My Future

My Future
(Eps.3) Cowok Judes!


__ADS_3


Rumah baru, sekolah baru, teman baru dan lingkungan baru. Yap! di sini aku akan melanjutkan kehidupan menyedihkanku ini. Sore ini bukannya beristirahat setelah perjalanan panjang mama malah menyuruhku untuk beberes rumah, Untung saja aku lihai dalam hal ini.


Pukul menunjukkan tepat di 19:30 "Sayang temani Mama ke mall yuk" ucap mama Elina "Ya ampun Maaa gak capek ya seharian ini? baru juga Febri rebahan mama udah ngajakin shopping? "Febricia Mama mau isi kulkas! emang besok lu mau makan apa? batu? daun?" bentak Elina "Oke maaa tapi jajanku naik 10% ya" Mama potong 20%" "Ya ampun maa!"

__ADS_1


 


Yah disinilah aku sekarang, Mall paling besar dikota ini, dengan badan tidak berdaya sambil mendorong troli yang sangat penuh, aku berdecak heran "Mam, Mama kan udah berkepala 4 Kenapa masih bertenaga kayak ABG sih" namun Elina tidak mendengarnya karena sibuk memilih-milih belanjaan. "Maa Febri haus" "Sebentar ya sayang abis ini kita beli" ucap Elina lembut.


20 menit kemudian...

__ADS_1


Tiba-tiba....


"Astaga!! Troli ku terjun, heeiii menghindar! Woi tuli menghindarrrr!!" Teriak Febricia kearah pria yang jikalau tidak menghindar tersebut akan bertubrukan dengan troli nya, namun pria tersebut tidak mendengar karna ia sedang menatap ponselnya, terburu-buru Febricia mengejar trolinya tetapi... BRUKKK!!!


Semua belanjaan mama tergeletak kemana-mana "Astaga matilah aku" ucap Febricia khawatir. Tiba-tiba lelaki yang jatuh terduduk tersebut berdiri "Hei! Kamu kalo belanja tuh bisa gak sih jaga barang belanjaanmu, lihat hp ku retak kan gara-gara kamu" ucap pria yang sepertinya seumuran dengan Febricia. "Eh lo daritadi gua teriak-teriakin gak denger, makanya jalan tuh mata dipake jangan ngeliat keponsel" ucapku, padahal didalam hati mampuslah aku handphone nya Iphone X lagi, mana itu jajan gua selama setahun ucapku dalam hati "Kamu orang baru ya disini, pengucapan mu aja pake kalimat Lo Gue gitu" "Pokoknya aku gak mau tau, ganti rugi!" Jlebb!! Double kill. Apes banget gua belakangan ini, kenapa aku sempat lupa ya budaya tempatku tinggal dulu berbeda dengan orang sini yang memakai aku-kamu, bukan lo-gue, ditambah dia minta ganti rugi pula! Mati lah akuu maaaa!!! Kamu dimanaaa ada cowo resekkk! huhuhu T_T " Kok kamu diam aja"ucap pria tersebut. "Iya maafin aku" ucapku sambil menunduk "Kalo cuma minta maaf apa gunanya polisi?" "Hah?" Aku langsung mendongak kearah wajah pria itu, Tinggi banget ni cowok!! 170cm? 180cm? Waw. Ehh!! Kok malah mikirin itu sih, seharusnya aku mikirin nasib ku T_T. Tiba-tiba security datang untuk membubarkan orang yang sudah menonton pertunjukan ini, astaga aku tidak sadar sudah jadi bahan tontonan, tiba-tiba lawan bicaraku menerima telfon dari ponsel nya yang sudah retak tak berbentuk itu. "Halo maa, iya maa aku uda dijalan, mama tunggu disana ya" ucap pria tersebut kepada lawan bicaranya diponsel. "Kali ini aku gak punya waktu buat ladenin kamu, lain kali kalo aku ketemu cewek kayak kamu lagi, jangan harap lolos!" Ucap pria tersebut sambil pergi meninggalkan aku yang masih diam ditempat.

__ADS_1


 


Kini aku sudah ada diruang Security, yahh! Untung aja ada pak security yang menolong menata barang belanjaan mama. Selang beberapa menit mama datang "Febricia! Kamu belum 10 menit mama tinggal uda keliaran aja, trus kenapa kamu ada diruang Security?"ucap Elina kesal "Ini gara-gara mama ninggalin aku"kalimat ku dengan nada tidak kalah kesal nya dari mama. "Sudah cerita ada apa, kenapa belanjaaan mama pada rusak begini?"ucap mama sambil melihat barang-barang nya yang sudah tidak berbentuk "Sudahlah maaa ayo ke kasir, dimobil nanti Febri ceritain"ucap Febricia sambil mendorong troli ke arah kasir "Maaf ya pak pasti anak saya merepotkan anda" kalimat Elina merasa bersalah ke pak security.


__ADS_2