
Sesampainya di area Bumi Perkemahan, kedua Regu itu langsung menaruh batang singkong yang mereka bawa di tengah lapangan, di sana sudah banyak terkumpul batang singkong yang di bawa oleh peserta lainnya sebelum mereka sampai.
Kedua anggota Regu itu melapor ke pada Kakak Pembina yang berjaga di posko bahwa misi mereka mencari dan mengikuti tanda jejak telah berakhir dan semuanya kembali dengan keadaan sehat selamat tanpa kekurangan suatu apapun. lalu kedua Regu itu di persilahkan kembali ke tenda masing-masing dan membersihkan diri.
"Gue mau mandi di balai desa" ucap Tata dengan sudah membawa handuk dan perlengkapan mandinya juga baju ganti.
"Gue ikut" ucap Yuli, lalu disusul dengan Fitri yang ingin mandi bersama-sama.
"Gue mau mandi di puskesmas aja lah" ucap Desi.
"Bareng Des, gue juga mau mandi di sana" ucap Linda dan di ikuti oleh Siti.
Serang yang lainnya entah pergi mandi dimana, entah ke Mcknight yang telah di sediakan ataupun menumpang di sumur warga sekitar.
"De, kamu masak apa?" tanya Eko yang baru memasuki area tenda pada Gede yang bertugas memasak dan menjaga tenda.
"Telor mata sapi di sambel sama rebus bayam bang, nasi juga udah matang" jelas Gede.
"Lo serius bisa buat sambel?" tanya Jaka yang baru datang menatap tak percaya.
"Hahaha ya enggak lah bang, tadi Kak Seva datang kesini ngasih arahan bagai mana cara membuat sambel, sekalian untuk empat sehat lima sempurna " jawab Gede.
Kak Seva adalah Guru Bahasa Indonesia yang juga menjadi Kakak Pembina pendamping bagi SMAN Pertiwi. Dan empat sehat lima sempurna adalah lomba memasak yang di lakukan saat anggota lain pergi mencari tanda jejak tadi, jadi penjaga tenda memasak menu sehat tersebut lalu di antarnya ke posko untuk di nilai oleh dewan juri.
.....
"Tadi empat sehat lima sempurna siapa yang menang? tanya Tata kepada Devi.
"Kalo gak salah anak PTSS dech, wajar aja sih, mereka punya stok makanan yang lengkap, protein nya juga lengkap. Benar-benar di persiapkan dengan matang, gak seperti kita yang alakadarnya hahaa..." tutur Devi panjang lebar.
"Memang Regu kita ngirim makanan apa?" tanya Tata. sambil menyiapkan makanan ke dalam mulutnya.
"Ya sama aja dengan apa yang Lo makan, sambel telor, tempe goreng, tumis kangkung, nasi, dan segelas susu" Devi menjelaskan menu yang tadi di ikut sertakan dalam lomba.
.....
Setelah ibadah sholat Maghrib, para peserta kemah berkumpul di tengah lapangan, mereka saling berpandangan tangan membuat lingkaran besar mengelilingi kayu calon api unggun yang tinggi nya mencapai lima meter lebih itu.
"Adik-adik sekalian apa kabar?" suara Kak Teguh menyapa melalui speaker posko,
"Baik Kak...."sahut semua peserta kemah.
"Apakah masih semangat" tanyanya lagi.
"Masih Kak...." jawab semuanya.
"Masih kurang semangatnya, coba Tiga kali tepuk Pramuka" perintah nya lantang.
Prok...prok...prok.... prok..prok...prok... prok...prok...prok...prok...prok...prok...prok...
Prok...prok..prok... prok...prok..prok...
prok...prok...prok...prok...prok...prok...prok...
Prok...prok...prok... prok...prok....prok...
prok...prok...prok...prok...prok...prok...prok...
Tiga kali tepuk Pramuka yang baru saja di lakukan oleh peserta kemah ternyata semakin membuat suasana semangat dan meriah.
"Baiklah, terimakasih. Mari kita lanjutkan dengan menyalakan api unggun agar semangat pada diri kita semakin berkobar" ucap Kak Teguh. "Para pembawa obor, dan Kakak Pembina yang menyalakan api suci silahkan masuk kedalam lingkaran " sambungnya.
Lalu seorang Kakak Pembina masuki lingkaran di ikuti oleh sebelas peserta yang bertugas membawa obor. Suasana menjadi hening saat Kakak Pembina menyalakan obor pertama yang ternyata sang pembawa obor adalah pak lurah, lalu ia berlari membawa obor tersebut ketempat yang lebih dekat dengan tumpukan kayu. dan...
"*TRI SATRIA, AKU BERJANJI AKAN BERSUNGGUH SUNGGUH MENJALANKAN KEWAJIBAN KU KEPADA TUHAN, NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA DAN MENGAMALKAN PANCASILA, MENOLONG SESAMA HIDUP DAN MEMPERSIAPKAN DIRI MEMBANGUN MASYARAKAT, MENEPATI DASA D***H***ARMA*" ucap pak lurah dengan lantang.
