My Future

My Future
(Eps.17) Tidak sabar


__ADS_3

07:30 AM


*TokTokTok!* suara ketuk dibalik pintu.


"Kak sampai kapan kalian mau tidur? Ayo bangun dulu untuk sarapan" teriak gadis itu sangat melengking.


*Ceklekk* Febri membuka pintu.



"Iya Clarin, setelah aku membangunkan Nathan, kami akan segera menyusul" ucap Febri tersenyum.


"Baiklah kak. Jangan lama-lama karna semua sudah menunggu" Clarinta pun berlalu menuju meja makan.


"Nathan, bangun" seru Febri berbisik ditelinga Nathan.


Tiba-tiba Febri ditarik oleh Nathan hingga terjatuh tepat diatas tubuhnya.


"Sebentar lagi sayang" ucapnya.


"Aku lapar" seru Febri. Saat Nathan mendengar Febri lapar, ia langsung bangun dan bangkit dari posisinya.


****** Di meja makan ******


"Nathan, apa kamu ada rencana bulan madu dengan istrimu?" seru Clara sambil meletakkan Nasi goreng nya di meja.


"Ada Maa, tepatnya biar Febri yang menentukan" jawab Nathan melirik kearah Febri.


"Aku?" seru Febri kaget.


"Iya, siapa lagi kalau bukan kamu" ucap Nathan menyuapi Nasi goreng kedalam mulutnya.


"Emm ... Nanti aku pikirkan" jawab Febri singkat.


"Oh iya, Nathan secepatnya kumpulkan data dan berkas riwayat diri mu, biar aku yang mengurus agar kamu bisa bekerja dikantor Papa" seru Aldric Arion.


"Tidak perlu Paa" ucap Nathan acuh.


"Apa maksudmu? Kamu tidak ingin bekerja? Bagaimana bisa kamu menghidupi anak istrimu nantinya" seru Aldric sedikit kesal.


"Aku adalah seorang CEO bagaimana bisa aku bekerja lagi sebagai karyawan biasa di kantor Papa?" ucap Nathan beralih menatap mata Papa nya.


"CEO?" seru Clara.


"Papa, Mama, Maaf selama ini Nathan merahasiakan nya. Nathan ingin mandiri, sebenarnya Nathan sudah membangun perusahaan sendiri sejak SMA" ucap Nathan.


"Mama tidak percaya, bagaimana bisa?" ucap Clara.

__ADS_1


Nathan pun mengeluarkan kartu nama dari dompet nya.


"YS NATH" Perusahaan terbesar no.2, setelah perusaahan milik orang tua nya sendiri.


Aldric, Clara dan Clarinta hanya bisa menganga tidak percaya.


"Febri mengapa ekspresi mu biasa saja? Apa kamu sudah tau hal ini? " tanya Clara.


"Sudah Maa, maaf Febri juga harus merahasiakan nya karna Nathan yang meminta" ucap Febri.


"Buat apa kalian minta maaf? Seharusnya kami bangga pada kalian. Nathan, sejak kecil kamu tidak pernah menyusahkan siapapun, kamu memang berjiwa papa" ucap Clara.


"Mamaa kalau Clarin gimanaa?" ucap Clarinta berharap dia dipuji juga.


"Kamu anak Mama yang terbaik, pasti Clarin juga bisa lebih hebat dari kakak kakakmu kan?" ucap Clara mengelus rambut anaknya itu.


"Oh iya Maa, Terakhir aku melihat Azka saat pesta pernikahan, tapi mengapa dia tidak ada muncul lagi?" tanya Nathan.


"Kakakmu menginap di apartemen nya sendiri, jadi wajar saja kalau kalian tidak melihatnya. Lagipula kalian selalu saja dikamar, seperti ayam ingin membuat telur" ucap Clara, Febri hanya menunduk malu menatap Nasi gorengnya itu.


"Maa, biar Febri aja ya yang cuci piring nya" ucap Febri ingin mengalihkan pembicaraan.


****** Beberapa saat kemudian ******


Febri kembali ke kamar, ia langsung merebahkan badannya diranjang setelah mencuci piring tadi.


"Nathan, aku bosen dirumah terus" ucap Febri. Nathan hanya sibuk mengetik di laptop nya.


"Aku ingin ke .... " ucap Febri menggantung, ia masih memikirkan ingin kemana.


"Bagaimana kalau kita ke Sydney" seru Febri gembira.


Nathan langsung berhenti mengetik laptopnya "Sepertinya itu ide yang bagus sayang" serunya.


**********


Sore hari


"Apa kalian yakin mau pindah hari ini? Kenapa tidak menginap beberapa hari lagi" ucap Clarinta.


"Kamu bisa berkunjung sesekali kalau merasa kesepian" ucap Febri mengelus rambut Clarinta.


"Boleh asal tidak menghambur" ucap Nathan berlalu ke arah mobil sport nya.


"Nathan!!!!" Teriak Clarinta kesal.


"Ayo Ebi" ucap Nathan yang sudah masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


"Papa Mama kenapa tidak ikut?" ucap Febri sembari memasang sabuk.


"Papa dikantor dan Mama sudah duluan kerumah kita sayang, disana juga ada Mama mu" ucap Nathan menancap gas


"Benarkah?" serunya.


Belum 2 Menit ternyata sudah sampai.


"Haaaahh??" teriak Febri.


"Kalau tau begini lebih baik aku jalan kaki saja" ucap Febri kesal. Ternyata rumah baru mereka hanya berjarak beberapa meter dari rumah orang tua Nathan.


"Ayo turun mau sampai kapan dimobil?"


"Ishhh, sifat judes nya datang lagi" ketus Febri.


**********


"Wahh!!" ucap Febri melihat sekeliling rumahnya, ia tak percaya rumah ini akan menjadi tempat teduh keluarga kecil mereka nantinya. Taman selebar setengah dari lapangan bola, dan rumah dengan nuansa berwarna putih.


"Nak kami sudah membereskan sisanya, semoga kalian nyaman ya" ucap Elina.


"Mamaa, kenapa tidak mengabari ku kalau mau kesini?" ucap Febri memeluk mamanya.


"Seharusnya kamu yang harus sesering mungkin menelfon mama" seru Elina.


"Kalau begitu kami pergi dulu ya nak" ucap Clara.


"Loh, kenapa cepat sekali? tidak mau tinggal sebentar untuk makan malam?" ucap Febri.


"Kami tidak ingin mengganggu kalian, lagipula aku dan Elin ingin pergi kesalon" ucap Clara.


"Baiklah Maa, hati hati dijalan" ucap Febri melambai.


"Jangan lupa untuk sering menelfon Mama ya nak" ucap Elina.


"Siap Maaa" teriak Febri.


**********


Nathan dan Febri sudah tinggal dirumah mereka hampir selama seminggu, tapi mereka sama sekali belum berhubungan suami istri.


Febri ingin melakukan itu saat bulan madu nanti, Nathan menolaknya tapi ia juga tidak bisa memaksa istrinya.


"Ebi besok pagi kita berangkat ke Sydney" ucap Nathan.


"Bukannya lusa?" seru Febri heran.

__ADS_1


"Aku tidak bisa menahannya lagi, terlalu lama jika mengunggu sampai lusa" seru Nathan kesal.


"Baiklah, malam ini harus segera packing" seru Febri gembira.


__ADS_2