
"Eh...gimana kalo kita adain acara perpisahan?" Jaka bertanya pada teman-temannya yang kini berada di belakang sekolah. Ya setelah memastikan mereka semua lulus, mereka akan kembali pulang kerumah masing-masing. Tidak ada perayaan, euforia, atau konvoi, coret-coret baju seragam apalagi Prom Night seperti sekolah-sekolah elit di kota besar.
"Boleh tuh, dimana? kapan?" sahut Tata.
"Nanti malam gimana? gue udah pesen sama bokap kalo dapat ikan yang besar jangan di jual, mudah-mudahan sore nanti dapat banyak" ujar Jaka.
"Kalo gak dapat ikan gimana?" sela Tata.
"Kita ganti dengan ayam, jadi nanti malam buat barbeque ala-ala gitu hehe..." Jaka mengutarakan rencana.
"Boleh. dimana buatnya?" Rifan dari tadi menyimak.
"Gimana kalo di rumah Linda?" sahut Roni.
"Gimana Lin?" tanya semuanya menatap Linda.
"Oke, gak masalah. Tapi kalo acaranya malam berarti nginep dong?" tutur Linda.
"Terus gue gimana?" Tata bingung.
"Lo, gue jemput aja Beb" Jaka menenangkan Tata.
"Lo ikut Rik?" tanya Roni.
"Sorry, gue gak bisa. Sebenarnya pengen banget ikut, tapi nanti sore gue harus berangkat ke kampung Bapak Ibu gue. Mau pamitan sama Simbah kalo gue kuliah di kota" jujur Riko.
"Oke dech, semoga lancar dengan pendidikan Lo. Jadi siapa aja yang mau ikut?" tanya Rifan.
"Belum tahu pastinya deh.." ujar Linda.
"Kalo gitu, nanti sore kumpul di rumah Linda, yang mau ikut aja" putus Rifan.
"Oke lah... gue balik duluan, ayo queen" pamit Riko dan mengajak Tata pulang bersama.
...
"Lo beneran gak ikut acara perpisahan?" Tata memastikan keputusan Riko.
"Nggak, Lo hati-hati ya queen. Gue pasti kangen banget sama Lo di sana nanti" tutur Riko memandang Tata.
"Ish.... lebay Rik, Lo udah kayak ngomong ama cewek Lo" Tata merasa Riko berlebihan.
"Lo gak mau jadi cewek gue?"
"Oh ya ampun Lo makin aneh dech" Tata meninggalkan Riko menuntun sepedanya di tanjakan.
"Queen, gue serius ini" seru Riko.
"Lo tahu gue gimana kan Rik? gue sayang sama Lo, dan selalu sayang sama Lo. Lo sahabat terbaik yang gue punya. jangan hanya karena rasa cinta sesaat persahabatan kita berakhir, kalo gue terima Lo, terus kedepannya kita putus. Apakah kita tetap bisa sedekat ini? apakah gue masih akan terbuka sama Lo? Kita jalani aja kehidupan ini, jika di masa depan Lo jodoh gue, gue gak akan nolak" jelas Tata panjang lebar.
"Baiklah, gue akan serius di pendidikan gue. dan pulang ngelamar Lo" putus Riko.
"Ya kalo gue masih single, mana tahu Lo berangkat lalu ada cowok ngelamar gue hahaaa" seloroh Tata yang membuat Riko tak suka.
....
"Mbah, Tata nginep di rumah Linda ya malam ini?" izin Tata pada Simbah.
"Ada acara apa?"
"Lha... kan Tata tadi udah bilang kalo malam ini ada acara perpisahan yang di adakan sama teman-teman" Tata mengingatkan Simbah.
"Mbah lupa. Maklum sudah tua" ujar Simbah. "Kamu di sana jangan macam-macam nduk" pesan Simbah.
"Tata gak pernah macam-macam Mbah"
"Kamu pergi sama siapa? Riko dan Andi ikut?"
"Nggak Mbah. Andi itu udah jadi orang kota, dan Riko sore ini pergi ke tempat Simbah nya. Tata di jemput teman nanti" tutur Tata, lalu pergi ke kamar mandi/sumur.
....
__ADS_1
"Sore Mbah" sapa Jaka yang baru datang pada Simbah.
"Kamu yang mau jemput Tata?" tanya Simbah.
"Iya Mbah, Tata nya udah siap?"
"Lagi mandi, bentar lagi selesai" jawab Simbah meneruskan menyapu halaman.
"Hai Jak, sorry ya nunggu lama" ucap Tata yang baru saja keluar dari dalam rumah.
"Anything for you Beb" jawab Jaka santai.
