My Future

My Future
(Eps.11) Misterius


__ADS_3

Tok tok tok!


"Febri bangun. Hari ini sekolah, oiya apa kamu melihat Nathan? mengapa sepagi buta ini dia hilang dari kamarnya?" ucap tante Clara dibalik pintu. Membuat Febri terbangun dari tidur nya, ia kaget melihat Nathan disamping nya. Kemudian Febri memutar kembali memori nya, ternyata semalaman ini mereka tidur berdua, untung saja tidak terjadi apa-apa.


"Nathan, bangun than" seru Febri berbisik ke telinga Nathan.


"Febricia, apa kau sudah bangun? jika tidak kamu akan terlambat" ucap Clara di balik pintu.


"Iya tante, Febri sudah bangun sebentar lagi aku akan turun" ucap Febri


"Oke cepat ya nak" ucap Tante Clara lalu pergi.


"Nathan elo masih hidup gak sih? bangun!!, aku gak mau terlambat sekolah, Tante juga nyariin kamu" ucap Febri sambil menggoyang goyangkan tubuh Nathan.


"Iya Ebi, iya aku bangun" ucap Nathan, nyawa nya belum terkumpul. Febri meninggalkan nya dan langsung pergi ke kamar mandi.


Di meja makan


"Cepat habiskan sarapan kalian, Nathan kenapa tadi pagi mama masuk ke kamar mu, kamu sudah tidak ada?" ucap Clara.


"Nathan di toilet maa" ucap Nathan dengan santainya berbohong.


"Nathan, Febri, kami akan ke Singapure siang ini, jangan macam macam ya nak, papa pantau CCTV rumah 24 jam" ucap Aldric tiba tiba muncul dan bergabung dimeja makan.


"Clarin ikut juga Paa?" tanya Nathan.


"Kami tidak tega ninggalin dia, semalaman dia merajuk minta ikut, mama juga sudah utus orang buat datang ke sekolah nya agar di beri surat izin" terang Clara.


Nathan hanya tersenyum seperti ada sebuah rencana dibalik senyuman nya itu. Bulu kuduk Febri tiba tiba merinding.


"Ayo Ebi, kalau kau sudah menghabisi sarapan mu kita berangkat sekarang, Pa Ma, maaf ya Nathan gak bisa antar sampai bandara" ucap Nathan.


"Hati hati ya Om, Tante, jangan lupa hubungi kami setelah sampai sana" seru Febri.


Nathan pun berpamitan dengan menciumi tangan kedua orang tuanya dan diikuti Febri.


"Clarin, jangan nakal disana ya" ucap Nathan sambil mengacak rambut adiknya.


"Dadah Clarin, jangan lupa oleh oleh Singapure ya" seru Febri sambil tersenyum ke arah Clarinta.


"Iya kakak-kakak ku, semangat ya sekolah nya" ucap Clarinta melambaikan tangannya.


Nathan pun menancap gas mobil nya itu, tersadar 10 menit lagi upacara akan dimulai.

__ADS_1


Di sekolah


"Huh! untung saja kita tidak telat than" ucap Febri.


"Iya sayang, ayo masuk kelas dulu sebelum ke lapangan, tas mu pasti sangat berat" ucap Nathan.


"Jangan memanggilku seperti itu disekolah, kalau ada yang mendengarnya bagaimana" ucap Febri, ia menyubit pinggang Nathan.


"Aw! Sakit Ebi" jerit Nathan.


Upacara berjalan tanpa hambatan


Proses belajar mengajar di mulai dikelas masing-masing.


Bel istirahat berbunyi


Febri menyusun buku-bukunya dan ia akan makan siang di kantin.


"Kyra ayo cepet sebelum kantin tambah rame" ucap Febri.


"Iya Feb bentar"


Di kantin


"Aku sebenarnya gak mau ceritain hal ini ke siapa siapa, tapi kamu teman dekatku, aku agak risih merahasiakan ini darimu" ucap Febri sambil mengaduk aduk Bakso nya.


"Kamu pacaran ya sama dia? ya wajar aja sih kalau kalian punya hubungan spesial kayak gitu, toh Nathan juga gak kalah keren nya dengan Brian, hati hati loh Nathan itu populer di kalangan perempuan" ucap Kyra was was agar Nathan tidak tau mereka sedang membicarakan nya, karna Nathan selalu melirik ke arah Febri.


"Iya ra, aku tau, tapi Nathan gak mungkin khianatin aku, dia itu super duper nempel tau gak sih hahah" ucap Febri sambil tertawa.


