
Riko memandang sendu ke arah Tata dan Jaye, pertemuan seperti ini sungguh tidak pernah Riko bayangkan sebelumnya. Yang ada dalam bayangan Riko adalah bisa menemukan Tata dan menjalin hubungan serius dan berlanjut ke pelaminan.
Bukan pertemuan seperti sekarang ini, di mana Tata bermanja dalam pelukan pria lain. bahkan tak sungkan-sungkan saling mencium satu sama lain. Sungguh hancur hati Riko menyaksikan pemandangan itu, tapi Riko tidak menyerah. Riko masih tetap mencintai Tata dan berniat merebut Tata dari pelukan Jaye, karena Riko sangat tahu jika hubungan Tata dan Jaye tidak mungkin bermuara dalam pernikahan, walaupun hanya 0,00% kemungkinannya Riko tetap akan berjuang hingga akhir.
Tak berbeda jauh dengan Riko, Dinda pun merasakan sesak di dadanya, kini Dinda tahu jika gadis yang selama ini ada di hati Riko adalah Arsi alias Tata. Meskipun Riko belum mengatakan apapun padanya, tapi Dinda cukup paham melihat reaksi Riko saat bertemu Arsi, di tambah lagi tatapan sendu Riko pada dua sijoli di hadapannya.
"Kalian mau pesan apa?" suara Tata membuyarkan lamunan Riko dan Dinda.
"Gue, mau Kiwi punch soda, sama Mango Tart " ucap Dinda pada waiters di sebelahnya.
"Mas nya mau pesan apa?" tanya mbak waiters pada Riko.
"Rik... Rik... Riko..." seru Tata geram melihat temannya melamun.
"Iya ada apa?"
"Lo mau pesen apa, noh di tanyain sama mbak nya" sahut Tata.
"Gue..gue bingung" Riko menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Gue pesenin ya" tawar Tata dan langsung di angguki oleh Riko. "Lychee honey ice tea dan Chocolat Cake satu slice mbak" ucap Tata pada waiters. "Lo mau kan?" Tata memastikan pada Riko.
"Ya" jawab Riko.
Tak lama kemudian pesanan Tata dan Jaye yang memang di pesan lebih dulu datang,, namun ke-dua belum makannya, karena menunggu pesanan Dinda dan Riko.
"Sayang, ayo di makan kue nya" perintah Jaye setelah pesanan Dinda dan Riko datang.
"Bli mau?" tawar Tata yang sedang memotong Mille crepes strawberry cheese cake nya.
"Tidak sayang, untuk kamu saja" sahut Jaye lembut.
"Tapi kan aku pesen nya banyak, masak Bli gak mau" rengek manja Tata, menatap Jaye dengan puppy eyes andalannya.
"Baiklah" Jaye membuka mulutnya, agar Tata menyuapi nya. "Sudah ku duga akan berakhir seperti ini. Untung aku cinta sama kamu sayang" gerutu Jaye dalam hati.
"Enak kan?"
"Enak dong" jawab Jaye berat hati.
"Nanti di rumah aku buatin untuk Bli, Mille crepes strawberry cheese cake ala Tata" ucap Tata tersenyum senang.
__ADS_1
"Sayang, aku gak mau kamu kelelahan, dan aku gak izinkan kamu masuk dapur" Jaye tidak ingin menjadi korban malpraktek nya Tata untuk kesekian kalinya.
"Bli gak suka masakan ku?" Tata menatap sedih.
"Bukan begitu sayang, aku suka apapun yang ada pada dirimu, tapi aku gak suka kalau kamu lelah dan sakit, paham?" rayu Jaye dengan kalimat manis.
"Baiklah, aku nurut apa kata Bli saja" luluh Tata mendengar rayuan Jaye. "Rik, kok gak di makan sih kue nya?" Tata melihat Riko belum menyentuh kue nya di pesankan nya.
"Gue lagi makan lychee nya" kilah Riko mengambil buah lychee yang ada di dalam jar nya.
"Kalian abis ini mau kemana?"
"Tadinya sih mau nonton" jawab Dinda.
"Kami boleh gabung nggak?"
"Boleh kok, tapi kita mau nonton film yang menceritakan hubungan antara saudara, bukan film romantis" ujar Dinda.
"Gak masalah, ya kan Bli?"
"Sayang kamu gak capek?"
"Aku pernah berpetualang masuk dalam hutan seharian penuh mencari kayu dan bambu Bli. jadi kalau hanya jalan-jalan mengelilingi Mall seperti ini gak akan membuat ku capek, lelah, letih, lesu. iya kan Rik?" Tata mencari pembenaran dari Riko.
"Ya tentu saja" jawab Riko.
Kedua pasangan itu pergi menonton film yang telah mereka setujui. Jika Tata dan Dinda fokus menikmati setiap adegan yang ada, berbeda dengan Riko dan Jaye. Jaye terus saja menempel dan memeluk erat Tata, Jaye seolah menunjukkan bahwa Tata adalah miliknya, dan Tata sama sekali tak terganggu dengan sikap Jaye.