"Kumat.." gumam Tata.
"Hai Ta, mau kemana?" tanya Jaye yang tiba-tiba datang.
"Bli....kapan datang?" senang Tata.
"Tadi sebelum jam 14.00 kamuau kemana?" ulang nya.
"Oh...ini aku mau ada acara perpisahan sama teman-teman sekolah" jawab Tata dengan senyum malu-malu.
"Siapa Ta?" Jaka mendekat.
"Oh iya.. Bli, kenalkan ini Jaka teman Tata, dan Jak, ini Bli Jaye" Tata mengenalkan keduanya.
"Jaka, Pacarnya Tata" Jaka percaya diri mengenalkan pada Jaye bahwa dia pacar Tata. Dan mendapatkan hadiah cubitan dari Tata.
"Ngaco Lo Jak" Tata tak terima.
"Ampun Beb.." keluh nya manja.
"Menjijikkan" Tata membuang muka.
"Aku Jaye, tetangga Tata" Jaye mengenalkan diri dengan senyum.
"Ya udah, ayo berangkat Beb" ajak Jaka.
"Sekali lagi Lo panggil gue 'Beb' gue tandang Lo Jak" ancam Tata.
"Apa Lo bilang?" seru Tata.
"Gak ada bilang apa-apa, ayo naik" pinta Jaka agar Tata naik ke atas motor nya.
"Aku tinggal dulu ya Bli" pamit Tata.
"Hem... hati-hati" jawab Jaye dengan senyum manis di bibir nya.
...
"Mbah apa kabar?" sapa Jaye mendatangi Simbah yang menyapu di dekat sumur.
"Baik, kapan kapan datang? tanya Simbah.
"Tadi siang Mbah"
"Kenapa? koq seperti nya ada yang ingin kamu sampaikan?" Simbah mengerti gelagat Jaye.
"Mbah, kalo Jaye suka dan sayang sama Tata boleh? tanyanya hati-hati dan Simbah tersenyum mendengar pertanyaan Jaye.
"Ya boleh Ye, memang Simbah ini siapa melarang perasaan seseorang?" jawab Simbah sambil terus menyapu daun-daun akasia yang berjatuhan di halaman belakang.
"Jaye serius Mbah" Jaye meyakinkan dan mengikuti langkah Simbah.
"Mbah juga serius. Mbah senang ada yang sayang sama cucu Mbah. Tapi, kalo maksud Jaye suka dalam arti menjalin hubungan.." jeda Simbah. "Jaye pasti tahu jika hubungan itu akan sulit, bahkan tidak mungkin untuk bersatu. Apakah Jaye siap melepas cucu Mbah nanti nya? apakah tidak melukai hati Jaye dan Tata?" Simbah mengingatkan.
"Jaye tahu resiko nya Mbah. Tapi Jaye juga gak bisa menghapus perasaan Jaye gitu aja. semakin Jaye mengelak rasanya semakin kuat" curhat Jaye.
"Ya kalo begitu kamu utarakan pada Tata, tentang bagaimana jawabannya itu semua murni keputusan Tata. Simbah tahu kamu orang baik, Simbah juga yakin kamu bisa menjaga Tata, tapi perbedaan antara kalian terlalu dalam. Jika salah satu melewati bukan berarti tidak akan terluka. Simbah juga yakin Tata suka sama kamu, tapi Simbah juga yakin Tata tidak akan mungkin mengikuti mu. Kamu tahu maksud nya kan?" jelas Simbah.
"Aku tahu Mbah" lirihnya.
"Simbah cuma pesan jaga cucu Simbah, jangan di sakiti, Simbah sangat sayang sama cucu Simbah itu" pesan Simbah.
__ADS_1
"Aku pasti akan jaga Tata dengan baik Mbah, tentang bagaimana akhirnya biarkan waktu yang mengatur" lega Jaye sudah mendapatkan lampu hijau dari Simbah.
.....
Di rumah Linda sudah terlihat ramai muda mudi itu berkumpul, ada Tata, Linda, Lia, Yuli, Fitri, Jaka, Rifan, Roni, Yudi, dan Eko. rencananya para cewek akan menginap di rumah Linda, sedangkan para cowok akan menginap di rumah Eko. Yang lainnya tidak ikut acara perpisahan ini, entah apa alasannya.
"Cuma kita-kita aja nih?" Tata dari tadi memperhatikan halaman depan rumah Linda tak ada yang datang lagi.
"Gak apa lah, yang lain pada sibuk punya acara sendiri" sahut Yuli.
"Padahal gue berharap Komang ikut" lirih Tata.
"Emang kenapa?" tanya Yuli.
