My Enemy, My Secret Admirer

My Enemy, My Secret Admirer
First Kiss


__ADS_3


Teriakan Ashley membuat Nicko langsung menariknya masuk ke dalam kamar dan menutup mulutnya sambil mengunci tubuh Ashley di dinding. Nicko yang habis mandi dan hanya mengenakan handuk selaras pinggang membuat Ashley sangat terkejut melihatnya.


Meskipun ia sering mendapat pemandangan tersebut dari Papa dan juga Abangnya, tetap saja saat melihat Nicko dia masih tidak biasa dan bahkan pikirannya langsung lari kemana-mana. Apalagi aroma sabun mandi Nicko yang sangat harum kali ini bisa membuat Ashley nyaman jika lama-lama berada di dekatnya.


“Sssttt!” Nicko meletakkan jari telunjuknya di depan mulut.


“Jangan teriak-teriak! Nanti tetangga pada dateng loh trus malah gerebek kamu suruh nikah sama aku. Kamu mau?” tanya Nicko.


Ashley buru-buru menggelengkan kepalanya. “Makanya jangan teriak-teriak! Okey?” lanjut Nicko dan Ashley langsung menganggukkan kepalanya.


Keduanya pun kini sama-sama terdiam dan saling melempar pandang satu sama lain.


Nicko’s Point of View


Aku bisa gila terus menerus memendam perasaan ini! Ashley semakin cantik dan selalu buat aku tidak bisa berkutik sama sekali. Alisnya yang simetris, bulu matanya yang lentik, hidungnya, dan bibirnya yang ...


Ck, aku semakin tidak sabar untuk mencicipinya. Pasti rasanya lebih nikmat dari buah ceri. Wajahnya yang mulus tanpa noda membuat aku benar-benar tidak tahan untuk mengusap pipinya.


Huft, kenapa aku tidak berani mengusap wajahnya sedikitpun, padahal aku sangat ingin. Bahkan dia juga sudah beberapa mengusap pipiku yang kemerahan karena salah tingkah dengannya.


Dia juga yang berani memelukku dengan sangat erat sampai aku hampir tidak bisa bernafas dibuatnya. Aarrggghhhh! Rasanya aku sudah terlalu lemah, bodoh, dan tak berdaya setiap berada di dekatnya.


Ayoo Nicko lakukan sesuatu! Jangan jadi cowok lemah yang hanya berani saat bendera perang sudah berkibar!


Ashley’s Point of View


Sumpah deh! Selama Bang Nicko gak bikin aku kesel, kenapa ketampanannya naik berkali kali lipat di mataku. Tubuh atletisnya membuat aku bener-bener kicep dibuatnya. Dada bidang dan bahu kekarnya membuat aku sangat nyaman bersandar dengannya.


Bahkan rasanya aku ingin lama-lama di dekatnya saat mencium aromanya saat ini. Kalau saja boleh, aku ingin mengusapkan tanganku di tubuhnya untuk mengabsen setiap inci tubuhnya yang kekar.


Oh My God, apa yang kau pikirkan, Ashley! Ini sangat memalukan jika Nicko bisa membaca apa yang sedang kau fikirkan!

__ADS_1


Tapi aku benar-benar tidak bisa berbohong! Bang Nicko ini cool banget. Beruntung banget cewek yang udah dijodohin sama Bang Nicko. Hemm, kira-kira secret admirer aku itu lebih cakep dari Bang Nicko gak yaa?


Ups! Kenapa aku jadi terpana sama abang aku sendiri sih?


💞💞💞


Setelah sama-sama terdiam cukup lama, Nicko pun mulai buka suara.


“Kamu ngapain ke kamar aku?” tanya Nicko yang tentunya membuyarkan lamunan Ashley.


“Emmm, ada yang mau aku omongin sama abang. Tapi nanti aja deh, Bang Nicko pakai baju dulu!” Ashley mendorong tubuh Nicko agar menjauh darinya.


Setelah itu ia cepat-cepat keluar dari kamar Nicko dan kembali ke kamarnya sambil mengatur nafasnya yang tiba-tiba terasa sesak. Ashley pun kemudian mengetikkan pesan singkat untuk Nicko jika ia menunggunya di kamar.


💌 Ashley


Bang, Ashley tunggu di kamar ya.


Okey, 5 menit lagi aku ke kamarmu. Jangan dikunci ya!


Setelah membaca pesan balasan dari Nicko, Ashley pun merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Bayangan Nicko terus saja menari-nari di pelupuk matanya.