Bukan Jaye tidak tahu bahwa Riko memiliki perasaan pada gadisnya itu, Jaye adalah seorang pria yang sudah berpengalaman dengan melihat cara Riko menatap Tata, Jaye sudah bisa menyimpulkan perasaan Riko. Sementara Riko tak henti-hentinya melihat ke arah Tata, temannya sahabatnya juga gadis yang ada di hatinya kini menjadi milik orang lain. Riko yang dulu amat menjaga agar tak Tata tak di sentuh orang lain, menahan diri agar tidak memeluk Tata, kini gadis itu bisa di sentuh di cium bahkan di peluk pria lain. Riko belum tahu saja jika hal itu sudah biasa bagi Tata, karena Tata dan Jaye pun tidur di atas ranjang yang sama, sudah saling melihat satu sama lain meski Tata masih utuh, tapi Jaye sudah merasakan setiap inci tubuh Tata.
Tata turun dari motor Jaye, gadis itu tampak cantik dengan Sifon Dress hitam motif bunga sakura, rambut panjang yang di gerai, dan sebuah Sling Bag menghiasi badannya, Riko hanya mampu memandang nya dari kejauhan duduk di sebuah bangku yang ada di taman kota.
"Telepon aku jika kamu sudah selesai bicara dengannya" pesan Jaye melepas helm yang di kenakan Tata.
"Siap Boss" Tata memberi hormat pada Jaye.
"Jangan terlalu dekat dengannya, karena aku sangat cemburu"
"Iya sayang" Tata mencubit pipi Jaye.
"Sayang itu sakit" keluh manja Jaye.
__ADS_1
"Cup" Tata mengecup pipi Jaye yang tadi di cubit nya. "Apa masih sakit" tanyanya sambele tersenyum.
"Tidak lagi, Cup" Jaye mengecup kening Tata.
"Baiklah aku pergi dulu bye...bye.. sayang muach.." Tata memberikan Flying kiss pada Jaye, dan mencari keberadaan Riko.
"Sorry gue telat" ucap Tata duduk di sebuah Riko.
"Sorry gue gak ada di saat Lo sedih karena kehilangan Simbah" sesal Riko menatap Tata.
"Gue sudah baik-baik saja Rik, terkadang kita memang harus mengandalkan diri sendiri untuk menghadapi luka dan kenyataan pahit. Agar kita bisa lebih kuat untuk menjalani kehidupan kedepannya" Tata memang lurus ke depan.
"Jika gue tahu akan kehilangan Lo, maka gue tidak akan pernah pergi"
"Apa yang Lo katakan? Lo tidak kehilangan gue, gue tetap sahabat lo dan jangan pernah menyesal karena menggapai masa depan lo yang secerah matahari" Tata menatap Riko.
"Lo memulai kisah bersama pria itu"
"Gue mencintainya Rik" Tata mengalihkan pandangannya.
"Gue juga mencintai Lo queen, gue bahkan meminta lo untuk menunggu gue" sahut Riko.
"Gue gak mau kehilangan Lo Rik, dan Lo tahu apa alasannya" tutur Tata.
"Tapi sekarang gue yang kehilangan Lo queen, kenapa Lo gak coba terima perasaan gue? kenapa Lo gak pernah melihat gue sebagai pria? gue yang lebih dulu mencintai Lo"
"Please Rik jangan bahas ini" Tata tak sanggup membahas sesuatu yang menyakiti sahabat tersayang nya itu.
"Tinggalkan pria itu queen" Riko meraih tangan Tata. "Lo berbeda dengan dia, Lo gak akan pernah bisa bersatu dalam ikatan pernikahan dengan dia. Ayo kita memulai hubungan baru, gue janji akan menikahi Lo" bujuk Riko.
"Rik!!! Lo apa-apaan sih" Tata melepaskan tangan Riko. "Gue cinta sama dia, gue akan tetap bersama dia, entah dengan pernikahan ataupun tidak" putus Tata.
"Queen itu gak bener, itu bukan kehidupan yang normal queen" Riko mengingatkan.
"Gue gak perduli, salah atau bener gue gak perduli dengan itu. Please jangan rusak kebahagiaan gue, karena bagi gue kehidupan dan kebahagiaan gue hanya Bli Jaye" Tata keras kepala.
"Oke, jika itu mau Lo, tapi gue akan tetap mencintai Lo, dan menunggu Lo. karena gue yakin hubungan Lo dan pria itu gak akan bertahan lama" kekeh Riko lalu pergi meninggalkan Tata.
"Lo jahat Rik... Riko... Riko...." seru Tata memanggil Riko, namun tak di hiraukan oleh Riko. Tata tak menyangka jika sahabatnya menjadi keras kepala seperti itu, padahal dulu Riko selalu mengerti dan menuruti kemauannya. Lalu apa yang kini terjadi pada Riko?
TBC
__ADS_1