My Future

My Future
Kepahitan Lagi


__ADS_3

Setelah mengamati rumah dalam keadaan sepi, Tata langsung keluar rumah diam-diam untuk mencari tahu keberadaan Jaye, kekasihnya itu seharian ini tidak bisa di hubungi, entah apa yang di kerjakan nya, apakah Jaye beralih profesi menjadi seorang menteri yang sibuk dengan tugas negara?


"Sebenarnya kemana Bli Jaye ini? dan apa maksud Bli Wayan tadi? apakah mereka berniat membawaku tanpa menemui bli Jaye terlebih dulu? aneh sekali" gumam Tata, di sepanjang jalan.


"Tapi gue harus cari kemana?" bingung Tata, harus kemana.


"Jalan dulu aja deh" putusnya. "Ah.. gue bahkan belum sempat memberi tahu Bli kalau gue ketemu sama Agung Hartanto" keluhnya.


"Gue juga belum cerita sama Riko, hufff... kenapa jadi pelupa gini sih gue?" ucap Tata berbicara sendiri sepanjang jalan.


"Duh, gue kayak orang gila ngomong sendiri " setelah berjalan lebih dari satu jam, Tata masih belum tahu harus mencari Jaye kemana, tapi langkah kakinya membawanya sampai taman kota.


"Gue duduk dulu deh" Tata menikmati angin malam yang mulai berhembus menyapa kulitnya, wanita itu tadi hanya memakai MIDI Dress Sabrina warna hitam yang sangat kontras dengan kulitnya yang putih mulus, berkat bertemu dengan banyaknya rangkaian skincare.


"Laper" ucapnya celingukan mencari makanan yang sedang ingin ia nikmati.


"Gue pingin makan laksa" tuturnya. "Kali aja di kafe itu ada laksa, meskipun gak ada, tapi mungkin ada menu yang mirip" harap Tata, pergi ke kafe yang tak jauh dari taman.


Benar saja, di kafe itu ada laksa Jakarta, Tata memesan semangkuk laksa dan Ice lychee tes untuk makan malamnya. Tata menghabiskan menu yang di pesan tanpa sisa, sebenarnya ia sedikit heran kenapa nafsu makannya meningkat, tapi tak terlalu Tata pikirkan karena bukan sesuatu yang harus dirisaukan.


Tata keluar dari dalam kafe, ia bingung hendak kemana. Namun saat ia menoleh ke sekitarnya, Tata menangkap sosok yang sangat ia kenal, sosok itulah yang seharian ini tanpa kabar dan membuatnya keluar diam-diam dari dalam rumah.


"Bli Jaye" lirih nya, melihat Jaye bergandengan tangan dengan seorang wanita, Tata seperti mengenal wanita itu, tapi ia tak yakin. Wanita itu melingkarkan tangannya di pinggang Jaye dan menyandarkan kepalanya di dada bidang Jaye, tangan Jaye pun merangkul pundak wanita itu.


"Apa ini?" Tata melihat pemandangan yang menyesakkan dadanya,ia terus mengikuti keduanya, namun Tata belum menegurnya Tata harap salah orang begitu pikirnya.


"Jadi pernikahan kita di lakukan bulan ini?" tanya wanita itu dan terdengar oleh Tata.


"Ya"


Duarrrrrrrr.....


Apa maksudnya ini? mereka membahas pernikahan? sejauh mana hubungan itu? lalu apa arti dirinya yang sudah mendampinginya selama bertahun-tahun? bukankah Tata sudah menyerahkan hidupnya seutuhnya pada Jaye?


Tubuh Tata bergetar mendengar suara 'ya' yang keluar dari mulut pria itu. Tata sangat mengenal suara itu, harapannya agar salah orang tentu saja sirna, Tata tak mungkin salah orang.


"Itu artinya kau akan meninggalkan wanita itu?" tanyanya lagi.


"Hem"


Tes...tes...tes....


Sudah tak mampu terbendung lagi air matanya, seribu persen Tata yakin pria itu adalah Made Sanjaye pria yang menjadi tumpuan hidupnya, pria yang memberikan sejuta harapan indah dan janji semanis surga.


"Bli" lirihnya menyentuh punggung pria itu.


Deg...

__ADS_1


Jaye menegang, mendengar suara wanita yang sangat di cintai nya itu. Pria itu menoleh dan mendapati pemandangan yang menyayat hatinya, wanita yang mati-matian ia jaga agar tidak bersedih kini bersimbah air mata di hadapannya.


"T... Ta..ta" jantung nya seolah berhenti berdetak, hatinya begitu nyeri dan sakit.


"Apa ini? hiks...hiks..." lirihnya, menatap wajah babak belur Jaye, sepertinya pria itu habis di hajar seseorang, apakah keluarga Komang?


"Ken...kenapa kamu ada disini?" tanya Jaye. sedangkan wanita yang tak lain adalah Komang menatap malas keduanya.


"Apa ini Bli?" lirihnya dengan air mata yang terus mengaliri pipinya


"Ini..."


Flashback On


"*Aku hamil Bli" ucap Komang to the poin saat Jaye baru saja mendudukkan tubuhnya di sebuah kursi kafe.


"Apa maksudnya?"


