
Jaye pergi meninggalkan tempat kost itu dalam keadaan marah dan emosi, ia tak percaya telah di tipu dan di perdaya oleh wanita licik seperti Komang. Jaye tiba di samping motor besar nya, ia menendang udara dan sesekali mengumpat.
"Aku harus mencari Tata" gumamnya, ia sangat berharap Tata mau memaafkannya dan bersedia kembali padanya.
"Kemana aku harus mencari nya?" bingung Jaye karena ia benar-benar tidak tahu dimana keberadaan Tata sekarang.
Drtttt.... drttt....
Ponsel Jaye bergetar pertanda ada seseorang yang menghubungi nya.
📞 My Bro Calling
"Hallo Bli" jawab Jaye.
"De kamu dimana?" tanya Bli Wayan.
"Aku sedang di jalan, aku ingin mencari Tata" sahut Jaye.
"Kau segeralah ke Rumah Sakit Harapan Keluarga, kita bertemu di sana" ucap Bli Wayan langsung menutup panggilan telepon itu sebelum mendengar jawaban dari Jaye.
"Ck... Bli Wayan ini, seenaknya saja menyuruh" kesal Jaye yang belum sempat menjawab, namun Bli Wayan sudah mengakhiri panggilan nya.
"Tapi kenapa harus ke rumah sakit? memang siapa yang sakit?" gumam Jaye namun ia mengemudikan motor besar itu sesuai perintah kakaknya.
☘️
☘️
☘️
Riko berjalan mondar mandir di depan ruang IGD. Cemas, resah, gelisah, khawatir, takut, semua rasa itu berkumpul dalam dadanya mengingat seberapa parah cidera yang di alami oleh wanita yang sangat di cintai nya itu.
Bli Wayan dan Mbak Ketut tiba di rumah sakit, keduanya turun dari mobil dan tepat motor milik Jaye juga memasuki kawasan rumah sakit itu.
"De, ayo" seru Bli Wayan yang terlihat khawatir, menghampiri Jaye yang tengah memarkirkan kendaraan bermotor nya.
"Ada apa Bli?" Jaye masih tidak tahu apa-apa.
"Ayo cepat masuk" seru mbak Ketut menarik tangan Jaye dengan terburu-buru.
"Ada apa ini sebenarnya?" tanya Jaye bingung.
"Itu dia" ucap Bli Wayan menangkap sosok Riko di depan ruang IGD.
"Riko" seru Bli Wayan membuat pria itu menoleh. "Bagaimana keadaan Tata? kenapa Tata bisa sampai kecelakaan?" sambung nya.
Deg...
Jaye mematung, ia memastikan telinga nya tidak salah dengar.
"A...ap..apa maksudnya Bli?" lirih Jaye, Bli Wayan menoleh ke arah adiknya. Baru sadar jika ia belum memberi tahu Jaye.
"Tat..."
__ADS_1
Bugh...bugh...bugh....
Riko memukul Jaye dengan membabi buta, emosi, kesal dan marah bercampur menjadi satu, menuntut untuk di luapkan.
"Brengsek" serunya. "Ini semua gara-gara Lo" sambung Riko.
Bugh...bugh...bugh...
Seorang dokter keluar dari IGD dan melihat amukan Riko pada seseorang.
"Tenang-tenang, ada apa ini? ini rumah sakit, tolong jangan membuat kegaduhan" Lerai dokter muda itu.
"Namun kondisinya?" tanya Riko yang sudah tahu joka dokter tersebut yang menangani Tata.
"Kondisi nya tidak baik, anda sudah memanggil keluarga pasien?" tanya dokter bernama Nisa itu.
"Dia di sini tidak memiliki keluarga. keluarga nya ada di kampung" jawab Bli Wayan.
"Katakan semuanya padaku, aku walinya" sela Jaye. Dan dokter itu hanya memandang datar.
"Baiklah, ikut ke ruangan saya" ucap dokter itu, lalu pergi menuju ruangannya.
"Kenapa semua nya ikut masuk?" tanya dokter itu melihat ada empat orang yang ada di ruangannya.
"Kami semua adalah orang-orang terdekat pasien Dok, tolong katakan kondisi nya" ucap Mbak Ketut yang tidak sabar ingin mengetahui keadaan Tata.
"Hufffff..." dokter muda itu menghela nafas berat. "Kondisi pasien sangat kritis, dan pasien mengalami pendarahan hebat, kami sudah berusaha sebaik mungkin tapi maaf, kami tidak bisa menyelamatkan janinnya"
ucapan dokter itu membuat semua orang terkejut dan membelalakkan matanya.
"Tidak mungkin" lirih Jaye yang tubuhnya langsung melemas, mendengar penjelasan dari dokter.
"Dan..." ucapan dokter itu terpotong oleh Jaye.
"Dan apa lagi Dok?" serunya.