__ADS_1
Lalu pembawa obor kedua berlari mendekati pak lurah tersebut, ia yang tak lain adalah buk Lurah alias Linda si ketua Regu Teratai berdiri dengan tegap di hadapan pak lurah lalu menyalakan obor nya menggunakan api obor pak lurah. Ketika obor nya sudah menyala, ia berlari mengelilingi tumpukan kayu dan berdiri di samping pak lurah.
"*DASA DHARMA PRAMUKA, SATU TAQWA KEPADA TUHAN YANG MAHA ESA*" ucapnya lantang.
Pembawa obor kedua pun menyalakan obornya lalu berlari dan berhenti di samping Buk Lurah.
"*DUA, CINTA ALAM DAN KASIH SAYANG SESAMA MANUSIA*" ucapnya.
"*TIGA, PATRIOT YANG SOPAN DAN KSATRIA*" ucap pembawa obor ketiga.
"*EMPAT, PATUH DAN SUKA BERMUSYAWARAH*" pembawa obor ke empat.
"*LIMA, RELA MENOLONG DAN TABAH*" pembawa obor ke lima.
"*ENAM, RAJIN TERAMPIL DAN GEMBIRA* " ucapnya
"*TUJUH, HEMAT CERMAT DAN BERSAHAJA*" pembawa obor ke tujuh.
"*DELAPAN, DISIPLIN BERANI DAN SETIA*" ucap pembawa obor.
"*SEMBILAN, BERTANGGUNGJAWAB DAN DAPAT DI PERCAYA*" ucapnya.
"*SEPULUH, SUCI DALAM PIKIRAN, PERKATAAN DAN PERBUATAN*" ucap pembawa obor terakhir,
Dan mereka semua sudah mengelilingi tumpukan kayu bersiap untuk membakarnya.
Sepertinya perkemahan terakhir bagi Tata cs sangat berkesan, jika biasanya pembawa obor langsung menyalakan api unggun, ini api itu di nyalakan oleh bola api yang seakan terbang dalam kegelapan. Entah kapan para kakak pembina mempersiapkan kejutan ini, yang jelas semua peserta kemah terkejut, haru dan bahagia. Lalu
Bummmmmm, bola api itu terjatuh di tempat yang telah di sediakan dan sepertinya Kakak Pembina membuat sebuah lubang kecil yang di isi dengan bensin, makanya api langsung membesar dan bertepatan dengan itu pula
para pembawa obor juga menyulutkan api obor di tumpukan kayu dan...
"*SATYAKU DHARMAKAN, DHARMA KUBAKTIKAN*" ucap pembawa obor kompak.
Lalu api unggun itu menyala dan membara, beruntung lapangan sepak bola ini sangat luas hingga tak perlu khawatir api akan menyambar sesuatu yang tak di inginkan (rumah warga misalnya)
Para peserta kemah berjalan mengelilingi api unggun tersebut dengan menyanyikan Hymne Pramuka dengan khusyuk dan syahdu.
Kami... Pramuka Indonesia
manusia Pancasila
Satyaku Ku dharmakan
Dharmaku ku Bhaktikan
Agar jaya Indonesia
Indonesia tanah air ku
Kami jadi pandumu
Mereka juga menyampaikan mars Pramuka dengan semangat.
Gerakan Pramuka Praja Muda Karana
Sebagai wahana kaum muda suka berkarya
Kader pembangunan sebagai perekat bangsa
__ADS_1
Disiplin berani dan setia berakhlak mulia
Bersatu padu menyongsong masa depan yang gemilang
Satu Pramuka untuk satu Indonesia
Melangkah maju menuju masyarakat yang sentosa
Jayalah Pramuka jayalah Indonesia
Masih dengan berjalan mengitari api unggun dan tepuk tangan mereka juga menyanyikan lagu api unggun.
Api kita sudah menyala...
Api kita sudah menyala...
Api...api...api...api...api...
Api unggun sudah menyala...
Mereka jua menyanyikan lagu Selamat Datang tang Kakak
Terimalah salam dari kami
Yang ingin maju bersama sama....
Terimalah salam dari kami
yang ingin maju bersama sama....
*Selamat datang kakak..
Selamat datang kakak....
Selamat datang kami ucapkan....
Selamat datang kakak....
selamat datang kakak....
selamat datang kami ucapkan....
Yaya...Yaya... Terimalah salam dari kami
Yang ingin maju bersama sama....
Terimalah salam dari kami
Yang ingin maju bersama sama*....
Berlanjut menyanyikan lagu Disini Kita Bertemu Lagi.
Disinilah disini kita bertemu lagi...
Disinilah disini kita bertemu lagi...
Salam...salam...salam...salam...salam...hai...
Dan masih banyak lagi lagu lainnya yang mereka nyanyikan untuk memeriahkan dan menyemarakkan suasana api unggun.
TBC....
🌺🌺🌺
Hai semuanya... author kembali menyapa dengan episode baru ya...
semua yang author tulis ini versi yang author tahu, jadi mungkin beda dengan tata cara penyalaan api unggun seperti yang para readers ketahui.
Terimakasih sudah mampir, terus dukung karya author yaaaa, semoga kita semua sehat selalu....
Jangan lupa beri reting ya...
serta
Like
Vote
Dan
Komennya.....
__ADS_1
Salam kenal dari author 🌺🌺