
Anggota Regu Teratai berbagi bergilir an untuk membersihkan diri. Tata, Lia, dan Devi mandi di kamar mandi Balai Desa. Linda, Fitri, dan Siti mandi di puskesmas. Anita, Tika dan Ratna menumpang di rumah warga.
Komang sebagaimana wakil ketua Regu bertugas menjaga tenda bersama Yuli, Desi dan Ratih. Komang duduk di depan tenda, Serdang ketiga temanku bertugas memasak makan malam.
Yuli, Desi dan Ratih sudah memasak nasi, kini mereka tengah memetik daun bayam, yang akan mereka tumis dan akan menggoreng tempe dan membuat telur dadar. Menu sederhana itulah yang akan mereka makan nanti malam.
"Anjimmmm si Tata lama banget mandinya" keluh Yuli yang tengah membongkar perkakas dapur.
"Jangan-jangan Tata lupa bawa itu talenan" ucap Desi. dari tadi ketiganya mencari talenan yang harus nya di bawa Tata, namun entah dimana Tata menyimpan barang tak berharga namun sangat penting tersebut.
"udahlah tunggu anaknya datang aja" ucap Ratih. "Dari pada darah tinggi nyari tapi gak ketemu. udah kayak nyimpen jimat aja Tata naruh talenan" sambungnya.
...
Dari arah balai desa, Tata, Lia dan Devi berjalan menuju tenda. ketiga gadis itu sudah tampak segar dan wangi. ketiganya mandi bersama untuk menghemat waktu, juga harus segera bergiliran dengan peserta lain.
"Ta, Lo jadi bawa gak sih talenannya? gue mau pake dari tadi nyari gak ketemu. harusnya kalo gak jadi bawa bilang, biar gue yang bawa" cerca Yuli panjang lebar pada Tata yang baru sampai di area tenda.
"Ya ampun Yul..... pelan-pelan kali tanyanya. iya gue bawa talenannya tali bum gue keluarin dari dalam ransel" ucap Tata melangkang masuk dalam tenda untuk mengambil talenannya.
"Nih..." Tata mengansurkan talenan kayu persegi panjang yang di bungkus plastik hitam.
Yuli menerima talenan itu dan membukanya.
Diam....Yuli terdiam melihat talenan yang di bawa Tata. Lia, Devi, Desi dan Ratih pun terdiam mereka semua menatap Tata dengan penuh tanda tanya??
"Kenapa?" tanya Tata yang heran melihat reaksi teman-temannya
"Lo serius bawa ini Ta? tanya Desi.
"Ya ampun Tataaaaa, emang gak bisa bawa yang cakepan dikit? lah ini hitam legam sompel-sompel bekas bacokan. ya ampun Taaa speechless gue liat nya" ucap Yuli sambil menarik nafas dalam-dalam.
"Oh...gak ada yang cakep, di rumah gue yang paling cakep, muda, menggoda, dan menggai**hkan cuma gue" ucapnya dengan percaya diri tanpa beban.
__ADS_1
Akhirnya Yuli menyerahkan tanggung jawab memasak sayur dan lauk kepada Tata. Yuli darah tinggi, kepalanya mendiidih mendengar jawaban absurd Tata. Ia harus mandi keramas untuk mendinginkan kepalanya.
Setelah ibadah sholat Maghrib, semua peserta kemah bersiap di depan tenda masing-masing untuk apel tenda malam.
Fitri dan Ratih berjaga tenda. mereka kembali ketempat masing-masing setelah merapihkan dalam tenda. kerapihan, kebersihan, sikap ramah, sopan santun, tanggung jawab semua dinilai.
Jadi sebisa mungkin Regu Teratai menjaga kebersihan dan kerapihan, dari personal, hingga tendanya.
....
Apel tenda telah usai, kini semua anggota tengah menikmati makan malamnya.
mereka makan dengan tenang, menu sederhana namun terasa nikmat jika di makan rame-rame.
...
Sebagian peserta yang memilih kewajiban untuk beribadah, kini mereka tengah berada di Masjid. beruntung memang, Masjid besar itu berada di sisi timur lapangan tepat setelah jalan besar.
Tata bukan gadis yang rajin beribadah. tapi saat bisa beribadah bersama teman-temannya tentu saja hal itu takkan ia lewatkan.
Dengan masih mengenakan mukena, Tata, Linda, Lia, Devi, dan Fitri berjalan keluar Masjid. Linda, Lia dan Devi pulang ke tenda lebih dulu, sebab anggota lain menunggu nya untuk bergiliran ibadah juga.
Tata dan Fitri memang tidak langsung pulang ke tenda. Keduanya mengarah ke balai Desa, Fitri ingin berbicara serius pada Tata.
"Mana ada? memang Lo salah apa sama gue sampaikan gue marah sama Lo?" tanya Tata.
"Mungkin karena gue kemarin bilang mau ngecengin Riko, terus Lo marah sama gue" ucap Fitri dengan hati-hati.
Tata terdiam...lalu
"Gue gak marah kalo Lo emang suka sam Riko. yah... beberapa hari ini gue berpikir terlalu posesif Sam Riko dan Andi, gue lupa kalo mereka bakal punya seseorang yang harus mereka prioritas kan dan orang itu bukan gue" jelas Tata.