Ia pun berusaha memejamkan matanya untuk menepis bayang-bayang Nicko, sayangnya Ashley justru tertidur pulas dan tidak ingat lagi jika saat ini ia tengah menunggu Nicko datang ke kamarnya.


Sesuai dengan janjinya, Nicko datang ke kamar Ashley setelah 5 menit berlalu. Nicko sengaja mengenakan kaosnya yang paling keren yang dipadukan dengan celana pendek. Tidak hanya itu, dia juga sedikit menyemprotkan parfum santainya mengingat ia akan menemui Ashley. Meskipun hanya beberapa langkah saja.


Betapa terkejutnya Nicko saat masuk ke kamar Ashley dan melihat Ashley tengah tertidur pulas. Perlahan Nicko menutup pintu kamar Ashley dengan pelan dan mendekat ke tempat tidur Ashley.


Senyum Nicko langsung terlukis di bibirnya melihat Ashley yang sangat cantik saat terlelap seperti ini. “Kamu pasti lelah!” gumam Nicko pelan sambil mengusap kepala Ashley.


Nicko pun duduk di tepi tempat tidur Ashley dan mulai mengabsen wajah cantik Ashley yang sangat mulus. Mulai dari dahi, turun ke hidung dan mengusap pipinya. Kini tangan Nicko terhenti di bibir Ashley dan mengusapnya pelan.


“Aku benar-benar jatuh cinta denganmu, Ashley. Sangat mencintaimu!” ucap Nicko sayangnya Ashley sama sekali tidak mendengarnya karena sudah tenggelam jauh dalam mimpinya.

__ADS_1


Nicko pun semakin berani melakukan hal yang lebih dengan Ashley. Ia mendekatkan wajahnya di wajah Ashley dan mulai berbisik. “Apa aku boleh menciummu?” tanya Nicko.


Tidak ada jawaban dari Ashley, dan itu membuktikan jika Ashley benar-benar sudah terlelap. Nicko mendaratkan ciuman pertamanya tepat di bibir Ashley. Awalnya tidak ada pergerakan dan perlawanan sedikit pun.


Nicko semakin berani meny354pnya lebih dalam dan kali ini Ashley mulai membuka bibirnya dan memberi ruang Nicko untuk melakukannya lebih. Hal ini tentu saja tidak disia-siakan oleh Nicko. Ia mengabsennya lebih dalam sampai membuat Ashley hampir kehabisan nafas.


Setelah merasa cukup, Nicko pun memutuskan untuk menyelimuti tubuh Ashley dan menuliskan note kecil sebelum meninggalkan kamar Ashley.


Selepas Nicko keluar dari kamar, Ashley pun terbangun dari tidurnya dan langsung mengusap bibirnya.


“Oh My God! Aku ketiduran sampai bermimpi Bang Nicko menyatakan cinta untukku dan mencium bibirku dengan sedikit 94n45!”


Ia pun menyibakkan selimutnya dan hendak menuju meja rias. Dilihatnya ada secarik kertas yang bertuliskan note kecil. Tangan Ashley pun mengambil note tersebut dan membaca apa yang tertulis di dalamnya.


Sleep tight, Ashley. Have your nice dream. Kita bicara besok pagi saja ya.


Ashley pun langsung mengarahkan kepalanya untuk melihat ke jam dinding.


“Jam dua belas!” gumam Ashley sambil menuju ke meja rias dan duduk di depannya sambil mengusap bibirnya yang sedikit membengkak.


“Kenapa ciuman yang tadi terasa begitu nyata ya. Dan bahkan aku sangat menikmati!”


“Haiiissshh! Kenapa aku jadi seperti ini sih?” gumam Ashley. Ia pun langsung menuju ke kamar mandi untuk membasuh wajahnya.


Sedangkan Nicko kini sedang merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur sambil terus mengingat hal yang baru saja ia lakukan.


“Aku tidak menyangka seberani ini mencium Ashley untuk pertama kalinya dan tepat di bibirnya!” gumam Nicko dengan hati yang berbunga-bunga sambil mengusap bibirnya sendiri.


“Ternyata sangat nikmat dan membuatku ketagihan. Kali ini aku akan mulai membuka jati diriku yang sebenarnya di depan Ashley. Aku tidak akan pernah melepaskan dia sedikit pun dari sisiku!”


“Semoga saja dia mau menerima cintaku dan juga lamaranku nanti!”


Nicko pun memejamkan matanya dan langsung tenggelam dalam mimpinya. Rasa penat yang ia rasakan hari ini seolah sirna saat ia memberanikan dirinya mencium bibir Ashley tadi.

__ADS_1


__ADS_2