh izin gak berangkat kerja dong. Iya kan Bang Nicko?” tanya Ashley.


“Boleh dong. Tapi ada pemotongan gaji yaaa!”


Kali ini Nicko balas dendam dengan Ashley yang meminta bayaran seratus ribu per menit jika mandi di kamar mandinya. Sedangkan Ashley sendiri mulai berpikir bagaimana ia tidak merasa rugi karena sudah dipotong gajinya jika besok libur magang kerja.


Tiba-tiba saja Ashley menarik tangan Nicko menaiki anak tangga menuju ke kamarnya. Melihat hal tersebut, Mama Imelda langsung berteriak kencang.


“Mau Ashley suruh mandi di kamar Ashley Maaa. Yang lamaa biar Bang Nicko mau bayar sewa kamar mandi sama airnya. Jadi Ashley gak rugi kalau besok libur dan potong gaji!” jawab Ashley sambil berteriak juga.


“Yaa Ampuuun, anak ini bener-bener perhitungan dan gak mau rugi!” gumam Mama Imelda sambil menepuk dahinya sendiri.


“Itu namanya matre, Ma!” balas Vanno sambil menaiki anak tangga menuju ke kamarnya.


Mama Imelda hanya mengedikkan bahunya mendengar kesimpulan yang dilontarkan oleh Vanno. Kemudian ia memandang ke arah suaminya dan mempertanyakan hal ini.


“Kalau Ashley matre, dia niru siapa ya pah?”

__ADS_1


Teysar langsung tersenyum lalu meraih pinggang istrinya dan mengajaknya masuk ke dalam kamar. “Yang jelas mirip mamanya!” bisik Teysar membuat bibir Imelda langsung manyun dan tidak terima.


“Memangnya mama matre yaaa?”


“Papah kan gak bilang kata-kata itu, sebenarnya bukan matre sayang. Tapi lebih tepatnya sangat perhitungan dan teliti!” balas Papa Teysar.


“Sama saja dong paaah!”


“Beda jauh sayaaang! Apapun itu, yang jelas kau adalah istriku yang sangat cantik, baik hati, dan satu lagi...” bisik Papa Teysar.


“Satu lagi...?” Mama Imelda mengerutkan dahinya.


“Sangat 53ks!!”


Teysar langsung menggendong istrinya ala bridal style dan merebahkannya di atas tempat tidur.


“Paaaah. Memangnya papa gak capek?” tanya Mama Imelda saat suaminya sudah mulai membuka kancing baju dinasnya.


“Mama pasti tahu kan obat capek papah yang paling jitu!”


Akhirnya keduanya pun mengobati kelelahan mereka dengan bertempur romantis di atas tempat tidur.


Jika papa Teysar dan Mama Imelda kini sedang memadu kasih di kamar, kira-kira apa yang sedang dilakukan oleh Nicko yang dipaksa mandi di kamar mandi yang ada di kamar Ashley yaaa?

__ADS_1


🍄🍄🍄


__ADS_2