"Tapi gue gak serius mau ngecengin Riko. gue bercanda Ta, gue gak mau kehilangan temen sebaik Lo gara-gara cowok. lagian gue masih muda, gue mau senang-senang kayak yang Lo bilang. menikmati kehidupan" ucap Fitri menahan tangis, takut kehilangan teman dan terharu.
"Ish...jangan nangis. gue serius ngomong gini. gue sama Riko memang gak ada rasa apapun, mungkin semua kedekatan dan keintiman yang terlihat itu terjadi karena kebiasaan tapi sebenarnya kami 'Just Friend' gak ada kepikiran apalagi perasaan lebih" ucap Tata yang telah memikirkan semua secara masak-masak.
Clear... Fitri lega setelah berbuka dengan Tata, kini keduanya masih duduk di balai desa sambil mendengarkan nama-nama peserta yang di panggil dari posko, karena keluarga mereka yang menjenguk tidak bisa menemukan tendanya. suara yang membuat Tata bahagia juga iri karena dirinya tidak pernah ada yang menjenguk.
Meskipun perkemahan sebentar, bukan Karen tak sanggup menahan rindu, tapi jika ada yang datang menjenguk ia merasa ada yang memperhatikan dan sangat merindukan juga memperdulikan keberadaan nya. itulah yang ada di pikiran Tata.
"Panggilan kepada Arsinta Maulida.... Arsinta Maulida.... Regu Teratai dari SMAN Pertiwi harapan Jaya, untuk segera datang ke posko di tunggu oleh kakaknya...."
Suara speaker posko itu mengagetkan Tata, ia dan Fitri saling memandang dengan wajah penuh tanda tanya. sebab ini pertama kalinya sepanjang sejarah tata ikut kemah namanya terdengar dari speaker posko. dan Fitri pun sangat tahu hal itu.
__ADS_1
Bukan hanya tata dan Fitri, anggota Regu Teratai yang berada di tenda juga terkejut serta pemasangan siapa kakak Tata yang datang berkunjung.
Di lain tempat, anggota Regu Scorpio juga langsung terdiam menyimak suara dari posko tersebut. mereka memastikan bahwa yang di panggil adalah Arsinta Maulida temannya alias Tata.
"Sekali lagi... Panggilan kepada Arsinta Maulida.... Arsinta Maulida Regu Teratai dari SMAN Pertiwi Harapan Jaya, untuk segera datang ke posko, kakaknya sudah menunggu"
Kembali suara Pak Teguh menggelegar. Kak Teguh adalah guru Tata semasa SD, orang nya tegas, smart, disiplin, tinggi, gagah, dengan kumis tebal, dan mata uang bulat.
Kak Teguh tidak pernah absen setiap kegiatan Pramuka, beliau selalu menjadi Kakak Pembina dan juga di segani karena beliau termasuk yang paling senior, meski senior Kak Teguh tetap energik dan memiliki tubuh yang proporsional.
Tanpa berpikir panjang lagi Tata langsung lari ke arah posko dengan masih menggunakan mukena di kepalanya. Fitri pun berlari mengikuti Tata, anggota Regu Scorpio juga menuju posko kecuali Rudi dan Eko yang kebagian jatah jaga tenda.
Tak berbeda jauh dengan Regu Scorpio, anggota Regu Teratai pun berlarian menuju posko, kecuali Tika dan Ratna, karena mereka kebagian tugas menjaga tenda, meskipun teramat penasaran ingin tahu siapa yang menjenguk Tata, tapi apalah daya, biarlah mereka tahu dari ceritanya saja.
Mereka semua penasaran dan ingin tahu siapa yang mengaku kakak Tata, sebab mereka sangat penting tahu bahwa Tata anak tunggal. Pun sepanjang mereka kemah bersama, tidak ada pihak keluarga Tata yang datang menjenguk, secara langka maupun apalagi menggunakan pengumuman dari posko.
Begitu sampai di posko, Tata terpaku melihat sosok yang mengaku sebagai Kakaknya itu. ia mematung tepat di samping Kak Teguh yang terus memanggil para peserta yang tengah di tunggu oleh keluarganya.
Sosok itu tersenyum dan melambaikan tangannya pada Tata, senyum yang selalu membuat Tata kehilangan kewarasan nya.
Dengan mengenakan kemeja berwarna navi yang di gulung hingga siku dengan dua kancing atasnya terbuka serta celana jeans putih di lengkap dengan sneakers coklat. sungguh penampakan pria itu tampak stylish dan manly.
Entah sadar atau tidak Tata langsung berlari dan memeluk pria yang tengah berjalan menghampiri nya. dan tentu saja pelukan Tata yang secara tiba-tiba itu membuat Jaye terkejut bukan main.
benar sekali, pria itu adalah Jaye, Jaye ah yang mengaku-ngaku sebagai Kakak dari Arsinta Maulida.
🌺🌺🌺
Terimakasih sudah mampir...
Terus dukung karya author ya....
jangan lupa
Like
Vote
Dan
Komennya....
__ADS_1
Salam kenal dari author 🌺🌺🌺