"Komang tuh aneh sejak abis atraksi kemah tahun lalu" tuturnya.
"Aneh gimana?" Fitri datang nimbrung.
"Aneh aja, kayaknya dia gak suka sama gue, kayak gue tuh punya salah sama dia. Tapi seingat gue, gue gak ada salah sama dia" Tata mengingat sikap Komang sejak selesai atraksi yang terkesan menjauhi nya.
"Ya udah kalo Lo gak ada salah ngapain di pikirin?" sahut Linda.
"Gak bisa gitu Lin, soalan gue kepikiran" sahut Tata.
"Hei.... cewek-cewek...sini udah Mateng ikannya" panggil Yudi kepada Tata cs.
"Wihhhh....keren kalian....enak banget ini" puji Yuli menikmati hasil panggangan Rifan cs.
Semua menikmati ikan bakar itu termasuk orang tua Linda yang sudah memasak nasi juga membuat sambel agar lebih nikmat makanannya.
"Ehemmm... ehemm... Selamat malam teman-teman semua, meskipun malam Iki kita gak full satu kelas, tapi izin gue, sebagai ketua kelas menyampaikan sepatah dua patah kata" Roni membuka pembicaraan setelah selesai makan.
"Cieeee... bapak ketua hasil tumbalan berpidato nihh" sahut Tata.
"Banyak patah kata juga gak apa Ron" timpal Fitri.
"Ya gue tahu, kalo Lo semua menumbalkan gue pada Bu Sri, tapi alhamdulilah nya gue jadi lebih baik, dan gue tahu kalo gue mampu memimpin kelas yang bobrok nya gak ketulungan" Roni kagum dengan dirinya sendiri.
"suit...suit..." sela Eko.
"Makasih ya teman-teman, udah kompak dan menjadi teman juga rekan yang baik selama dua tahun gue menjabat sebagai ketua kelas" mang saat kelas dua belas pun Romi tetap menjadi ketua nya.
"Kalian adalah bagian terbaik dalam hidup gue, dan gue harap meskipun kita berpisah, kalian tetap menyisakan sedikit ruang untuk mengenang kebersamaan kita. Dan bagi yang melanjutkannya di perguruan tinggi, gue harap kalo kalian sukses di masa depan, gak akan lupa dan mau menegur kali jumpa di jalan" tutur Roni.
"Kalian semua adalah teman terbaik dan bagian cerita hidup yang sangat indah" Roni mata berkaca-kaca.
"Silahkan kalo ada yang mau nambahin" Roni mempersilahkan yang lain untuk berkata-kata.
"Ehemm... Guys...gue juga seneng banget bisa mengenal kalian semua. Gue gak nyangka kebersamaan kita dengan seragam putih abu-abu sudah berakhir. Gue sayang banget sama kalian, kita di pertemukan dan di persatukan oleh pendidikan, namun kini kita di pisahkan oleh cita-cita dan masa depan. Gue harap kalian gak akan lupain gue hiks...hiks..." Tata tak mampir menahan harunya.
"Gue sebenernya gak pingin pisah sama kalian, tapi gue juga gak mau egois. semoga cita-cita dan mimpi kalian terwujud dan jangan lupakan gue, ayo kita bertemu di masa depan dengan pribadi yang baru, tapi tetap saling mengenal dan merindukan" tutur Tata.
"Gue pasti akan kangen banget sama kalian" Tata menatap temannya satu persatu.
"Gue juga bakalan kangen sama Lo Ta" sahut Fitri memeluk Tata dan di ikuti oleh Linda, Yuli, dan Lia.
Pada akhirnya memang semua harus berjalan dengan takdir masing-masing, kebersamaan, pertemuan dan perpisahan adalah suatu proses dari kehidupan yang tidak bisa di hindari. Dan sebaik apapun kita mempersiapkan perpisahan, perpisahan tetap saja menyakitkan..Sentak berpisah untuk bertemu kembali ataupun berpisah selama-lamanya. Tidak ada perpisahan yang indah.
TBC
πΊπΊπΊ
Hallo semuanya...
Terimakasih sudah mampir πππ
Bab ini Mameeethor dedikasikan untuk teman-teman Mameeethor...
Mameeethor tidak pernah lupa, Mameeethor selalu mengenang, memimpikan juga merindukan kalian...
Selamat pada kalian yang telah menjalankan kehidupan sesuai dengan mimpi dan cita-cita kalian....
Buat para readers Mameeethor terimakasih sudah mengikuti karya Mameeethor, semoga sehat selalu dan murah rezeki.
__ADS_1
...Salam kenal dari Mameeethor πΊπΊ