"De tenangkan dirimu" Bli Wayan memegang pundak Jaye. Sedangkan Riko, pria itu tertunduk lemas mengetahui Tata ternyata sudah berbadan dua, sungguh sejauh itu hubungan Tata dan Jaye, meskipun Riko sudah menduganya, tapi kenyataan itu sangat menyakiti hatinya.
"Lanjutkan Dok" tutur mbak Ketut yang ingin mengetahui detail kondisi Tata.
"Pasien atas nama Arsinta Maulida harus segera melakukan tindakan operasi untuk menyelamatkan nyawanya, dan pengangkatan rahim karena cedera pada rahim nya cukup parah" terang dokter Nisa.
Deg....deg...deg...
Riko langsung terduduk lemas di lantai ruangan dokter muda itu, dia bukan orang bodoh yang tidak mengerti arah pembicaraan dokter itu.
Sedangkan Jaye, pria itu langsung terdiam mencerna kata demi kata yang baru saja di ucapkan dokter Nisa.
"Itu artinya Tata tidak akan pernah bisa untuk hamil lagi?" lirih mbak Ketut, tubuhnya bergetar hebat karena menangis.
"Tidak mungkin" gumam Jaye.
"Ya, pasien tidak akan pernah bisa hamil lagi" dokter Nisa membenarkan ucapan mbak Ketut.
__ADS_1
"Kau ini seorang dokter, bagaimana bisa bicara seperti itu? tidak bisakah kau menyelamatkan nya tanpa harus mengambil rahim nya? kau juga seorang wanita, kau tahu betapa berharganya rahim itu bagi seorang wanita kan?" seru Jaye tidak terima dengan keputusan dokter.
"Maaf, benturan hebat itu mengakibatkan cedera yang sangat serius pada rahim pasien, di tambah kondisi pasien yang sedang mengandung, jika kami tidak segera mengangkat rahimnya, maka akan membahayakan nyawa pasien" jelas dokter Nisa.
"Dia hanya kecelakaan, kenapa harus sampai kehilangan rahim nya?" seru Jaye.
"Sepertinya benturan keras itu tidak hanya terjadi sekali pada perut pasien" duga dokter Nisa melirik pada Riko.
"Dia tertabrak truk Fuso, lalu tubuhnya terpental dan kembali tertabrak oleh minibus sebelu....."
"Cukup" ucap dokter Nisa, yang tahu Riko tak sanggup menceritakan detail kejadian itu. "Parahnya luka dan kondisi pasien sudah menggambar betapa hebatnya kecelakaan itu terjadi" jelas dokter Nisa.
Sedangkan Jaye, Bli Wayan, dan mbak Ketut, tidak bisa berkata-kata lagi mendengar penjelasan Riko tentang bagaimana tragedi yang menimpa Tata.
"Pasien tidak akan bisa menjalani kehidupan nya kembali normal, jika ia selamat" terang dokter Nisa. "Tapi kita akan lihat seberapa kuat semangat hidupnya" sambungnya.
"Tolong lakukan apapun yang terbaik untuk nya" Riko memelas.
"Pasti, kami akan melakukan yang terbaik untuk menyelamatkan pasien" tutur dokter Nisa.
☘️
☘️
☘️
"Kau akan benar-benar kehilangan Tata dalam hidupmu" ucap Riko menatap benci pada Jaye, sedangkan Jaye hanya diam dan menatap kosong ke arah pintu ruang operasi.
Jaye telah kehilangan darah dagingnya yang belum sempat ia ketahui kehadiran nya, ia juga pasti akan kehilangan Tata, wanita yang benar-benar ia cintai. semua ini salahnya karena tidak bergerak cepat untuk mengungkap tipu daya Komang.
"Ini salahku" lirih Jaye menundukkan kepalanya, ia sungguh frustasi dengan kenyataan pahit ini.
"Ini sudah takdir De" sahut beli Wayan menenangkan adiknya.
"Anakku bahkan pergi meninggalkan ku Bli, dia sangat marah padaku karena aku begitu kejam pada ibunya" tangis Jaye mulai pecah', pria itu terlihat lemah dan rapuh.
"Kamu yang sabar De" ucap mbak Ketut menepuk punggung Jaye.
"Aku benar-benar jahat mbak, aku kehilangan wanita yang sangat aku cintai" Jaye memeluk lututnya, menangis tanpa malu, ia sangat hancur dan putus asa.
Riko, pria itu sebenarnya bisa merasakan ketulusan cinta Jaye pada Tata, tapi kini ia tidak akan melepaskan Tata padanya lagi,. Riko bertekad akan membawa pergi Tata saat kesehatan Tata sudah pulih nanti, ia tetap menerima Tata meskipun kemungkinan besar ia tidak akan pernah memiliki seorang anak, tapi itu bukan masalah bagi Riko, asalkan ia bisa hidup bersama dengan wanita yang menjadi pemilik hatinya.
☘️
☘️
☘️
☘️
☘️
TBC 🌺
__ADS_1