"Aku rasa Bli sangat paham jika malam panas kita membuahkan hasil yang saat ini tumbuh di rahimku" jawab Komang.


"Bagaimana mungkin, aku sangat ingat tidak melepasnya di dalam" tolak Jaye.


"Mau di dalam atau di luar nyatanya aku hamil, memangnya aku ini wanita murahan yang akan tidur dengan sembarang orang? bukankah Bli pria pertama ku?" seru Komang.


"Tapi.." Jaye tak bisa mengelak jika ia adalah pria pertama yang menyentuh adik sahabat nya itu. Tapi apa iya ia sampai menghamilinya? Jaye sangat ingat tidak melepaskan benihnya di dalam karena tidak ingin hal seperti ini terjadi, ya agar tidak perlu bertanggung jawab terdengar brengsek memang. Tapi ada hati yang harus ia jaga. dan itu adalah hati wanita yang bertahta di hatinya.


"Aku tidak mau tahu, Bli harus tanggung jawab" tuntut Komang.


"Bli tega menghabisi darah gading sendiri?


"Tapi aku tidak bisa menikahi mu, aku tidak mencintaimu" tolak Jaye.


"Apa Bli pikir aku mencintai Bli? aku juga mencintai pria lain, tapi ini masalahnya bukan cinta atau tidak, ada anak yang butuh identitas diri untuk masa depan nya, dan dia anakmu Bli, Bli pikir aku mau hamil begini?" ucap Komang.


"Baiklah akan aku pikirkan" jawab Jaye.


"Jangan terlalu lama Bli, perutku semakin membesar. Daniel belum mengetahuinya" ucap Komang.


"Hem" Jaye meninggalkan kafe itu*.


Flashback Off


"Haduh kelamaan deh" sela Komang. "Gue sama Bli Jaye akan segera menikah, bukan begitu Bli?" Komang mengenggam tangan Jaye, Jaye mengangguk.


"Kenapa Bli? hiks...hiks... kenapa Bli tega padaku?" Tata menangis pilu.


"Maaf" ucap Jaye, yang hatinya tak kalah hancur dengan hati kekasihnya itu

__ADS_1


"Mang, kita kan berteman kenapa Lo lakuin ini sama gue?" Tata menatap temannya itu.


"Sorry, ini semua di luar kendali gue. kami tidur bersama saat itu dan sekarang gue hamil, jadi Bli Jaye harus nikahin gue" ucap Komang.


Huaa...haaaa...huhuuuuu......


Tangis Tata pecah, wanita itu meraung-raung meluapkan sesak yang menghimpit di dadanya, menarik perhatian orang-orang yang ada di sekelilingnya.


"Udah deh gak usah lebay, drama banget jadi cewek" ucap Komang tanpa rasa empati.


"Itu semua bohong kan Bli?" Tata mengguncang kaki Jaye, wanita itu bersimpuh di bawah kaki kekasihnya. "Bli janji gak akan ninggalin aku, iya kan Bli? Bli gak mungkin ninggalin aku kan?" Tata mengiba pada kekasihnya.


"Maaf" ucap Jaye, semua rencanakan berantakan. Ia tak menyangka jika Tata masih di kota ini.


"Bli, jangan tinggalkan aku hiks...hiks...aku mohon huhu...huhu...." wanita itu mengemis janji yang telah Jaye ucapkan.


"Pulanglah" tutur Jaye.


"Tidak...tidak...aku tidak ingin berpisah dengan Bli" Tata memeluk erat kaki Jaye.


"Jangan mempermalukan dirimu seperti ini" Jaye menatap sekeliling banyak orang memperhatikan Tata, menatapnya iba.


"Aku tidak perduli, jangan tinggalkan aku, aku mohon Bli hiks...hiks...aku sangat mencintaimu Bli, aku membutuhkan mu" Tata tak perduli pandangan orang lain.


"Anak ini lebih membutuhkan ku Ta" sahut Jaye menambah perih di hati Tata.


"Bli janji tidak akan meninggalkan ku apapun alasannya kan, Bli lupa itu, Bli tidak boleh ingkar janji hiks...hiks..."


"Tata pergilah"


"Tidak"


"Aku bilang pergi, PERGILAH" bentak Jaye membuat Tata terkejut seketika melepaskan tangannya yang dari tadi memeluk kaki Jaye. dan tentu saja pemandangan itu membuat Komang tersenyum penuh kemenangan.


"Bli..."


"Pergilah dari sini, pergilah dari hidupku, menjauh dariku" seru Jaye dengan hati hancur, karena harus mengatakan kata-kata kasar itu pada wanitanya.


Tata menatap tak percaya pada Jaye, kemarin malam mereka masih bermesraan dan memadu kasih, tapi malam ini ia di usir dan di campakkan oleh pria yang menjadi sandaran hidupnya? baru kemarin Tata berpikir tidak membutuhkan pria yang lain selain Jaye termasuk pria yang mengaku sebagai Bapaknya, tapi apa ini? takdir macam apa ini? dia kehilangan pria dimana ia menggantungkan hidupnya? ini mimpi kan? ini tidak mungkin kenyataan.


☘️


☘️


☘️


☘️

__ADS_1


☘️


TBC 🌺


__ADS_2