My Future

My Future
(Eps.6) Perjodohan


__ADS_3


Nathan dan gadis itu kemudian mengambil posisi duduk disofa. "Ah iya! saya baru ingat kalau Febri pindah ke sekolah yang sama dengan Nathan dan Clarinta" ucap aldric, Clarinta? Oh pasti nama gadis bidadari ini tapi aku tidak pernah melihatnya ucapku dalam batin, "Nathan, Clarinta, jadi ini dia Om Aaron dan Tante Elina Rosalie, dulu tetangga kita sebelum pindah kota, selain itu sekarang Aaron teman sekantor papa, sebab itu dia juga pindah kesini"ucap Aldric menjelaskan. Ha? kapan aku pernah tetanggaan dengan mereka?ucapku dalam hati. "Mama jadi kapan kak Febri sama kak Nathan nikah?" APAA? aku hanya membeku di tempatku, "ya ampun sayang Mama belum membahasnya kamu sudah ngerocos duluan" ucap Clara sambil menutup mulut Clarinta, ya! jadi kalimat yang membuatku membeku tadi keluar dari mulut mungil Clarinta anak bungsu dari tuan rumah ini.


Tetapi mengapa Nathan bersikap biasa saja? apakah dia sudah tahu semua ini? "Karena hal ini sudah dibocorkan oleh anak saya yang bar-bar ini, jadi pertemuan kita kali ini langsung di intinya saja ya" ucap Tante Clara mulai serius, "Iya jadi Nathan dan Febri setelah lulus nanti akan kami jodohkan" ucap mamaku, "Maa tapi kan Febri belum kuliah, belum kerja"ucapku tergesa-gesa "sayang kamu hanya perlu mengurus rumah tangga saja biarkan Nathan yang menanggungnya, ucap lembut Tante Clara, Aku tidak berani membantah.


Aku melirik Nathan beliau hanya diam saja, ya ampun Nathan disaat seperti ini dimana sikap cerewet nan judes mu itubatinku kesal, "ya karena kalian satu sekolah jadi Nathan akan antar jemput sekolah Febri jadi tenang saja ya Aaron anakmu akan dijaga oleh putra kami"ucap tegas Aldric, "Ya sudah kalau gitu mari ikut, kami sudah menyiapkan daging barbeque. Ayo kita pesta daging malam ini!!" ucap Clara.

__ADS_1


Setelah semua sudah pergi tersisa aku dan Nathan di ruang tamu. "Nathan, maksudnya ini apa?"tanyaku kepadanya, entah ada apa dia hanya diam saja, Nathan tiba-tiba menatapku "Feb, ternyata itu kamu, maafkan atas sikapku kemarin"ucapnya sambil berlalu pergi. Apa maksudnya? aku tidak paham.


Aku langsung berlari mengejar Nathan yang mau menuju kamarnya "Nathan apa maksudnya? Ayolah aku gak paham sama sekali jelasin duluu!"ucap ku lantang, Nathan langsung menarikku masuk kemarnya, ia langsung mengunci pintunya, "Hei lo mau ngapain?"ucapku khawatir. "Aku tidak akan menceritakan nya kalau kamu masih seheboh itu". Tanpa pikir panjang aku menuruti keinginan Nathan dan duduk dikursi yang ada di kamarnya sambil menunggu penjelasan dari Nathan.


"Feb, kamu gak inget aku?"suaranya serak sambil membelakangi ku. "Ha? iya aku inget kamu, kejadian di Mall itu ya? kan aku uda minta maaf, ntar aku ganti handphone mu tapi kasih aku waktu buat nabung dulu"kalimat ku yang keliar tanpa pikir.


"Feb, kamu lupa ingatan kah? bagaimana bisa kamu melupakan aku, ini aku! kau memanggil ku dulu Rion!"ucap nya sambil memegangi kedua pipiku agar mata kami saling bertatapan. "Rion? ah! masa lo Rion, kalimat Nathan sama Rion apa mirip nya?"ucapku sambil melepas tangan Nathan yang awalnya berada di pipiku. "Febri, namaku Nathan Arion, kamu memanggilku dengan nama belakang ku". Aku hanya terdiam dan tidak percaya. Karna memang dulu aku tidak tahu nama panjangnya, yang kutau dulu dia hanya memperkenalkan diri dengan sebutan Rion saja.

__ADS_1


"Apa buktinya kalau memang kamu Rion?"ucapku, Nathan langsung menghampiri ku dan memelukku, "Ebi, aku merindukan mu, maaf aku telah meninggalkan mu, maafkan aku, aku menyayangimu Ebi". Aku hanya membeku, ternyata benar. Nathan adalah Rion teman masa kecilku, hanya dia yang memanggil ku dengan sebutan 'Ebi'. Tapi apa maksud nya menyayangiku?


"Nathan, dari mana kau tau kalau aku Ebi?"ucapku sambil melepas pelukan Nathan, tapi nihil pelukannya sangat kuat, kekuatan ku tidak sebesar kekuatannya. "Aku tau dari Marga Rosalie"ucap Nathan yang belum melepas pelukannya juga. "Tapikan disekolah namaku juga seperti itu"ucapku heran, kemudian Nathan melepas pelukannya dan beralih membelai rambutku "Aku memang awalnya kaget saat diabsen dan namamu bermarga Rosalie, tetapi aku tidak terlalu memikirkan nya mungkin saja hanya kebetulan, tapi disaat ayahku mengenali orang tua mu tadi dan mengatakan kalianlah tetangga kami dulu, aku baru yakin dan sangat yakin kamulah Ebiku selama ini"ucap Nathan sambil tersenyum kepadaku.


 


JANGAN LUPA LIKE & COMMENT YA TEMAN-TEMAN ^°^ SAYA TUNGGU LIKE KALIAN DAN CERITA INI AKAN SAYA LANJUTKAN.

__ADS_1


•SALAM AUTHOR•


 


__ADS_2