
Ashley pun beranjak dari sofa dan mengambil kotak hadiah dari pengagum rahasianya. Saat kotak terbuka, terlihat di dalamnya ada sebuah jam tangan dan amplop surat berwarna merah jambu di dekatnya.
Ashley pun langsung membuka isi amplopnya. Tampak ada secarik surat dan kartu reservasi makan malam di sebuah restoran bintang lima.
💌💌💌
Dear Ashley Addara,
Aku sudah tidak sanggup lagi untuk menantikan perjumpaan kita. Aku tidak sanggup lagi untuk bersembunyi lebih lama darimu. Kumohon dengan segala kerendahan hati, datanglah dalam undangan dinner malam lusa. Aku menantikanmu, Ashley .
With Love,
Your Admirer.
💌💌💌
Selepas membaca surat tersebut, Ashley kembali menyimpannya ke dalam amplop dan memasukkannya kembali ke dalam kotak.
“Kali ini, aku harus mengacuhkan ini Mami!” tutur Ashley.
“Setuju sayang! Kita buat Nicko sampai menyerah dan menyatakan perasaannya denganmu!” balas Mami Rychelle.
Tak terasa waktu pun terus bergulir. Saat tiba jam makan malam, Ashley mengembalikan kotak tersebut di tempat yang tadi ia letakkan dan menuju ke ruang makan.
Tidak ada percakapan yang berarti saat makan malam. Semua mengalir seperti malam-malam sebelumnya. Selepas makan malam, Ashley pun kembali ke kamarnya dan bersiap untuk menghabiskan malamnya di kamar.
__ADS_1
Namun saat hendak meraih handle pintu kamarnya, tangannya ditarik oleh Nicko dan mengajaknya masuk ke dalam kamarnya.
“Bang Nicko mau ngapain sih?” tanya Ashley dengan geram. “Kek orang mau nyulik aja tauk!”
“Emmm, kita ngobrol di balkon yuk!” ajak Nicko sambil menggandeng tangan Ashley.
“Aduh bang, Ashley kan masih harus ngerjain skripsi biar cepet selesai!” tolak Ashley yang sengaja menghindari obrolan bersama Nicko.
“Okey, kalo gitu biar abang bantu!”
Ashley cepat-cepat menggelengkan kepalanya dan menolak bantuan dari Nicko. “Gak perlu Bang. Ashley butuh sendiri biar bisa konsentrasi dan skripsinya cepet selesai. Kalo ada abang nanti malah ngobrol jadinya!” balas Ashley yang langsung melepaskan tangan Nicko yang masih memegangnya.
“Tunggu, Ashley!”
“Apa kamu tidak ingin membahas masalah pengagum rahasiamu sama abang?” tanya Nicko dan Ashley langsung menjawabnya dengan gelengan kepalanya.
“Ck! Kenapa Ashley justru makin sulit untuk ditaklukkan!” gumam Nicko yang hampir frustasi.
Di saat ia sudah ingin menyatakan semua kebenarannya, Ashley justru tampak tidak peduli lagi dengan pengagum rahasianya.
Selepas kepergian Ashley, Nicko pun keluar dari kamarnya dan hendak menuju ke taman untuk mendinginkan pikirannya.
Sayangnya saat menuruni anak tangga, matanya justru tertuju ke kotak yang ia berikan kepada Ashley tadi.
'Apa Ashley benar-benar sudah tidak peduli dengan pengagum rahasianya?' gumam Nicko dalam hati.
Ia pun membuka kotak tersebut, "Utuh?"
__ADS_1
"Bahkan dia tidak membukanya sama sekali!" gumam Nicko.
Ia pun mengurungkan niatnya untuk ke taman dan kembali menaiki anak tangga menuju ke kamar Ashley. Nicko berkali-kali mengetuk pintu kamar, sayangnya tidak ada jawaban.
Akhirnya Nicko memutuskan untuk langsung masuk ke dalam dan melihat apa yang saat ini dilakukan oleh Ashley.
Betapa terkejutnya Nicko saat melihat Ashley tertidur dengan macbook yang masih terbuka dan menampilkan film drama percintaan.
Ia pun meletakkan kotak yang ia bawa dan kemudian mematikan film yang sedang ditonton oleh Ashley.
"Jadi ini yang dia bilang mengerjakan skripsi?" gumam Nicko sambil duduk di tepi tempat tidur Ashley.
Dipandangnya Ashley yang tengah terlelap secara intens sampai Nicko tidak sadar jika dirinya sudah mengikis jaraknya dengan Ashley.
"I Love You So Much, Ashley!"
Deg!
Ashley yang sudah terlelap tiba-tiba terjaga saat mendengar ungkapan yang keluar dari mulut Nicko. Namun, kali ini ia tidak membuka matanya meski jantungnya sudah berdebar tidak menentu.
"Aku benar-benar sangat mencintaimu dan takut kehilanganmu!" ucap Nicko lagi sambil mengabsen wajah Ashley dengan jati telunjuknya.
Kini jari Nicko terhenti di bibir Ashley. Perlahan Nicko mengusap bibir Ashley yang sebelumnya pernah ia cicipi saat Ashley sedang terlelap.
__ADS_1