"Kamu kira dia itu perangko? hahaha, eh bentar, kamu beneran pacaran sama dia? sejak kapan?" tanya Kyra sambil menyuap kuah soto ke dalam mulutnya.


"Aku gak pacaran sama dia, keluarga kami yang merencanakan perjodohan ini" ucap Febri.


Kyra tersedak kuah soto saat mendengar penjelasan dari Febri, "Kamu hidup di jaman Siti Nurbaya ya Feb? Yaampun ternyata masih ada perjodohan di zaman sekarang" canda Kyra.


Tiba-tiba Nathan menghampiri mereka berdua. "Apa Nathan mendengar nya?" batin Kyra khawatir.


"Ebi, kita bicara sebentar ya" seru Nathan sambil tersenyum ke arah Kyra.


"Ah, iya Feb aku tinggal ke toilet bentar ya" ucap Kyra pergi begitu saja saat mendapat kode dari Nathan.


Kini Nathan duduk di hadapan Febri. "Mau ngomong apa than?" ucap Febri menunggu Nathan bicara. "Pulang nanti, kita gak bisa bareng dulu ya Ebi" ucap Nathan. Febri hanya diam menunggu kelanjutan nya, karna biasa Nathan sangat sensitif kalau Febri tidak pulang bersamanya, entah itu naik gojek ataupun pulang bersama laki laki lain.

__ADS_1


"Ada urusan mendadak, mungkin aku akan pulang agak malam, jangan lupa mengunci pintu ya, kalau terjadi sesuatu jangan ragu untuk menelfon ku" ucap Nathan tersenyum ke arah Febri.


"hm.. mungkin ada masalah di Perusahaan nya"batin Febri.


"Oke, aku bisa pulang naik Gojek" ucap Febri, dibalas dengan anggukan dari Nathan.


Bel masuk berbunyi, di kelas


"Tadi Nathan omongin apa Feb? kita gak ketahuan kan kalo omongin dia?" tanya Kyra pada Febri.


"Enggak kok Ra, bukan apa apa" ucap Febri hanya tersenyum.


Guru pun masuk kelas dan pembelajaran langsung dimulai


Bel pulang, ting tung ting tung


"Feb aku deluan ya, Ayahku uda SMS nih, dia uda di depan gerbang" ucap Kyra terburu buru menyusun buku nya.


"Iya Ra, hati hati ya" ucap Febri melambaikan tangan.


Febri menoleh ke sekeliling ruangan kelas, sudah tidak ada Nathan, "Seperti nya urusan Nathan kali ini sangat penting"batin Febri.


Febri langsung memesan Gojek sebagai transport nya kali ini untuk pulang ke rumah.


"Hah, akhirnya bisa beristirahat juga, otakku beku hari ini disodorkan soal kimia, bentar lagi UN banyak yang harus ku persiapkan" ucap Febri berbicara sendiri didalam kamarnya. Febri langsung beranjak dari kasur dan menuju kamar mandi, ia tak ingin ketiduran lagi dalam kondisi berkeringat seperti ini.


Malam pukul 20:15


"Kenapa jam segini Nathan belum pulang ya, aku belum tau dimana lokasi perusahaan nya" ucap Febri melihat ke arah jendela yang tembus pandang. Terlihat jalan raya yang masih ramai dan bangunan-bangunan megah pencakar langit.


Drrt Drtt tiba-tiba terdengar suara getar dari ponsel Febri.


"Temui aku sekarang, lokasi nya sudah aku kirim melalui email. Ada yang ingin aku bicarakan denganmu" isi pesan dari nomor yang tidak dikenal.


"Nomor siapa ini?" ucap Febri heran, ia menaruh kembali ponsel nya mengabaikan pesan misterius itu, mungkin saja salah sambung.


Drrt Drtt terdengar lagi suara getaran dari ponselnya "Orang ini mau nya apa sih" batin Febri mulai kesal.


"Ini berhubungan dengan Nathan" isi pesan itu. Membuat Febri semakin penasaran, apakah terjadi sesuatu pada Nathan? Kini pikirannya tercampur aduk. Febri kemudian bersiap-siap, ia berpenampilan seadanya hanya sedikit polesan, lalu mengunci pintu, dan pergi ke lokasi yang di maksud oleh pengirim pesan misterius itu.


JANGAN LUPA LIKE , KOMEN, BERI KRITIK DAN SARAN YA^^ AGAR AUTHOR YANG PEMALAS INI BISA SEMANGAT DIKIT UNTUK MELANJUTKAN CERITA NYA :")


TERIMAKASIH ^^

__ADS_1


__ADS_2